JAKARTA, PROJO.or.id — Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar terus memperbaiki tata kelola program tersebut sehingga berbagai persoalan di lapangan tidak menggerus kredibilitas MBG.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat peringatan Harlah ke-12 PROJO di Kantor DPP PROJO, Pancoran, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Budi Arie, peningkatan gizi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, MBG harus dipastikan berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Makan bergizi itu penting, terutama peningkatan gizi itu peningkatan sumber daya manusia,” ujar Budi Arie.
Meski mendukung pentingnya program tersebut, Budi Arie meminta pemerintah memperhatikan tata kelola pelaksanaan MBG. Ia menilai persoalan yang muncul di lapangan harus segera diselesaikan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat menurunkan kepercayaan publik.
“Perlu ada tata kelola yang baik yang tidak menyebabkan merosotnya kredibilitas program yang awalnya dan rencananya memang berguna untuk pemerataan gizi dan juga peningkatan gizi buat masyarakat,” katanya.
Prioritaskan Daerah dengan Stunting dan Kemiskinan Tinggi
Budi Arie juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan MBG.
Menurut dia, program tersebut perlu memberikan perhatian lebih kepada wilayah yang memiliki persoalan gizi serius, terutama daerah dengan angka stunting dan kemiskinan yang tinggi.
“Terutama khususnya di daerah-daerah yang sangat membutuhkan, di mana angka stuntingnya tinggi, kemiskinannya tinggi, itu perlu harus jadi prioritas utama dalam program makan bergizi,” ujarnya.
Dengan demikian, MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemberian makanan, tetapi sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia Indonesia.
Persoalan di Lapangan Harus Segera Dibereskan
Budi Arie menegaskan dukungan terhadap program pemerintah tidak berarti menutup mata terhadap persoalan dalam implementasinya.
Ia justru meminta setiap masalah yang ditemukan segera diperbaiki sehingga tujuan program tetap dapat tercapai.
“Programnya harus kredibel. Bahwa ada permasalahan di bawah, iya, kita beresin,” tegasnya.
Menurut Budi Arie, prinsip tersebut juga perlu diterapkan terhadap program-program pemerintah lainnya. Ia menyinggung program koperasi dan berharap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya dapat dicarikan solusi terbaik.
PROJO Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Budi Arie mengatakan PROJO tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, berbagai persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah harus menjadi bahan perbaikan, bukan alasan untuk mengganggu persatuan nasional.
“Semua presiden itu pasti orang baik pada masanya. Karena tantangan bangsa ke depan memerlukan kepemimpinan. Karena itu kita harus dukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.
Budi Arie juga menilai hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional.
Ia mengajak masyarakat bersyukur karena Presiden ke-7 dan Presiden ke-8 Indonesia dapat menjaga hubungan baik.
“Pak Jokowi dengan Pak Prabowo ini kan bagaimana sih, Presiden ketujuh dan Presiden kedelapan. Kalian harus bersyukur, berterima kasih bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia ini akur,” ujar Budi Arie.
Ia menegaskan persatuan nasional harus dijaga agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat kepentingan politik.
“Kalau elitnya rukun, rakyat suka. Rakyat itu suka kalau elitnya rukun. Jangan elitnya diadu domba,” tegasnya.
Bagi Budi Arie, dukungan terhadap pemerintahan tidak berarti mengabaikan kritik terhadap pelaksanaan program. Sebaliknya, persoalan yang ditemukan harus diselesaikan agar kebijakan pemerintah tetap kredibel dan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.***










