• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Ciliwung: Cermin Peradaban Kota

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
31 Mei 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Hendra Gunawan, Wakil Ketua PROJO Kota Depok dan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi

SUNGAI Ciliwung dulu bukan sungai mati seperti yang banyak dilihat orang hari ini. Di aliran Bogor hingga Depok, sungai ini pernah menjadi habitat alami berbagai ikan lokal seperti beunteur, baung, hingga ikan dewa.

Kehadiran ikan-ikan itu bukan sekadar soal keberagaman hayati, tetapi penanda bahwa ekosistem sungai pernah hidup dengan sehat.

Masyarakat lama di bantaran Ciliwung mengenal betul ikan beunteur sebagai ikan sungai yang umum ditemukan di aliran air jernih dan berarus stabil.

Penelitian IPB pada kawasan hulu DAS Ciliwung juga mencatat ikan beunteur (Puntius binotatus) sebagai salah satu spesies lokal yang cukup dominan pada awal 2000-an. Artinya sederhana: dulu kualitas ekologis Sungai Ciliwung memang jauh lebih baik dibanding sekarang.¹

Tetapi wajah Ciliwung berubah cepat seiring perubahan kota.

Urbanisasi yang tidak terkendali, ledakan permukiman, limbah rumah tangga, sampah domestik, sedimentasi, hingga pencemaran industri perlahan mengubah karakter sungai.

Ciliwung tidak lagi bekerja sebagai ekosistem alami, melainkan lebih menyerupai saluran pembuangan raksasa yang dipaksa tetap mengalir di tengah kota yang terus tumbuh.

Perubahan itu paling jujur terlihat bukan dari warna airnya, melainkan dari jenis ikan yang masih mampu bertahan hidup di dalamnya.

Hari ini, di banyak titik aliran Ciliwung wilayah Depok, ikan lokal semakin sulit ditemukan. Yang justru mendominasi adalah ikan sapu-sapu, nila, mujair, lele, dan ikan cere. Ini bukan kebetulan biologis. Ikan-ikan tersebut memang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kualitas air buruk, kadar oksigen rendah, dan pencemaran organik yang berat.

Dominasi ikan sapu-sapu menjadi tanda yang paling jelas.

Ikan ini mampu hidup pada kondisi sungai yang sulit ditoleransi sebagian besar ikan lokal. Ia tahan terhadap air keruh, kadar amonia tinggi, bahkan paparan logam berat.

Karena itu, ketika populasi sapu-sapu semakin mendominasi, sesungguhnya sungai sedang memberi sinyal bahwa kualitas ekologisnya sedang bermasalah.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, bahkan menyebut dominasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung sebagai indikator sungai yang “sakit” akibat pencemaran.²

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Masalahnya tidak berhenti di situ.

Ciliwung juga dipenuhi ikan budidaya yang lepas dari kolam warga seperti ikan mas, bawal, nila, dan mujair. Sebagian terbawa banjir, sebagian lagi lepas dari kolam pemeliharaan. Bahkan kini mulai muncul ikan invasif seperti red devil, ikan hias agresif yang sering dilepas dari akuarium ke sungai.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa ekosistem Sungai Ciliwung sudah mengalami perubahan struktur biologis secara serius. Ketika spesies asli perlahan hilang lalu digantikan spesies tahan pencemaran dan ikan invasif, maka yang rusak bukan hanya kualitas air, tetapi keseimbangan ekosistem sungai secara keseluruhan.

Ironisnya, banyak orang masih menganggap sungai hanya urusan sampah yang terlihat di permukaan. Padahal kerusakan terbesar justru sering tidak terlihat: penurunan oksigen terlarut, peningkatan amonia, pencemaran logam berat, dan rusaknya rantai kehidupan di dalam air.

Sungai yang sehat seharusnya mampu menopang kehidupan alami. Ketika ikan lokal menghilang, itu sebenarnya alarm ekologis yang jauh lebih serius daripada sekadar air keruh atau bau tidak sedap.

Karena itu, pemulihan Sungai Ciliwung tidak cukup hanya dengan kegiatan simbolik bersih-bersih sungai. Persoalannya jauh lebih dalam: pengendalian limbah domestik, tata ruang yang buruk, lemahnya pengawasan pencemaran, dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat perkotaan.

Pada akhirnya, kondisi sungai selalu mencerminkan kualitas peradaban manusia di sekitarnya.

Dan Ciliwung hari ini sedang berbicara sangat jujur kepada kita.***

Hendra Gunawan, Wakil Ketua PROJO Kota Depok

Catatan kaki:

1. Rahmawati, Inna. Aspek Biologi Reproduksi Ikan Beunteur (Puntius binotatus) di Hulu DAS Ciliwung. Institut Pertanian Bogor (IPB), 2006.

2. IPB University. Dominasi Ikan Sapu-Sapu di Ciliwung Gejala Sungai “Sakit” Akibat Pencemaran, 2026.

Share12Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Mengapa Jawa Barat Selalu Jadi “Kunci” Nasib Indonesia?

Kabar Selanjutnya

Setia di Garis Rakyat: Hangatnya Dialog Grassroot Budi Arie Bersama Kader Projo se-Jawa Barat

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Opini

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

17 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Setia di Garis Rakyat: Hangatnya Dialog Grassroot Budi Arie Bersama Kader Projo se-Jawa Barat

Setia di Garis Rakyat: Hangatnya Dialog Grassroot Budi Arie Bersama Kader Projo se-Jawa Barat

Satgas P2MI PROJO Kecam Keras Kasus LPK Cirebon, Siap Kawal dan Berikan Masukan Langsung ke Kementerian

Satgas P2MI PROJO Kecam Keras Kasus LPK Cirebon, Siap Kawal dan Berikan Masukan Langsung ke Kementerian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

24 Agustus 2026
HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.