ASMAT, PROJO.or.id – Jejak langkah pemimpin negara di wilayah paling timur Indonesia bukan sekadar kunjungan seremonial.
Bagi masyarakat Asmat, Papua Selatan, kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2018 dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (21/6/2026), membawa makna yang lebih dalam tentang kehadiran negara yang nyata.
Dalam kunjungan kerjanya ke Agats, Wapres Gibran disambut dengan hangat oleh warga yang memadati area Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat.
Di sana, sebuah motor listrik berwarna merah dengan pelat RI 1 mencuri perhatian. Motor tersebut adalah kendaraan yang pernah dikendarai Presiden Jokowi saat menapakkan kaki di Asmat delapan tahun silam.
Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyebutkan bahwa kehadiran Jokowi dan Gibran merupakan sejarah baru bagi daerahnya.
“Presiden pertama yang berkunjung ke sini Pak Jokowi. Wakil presiden pertama Bapak Gibran,” ucap Thomas dengan nada penuh apresiasi.
@_fansnyawapres2Menuju Sekolah lapang sagu, Papua. Best Wapres#gibranrakabuming #gibran #wapres♬ suara asli – KARET DUA – KARET DUA
Simbol Pembangunan yang Berkelanjutan
Bagi warga Asmat, motor listrik yang kini dipajang di museum tersebut bukan sekadar barang antik.
Itu adalah monumen kecil pengingat akan perubahan wajah Papua yang kini semakin terkoneksi.
Pembangunan infrastruktur yang masif di era Jokowi, yang kini diteruskan dengan pengawasan ketat oleh Wapres Gibran, menjadi bukti bahwa visi “Indonesia Sentris” bukan sekadar slogan.
Selama kunjungannya, Gibran menunjukkan gaya kepemimpinan “blusukan” khas yang sangat dekat dengan rakyat.
Tak hanya melihat koleksi museum, putra sulung Jokowi ini terjun langsung meninjau fasilitas vital yang menjadi urat nadi kesejahteraan warga, mulai dari Sekolah Lapangan Sagu, progres pembangunan gereja, hingga fasilitas rumah sakit di Agats.
Komitmen untuk Timur Indonesia
Di tengah kerumunan warga yang berebut untuk sekadar bersalaman dan berfoto, Gibran tampak tenang meladeni permintaan masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi penegas bahwa estafet kepemimpinan nasional tetap memprioritaskan pembangunan wilayah terluar.
Gibran berulang kali menekankan bahwa pembangunan di era sekarang tidak boleh lagi Jawa-sentris.
Setiap jengkal tanah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah rawa dan pesisir di Asmat, memiliki hak yang sama untuk menikmati kemajuan.
Kehadiran Wapres di Asmat kali ini menjadi oase bagi masyarakat setempat, sekaligus pesan kuat bahwa pemerintah pusat tetap hadir, peduli, dan tidak melupakan wilayah-wilayah yang pernah dirintis pembangunannya oleh Presiden ke-7 Jokowi.
Sebuah kesinambungan perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih merata dan sejahtera.***













