JAKARTA, PROJO.or.id — Ketua Umum Satgas P2MI PROJO, Judi Panca Nugroho, menegaskan potongan video diskusi jaringan relawan pada 24 Agustus 2026 yang beredar di media sosial tidak menggambarkan konteks pembahasan secara utuh.
Menurut Judi, video tersebut kini berpotensi dijadikan senjata untuk membangun narasi yang memecah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Potongan video diskusi jaringan relawan pada 24 Agustus 2026 telah menjadi senjata untuk memecah Prabowo-Jokowi. Padahal, itu hanyalah potongan video yang tidak menggambarkan konteks seutuhnya,” kata Judi.
Ia menyampaikan bahwa keteguhan PROJO dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran terus diuji oleh berbagai narasi yang berkembang. Namun, PROJO tidak akan goyah dalam menjaga komitmen tersebut.
Dalam berbagai diskusi internal kepengurusan, Judi menyebut Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi selalu mengingatkan seluruh pengurus bahwa PROJO mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Bahkan dalam peringatan HUT ke-12 PROJO, Ketua Umum berulang kali menegaskan kepada kami bahwa PROJO tetap tegas mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Tidak perlu ragu terhadap keteguhan kami,” ujarnya.
Sekretaris Satgas P2MI PROJO, Anggi M Nur, menambahkan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar, terutama konten berupa potongan video tanpa penjelasan utuh mengenai forum dan substansi pembahasannya.
Menurut Anggi, diskusi jaringan relawan tersebut merupakan ruang untuk mencermati berbagai tantangan nasional yang sedang dihadapi, termasuk pelaksanaan program pemerintahan dan dinamika sosial-politik yang berkembang.
“Jangan sampai potongan video yang tidak utuh justru mengalihkan perhatian dari kerja besar pemerintah dalam menjalankan program-program yang berpihak kepada rakyat. PROJO tetap konsisten mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Anggi.
Judi menjelaskan, forum yang videonya beredar pada dasarnya membahas cara menghadapi sejumlah tantangan nasional dan situasi yang terjadi saat ini. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan dari video singkat yang telah dinarasikan secara berbeda, bahkan bertolak belakang dengan substansi diskusi.
Ia menekankan dukungan PROJO kepada pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah dukungan tanpa tanggung jawab.
“Dukungan kita bukan cek kosong. Dukungan PROJO juga diwujudkan melalui pengawasan, agar program-program strategis nasional pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” tegas Judi.
Anggi menambahkan, pengawalan terhadap program strategis nasional merupakan bagian dari tanggung jawab relawan untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Komitmen kami jelas: tetap setia di garis rakyat, mendukung program kerakyatan, sekaligus mengawalnya agar berjalan sesuai tujuan dan memberi manfaat nyata bagi rakyat,” pungkas Anggi.***










