• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
17 Agustus 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0

Presiden Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Dok. Setpres YouTube)

​DI DALAM panggung politik, pesan yang paling kuat kerap kali disampaikan tanpa suara. Bukan lewat pidato berapi-rapi di atas mimbar, melainkan melalui jarak, gestur, tawa renyah, dan siapa yang duduk bersisian dengan siapa.

​Pemandangan penuh makna itu tertangkap sempurna dalam momen sakral peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah riuhnya spekulasi publik mengenai dinamika politik dan narasi keretakan hubungan, sebuah bingkai foto justru menghadirkan narasi yang menyejukkan: Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka duduk berjejer, tertawa lepas dalam balutan pakaian adat Nusantara di bawah naungan lambang negara.

​Foto tersebut bukan sekadar dokumentasi seremonial kenegaraan. Lebih dari itu, publik sedang membaca sebuah panggung politik simbol. Dalam satu garis lurus, masyarakat tidak hanya melihat tiga tokoh menghadiri upacara, tetapi menyaksikan manifestasi dari perjalanan estafet kepemimpinan bangsa.

​Jokowi hadir mewakili fondasi dan rekam jejak kepemimpinan masa lalu. Prabowo berdiri kukuh menahkodai pemerintahan hari ini. Sementara Gibran melambangkan harapan dan masa depan kekuasaan politik Indonesia. Ketiganya berada dalam satu bingkai yang utuh, seolah menegaskan pesan tersirat: pergantian kekuasaan tidak pernah berarti putusnya tali silaturahmi.

​Dinamika politik tentu akan selalu ada. Koalisi bisa bergeser, kepentingan bisa berhadapan, dan kekuasaan akan terus mengalami pasang surut. Namun, kehangatan yang terpancar di atas kursi kenegaraan ini mengingatkan kita semua bahwa jika ada perbedaan, biarlah itu diselesaikan melalui jalur konstitusi yang beradab—bukan lewat perpecahan yang mengorbankan persatuan.

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Semiotika Politik di Sumber: Membaca Pesan Terselubung Kunjungan Bocor Alus

​Bendera Merah Putih yang berkibar di latar belakang tidak pernah bertanya siapa yang menang, siapa yang kalah, atau siapa yang paling berkuasa. Sang Saka Merah Putih menjadi pengingat abadi bahwa sebelum memangku jabatan politik apa pun, mereka adalah bagian dari satu bangsa yang sama.

​Tiga sosok dalam satu barisan ini mengingatkan kita pada pesan kebijaksanaan kuno dari filsuf dan negarawan Stoik, Marcus Tullius Cicero:

​“Kita tidak dilahirkan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri; bangsa dan tanah air menuntut bagian terbesar dari keberadaan kita.”

​Sebab pada akhirnya, politik boleh berubah dan kekuasaan boleh berganti, namun kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus selalu berada di atas segalanya.***

Share12Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat

Kabar Selanjutnya

Jokowi Tetap Magnet Swafoto di HUT ke-81 RI, Tanda Cinta Rakyat yang Abadi

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Semiotika Politik di Sumber: Membaca Pesan Terselubung Kunjungan Bocor Alus
Opini

Semiotika Politik di Sumber: Membaca Pesan Terselubung Kunjungan Bocor Alus

12 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Jokowi Tetap Magnet Swafoto di HUT ke-81 RI, Tanda Cinta Rakyat yang Abadi

Jokowi Tetap Magnet Swafoto di HUT ke-81 RI, Tanda Cinta Rakyat yang Abadi

HUT RI ke-81, PROJO Dorong Koperasi Jadi Pilar Utama Kedaulatan Ekonomi Rakyat

HUT RI ke-81, PROJO Dorong Koperasi Jadi Pilar Utama Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

25 Agustus 2026

[ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

25 Agustus 2026

Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

25 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • [ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.