JAKARTA, PROJO.or.id — Ketua Umum PROJO Muda Febrio Martha Mustafa menilai potongan video pernyataan Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan konteks utuh diskusi relawan Jokowi.
Menurut Febrio, forum silaturahmi yang turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu merupakan ruang diskusi mengenai situasi nasional. Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie berbicara soal insting politik, kemungkinan percepatan situasi, kondisi sosial-ekonomi, demonstrasi, kondisi abnormal, hingga “patahan sejarah”.
Namun, ia menyayangkan pernyataan tersebut kemudian dipotong dan ditafsirkan secara terpisah dari keseluruhan pembahasan.
“Diskusi seperti ini selalu dilakukan oleh jaringan relawan Jokowi sebagai bentuk kewaspadaan dalam membaca situasi nasional. Potongan video yang beredar tidak menggambarkan apa yang sesungguhnya dibicarakan dalam forum,” kata Febrio.
Febrio menegaskan bahwa PROJO sejak awal merupakan bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Bahkan, pada peringatan HUT ke-12 PROJO yang digelar sehari sebelum silaturahmi Bulan Kemerdekaan bersama jaringan relawan Jokowi, PROJO kembali menegaskan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menjelaskan, diskusi tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari pelaksanaan sejumlah program pemerintah hingga dinamika geopolitik global.
“Situasi politik kita sedang diuji. Karena itu, perlu kewaspadaan agar berbagai dinamika dapat diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Febrio juga mengingatkan adanya pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan potongan video tersebut untuk terus membangun narasi mengenai keberlanjutan politik dan memperkeruh situasi dengan upaya memecah hubungan Prabowo dan Jokowi.
“Jangan sampai energi kita habis untuk memperdebatkan sesuatu yang tidak benar karena hanya bersumber dari video yang dipotong. Kita perlu waspada terhadap narasi yang sengaja ingin memecah tokoh bangsa, Prabowo dan Jokowi,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya relawan, untuk memusatkan perhatian pada dukungan dan pengawasan terhadap program kerakyatan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Mari gunakan energi kita untuk mendukung dan mengawasi program-program kerakyatan agar sepenuhnya bermanfaat bagi rakyat,” pungkas Febrio.***











