• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Jokowi Ajak Bangsa Fokus Hadapi Ancaman Global, Jangan Terjebak Konflik Internal

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
30 Agustus 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 3 menit
A A
0

Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (29/8/2026) (KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO )

KEBUMEN, PROJO.or.id — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar tidak menghabiskan energi untuk persoalan-persoalan yang tidak perlu di tengah dunia yang semakin menghadapi tantangan kompleks.

Menurut Jokowi, ada sedikitnya tiga ancaman besar yang saat ini perlu menjadi perhatian bersama, yakni perubahan iklim, konflik geopolitik, dan disrupsi teknologi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).

“Dunia sekarang ini serba sulit. Banyak tantangan. Kalau kita menambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu, rugi semua kita,” kata Jokowi.

Pesan itu dinilai relevan dengan kondisi dunia yang semakin tidak mudah diprediksi. Berbagai persoalan global kini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia.

Ancaman Bukan Lagi Persoalan Jauh

Jokowi menjelaskan, perubahan iklim telah mengubah pola cuaca di berbagai belahan dunia. Fenomena panas ekstrem, hujan yang tidak menentu hingga banjir menjadi persoalan yang semakin sering terjadi.

Ia mencontohkan kondisi Eropa yang selama ini identik dengan cuaca dingin, tetapi kini menghadapi suhu panas ekstrem.

“Di Eropa yang biasanya dingin, sekarang panas. Hujan tidak jelas waktunya, sehingga yang terjadi banjir bandang,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyinggung bencana banjir di Nepal yang menurutnya menunjukkan bagaimana perubahan lingkungan dapat memunculkan risiko bencana yang sulit diprediksi.

“Yang baru-baru ini di Nepal baru saja banjir, yang tidak bisa diprediksi. Karena es mencair masuk ke lembah dan menerjang kampung-kampung di bawahnya,” katanya.

Karena itu, Jokowi mengajak masyarakat mengambil langkah konkret dari lingkungan terdekat, salah satunya melalui gerakan menanam pohon.

“Kita ini kan di Indonesia. Menanam pohon itu mudah, tumbuhnya mudah. Satu orang menanam satu, dua, tiga, empat,” kata Jokowi.

Konflik Negara Lain Bisa Berdampak ke Rakyat Indonesia

Ancaman kedua adalah konflik geopolitik. Jokowi mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang berdampak terhadap harga komoditas pangan dunia.

Indonesia, meski tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut, tetap dapat merasakan konsekuensinya.

“Kita yang tidak tahu-menahu, dulu waktu Rusia sama Ukraina perang, tahu-tahu harga gandum naik. Karena gandum itu berasal dari Rusia dan Ukraina yang banyak,” ujar Jokowi.

Hal serupa juga dapat terjadi akibat konflik di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

Bagi Jokowi, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dunia saat ini saling terhubung. Konflik yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat memengaruhi harga pangan, energi, perdagangan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, Indonesia membutuhkan stabilitas, ketahanan ekonomi dan politik serta kemampuan untuk menghadapi perubahan global.

KabarLainnya

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

AI dan Ancaman Disinformasi

Persoalan ketiga yang menjadi perhatian Jokowi adalah perkembangan teknologi AI.

Kemampuan AI berkembang sangat cepat dan telah mampu menghasilkan maupun meniru suara, gambar serta identitas seseorang.

“Sekarang ini yang namanya media sosial sudah ramai, kita mengendalikan sulit. Kita hadapi yang namanya artificial intelligence, namanya AI, yang bisa meniru suara, meniru gambar, meniru semuanya dari kita,” kata Jokowi.

Persoalannya, perkembangan teknologi tersebut bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan regulasi.

“Padahal aturannya belum ada. Inilah yang sangat akan menyulitkan hampir semua negara,” ujarnya.

Tantangan ini membutuhkan kecerdasan masyarakat dalam memilah informasi sekaligus kesiapan pemerintah dalam membangun tata kelola teknologi yang mampu melindungi masyarakat tanpa menghambat inovasi.

Jangan Habiskan Energi untuk Konflik yang Tidak Perlu

Di tengah tiga ancaman besar tersebut, pesan Jokowi agar masyarakat tidak menambah persoalan menjadi penting.

Bangsa Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang jauh lebih besar daripada sekadar mempertajam perbedaan dan mempertentangkan kelompok satu dengan kelompok lainnya.

Ancaman perubahan iklim membutuhkan kerja bersama. Ketidakpastian geopolitik membutuhkan ketahanan nasional. Sementara perkembangan AI membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, regulasi dan literasi digital.

Semua itu membutuhkan energi bangsa yang besar.

Karena itu, perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi seharusnya tidak berkembang menjadi konflik yang menguras perhatian publik dan menghambat kerja bersama.

Pesan Jokowi dari Kebumen pada akhirnya adalah ajakan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Indonesia tidak boleh kehilangan fokus.

Ketika dunia menghadapi perubahan iklim, perang dan disrupsi teknologi, bangsa Indonesia membutuhkan persatuan, ketenangan dan kerja nyata.

Jangan sampai energi bangsa justru habis untuk mempertajam konflik internal dan memperbesar persoalan yang sebenarnya tidak perlu.

Sebagaimana pesan Jokowi, “Kalau kita menambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu, rugi semua kita.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi dunia yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih banyak kerja sama dan lebih sedikit kegaduhan.***

Add as Preferred Source
Share7Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Jokowi Sampaikan Tiga Petuah Jawa: Punya Kuasa Jangan Menjatuhkan, Punya Ilmu Jangan Minteri

Kabar Selanjutnya

Jokowi: Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Jangan Gunakan Kekuasaan untuk Menjatuhkan

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara
Kabar Rakyat

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam
Kabar Rakyat

Air Mata Haru di Rumah Jokowi, Warga Ungkap Perasaan yang Selama Ini Terpendam

1 November 2026
Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo
Kabar Rakyat

Penuh Senyum, Rombongan Emak-emak Bangkalan Silaturahmi dengan Jokowi di Sumber Solo

30 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Jokowi: Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Jangan Gunakan Kekuasaan untuk Menjatuhkan

Jokowi: Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Jangan Gunakan Kekuasaan untuk Menjatuhkan

PROJO Ucapkan Selamat atas Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU Periode 2026-2031

PROJO Ucapkan Selamat atas Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU Periode 2026-2031

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026

TRENDING

  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    579 shares
    Share 232 Tweet 145
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • “Aku Juga Nggak Punya Ijazah SMA,” Monic Christian dan Anthony Norman Lianto Buka Fakta Jalur Pendidikan Luar Negeri

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.