• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
3 November 2026
in Kabar Istana
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming usai penandatanganan prasasti peresmian Monumen 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) di Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026) (KOMPAS.com/Rahel)

MAMUJU, PROJO.or.id – Di tengah suasana peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK), Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadirkan pesan sederhana melalui dua pantun. Bukan sekadar rangkaian kata, pantun tersebut membawa pesan tentang perdamaian, kesejahteraan, dan toleransi yang tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Di hadapan masyarakat Kalumpang yang menyambut kedatangannya dengan penuh antusias, Gibran menyampaikan pantun pertama yang menggambarkan harapan agar perdamaian dari Tanah Kalumpang menjadi bagian dari cita-cita Indonesia.

“Pakai selempang di ladang permai Pergi tamasya di atas bahtera Dari Kalumpang terpancar damai Untuk Indonesia aman sejahtera,” ucap Gibran.

Pesan tersebut mendapat makna tersendiri dalam peringatan 100 tahun perjalanan Injil di Tanah Kalumpang. Selama satu abad, kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat setempat menjadi bagian dari perjalanan sosial masyarakat Sulawesi Barat.

Gibran kemudian menyampaikan pantun kedua yang secara khusus menyinggung pertumbuhan iman dan kematangan toleransi masyarakat Kalumpang.

“Biji sesawi, biji ketapang Disiram subur, dipupuk petang 100 tahun Injil masuk Kalumpang Imannya tumbuh, toleransinya matang,” katanya.

Dua pantun itu menjadi bagian dari pesan kebangsaan yang disampaikan Gibran dalam perayaan tersebut: bahwa kehidupan beragama, persaudaraan, dan toleransi merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan Indonesia.

Menyapa dengan Bahasa Kalumpang, Disambut Hangat Warga

Suasana semakin hangat ketika Gibran mencoba menyapa masyarakat menggunakan bahasa daerah setempat.

“Salama’ sitammu, e’ra’ rate’ Ambe’, Indo’, Kaka’, Adi’, aga kareba? Betul ya pengucapannya, ya? Betul, ya?” ujar Gibran.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengucapan bahasa daerahnya belum sempurna. Gibran mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Kalumpang, tetapi merasa senang dapat bertemu langsung dengan masyarakat.

“Mohon maaf kalau ada yang salah, karena ini pertama kalinya saya ke Tanah Kalumpang. Tapi walau baru pertama, saya senang bisa bertemu Ambe’ dan Indo’ semua,” tuturnya.

Sapaan tersebut disambut antusias masyarakat. Warga berbondong-bondong mendekat untuk bersalaman dan mengabadikan momen bersama Wakil Presiden.

Gibran juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat yang hadir.

“Saya juga ingin menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk Bapak, Ibu semua,” katanya.

Satu Abad Injil, Merawat Iman dan Keluhuran Budaya

Dalam sambutannya, Gibran mengapresiasi peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang. Menurutnya, perayaan tersebut bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan iman masyarakat, tetapi juga kesempatan merawat kekayaan budaya, tradisi, dan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa Tanah Kalumpang menyimpan jejak peradaban para leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.

KabarLainnya

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

“Saya juga mengapresiasi perayaan ini bukan hanya merayakan perjalanan iman, tapi juga perayaan akan keluhuran budaya, tradisi dari Tanah Kalumpang, serta perayaan untuk terus melestarikan alam kita,” ungkapnya.

Gibran menilai, di balik tradisi dan adat istiadat masyarakat tersimpan nilai kehidupan, keimanan, serta kearifan dalam menjaga alam yang diwariskan para pendahulu.

Karena itu, pelestarian budaya dan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan. Kemajuan suatu daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gibran menyampaikan ucapan selamat atas peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang.

“Semoga perayaan ini membawa semangat baru bagi seluruh keluarga besar GKSB dan masyarakat Kalumpang,” ujarnya.

Monumen Satu Abad dan Penanaman Pohon Mangga

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Monumen 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang oleh Gibran.

Ia juga melakukan penanaman bibit pohon mangga sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dua kegiatan tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi. Monumen menjadi pengingat perjalanan sejarah dan iman masyarakat Kalumpang, sedangkan penanaman pohon menjadi simbol harapan agar alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang pun menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Melalui pesan perdamaian dan toleransi yang disampaikan dalam dua pantunnya, Gibran mengajak masyarakat untuk terus menjaga kehidupan yang harmonis, menghormati perbedaan, serta merawat warisan leluhur.

Dari Tanah Kalumpang, pesan itu kembali mengingatkan bahwa persatuan Indonesia tumbuh dari masyarakat yang mampu hidup berdampingan, menjaga keimanan, menghargai kebudayaan, dan saling menghormati.***

Setia di Garis Rakyat.

Sumber. kompas.com

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

Kabar Selanjutnya

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran
Kabar Istana

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Kabar Istana

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian
Kabar Istana

Gibran Siap Buka-bukaan soal Ijazah, Penggugat Mundur Sebelum Pembuktian

30 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026
PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

2 November 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026

TRENDING

  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Belajar Javanese Stoicism dari Jokowi: Cara Elegan Menghadapi Pembenci

    45 shares
    Share 18 Tweet 11

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.