• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
3 November 2026
in Kabar Istana
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

KONDISI SEKOLAH - Guru yang sedang mengajar di SDN Samak, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Sekolah ini akan dikunjungi Wakil Presiden Gibran.(KOMPAS.COM/SUANDI)

MAMUJU, PROJO.or.id – Di antara rindangnya pepohonan di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berdiri sebuah bangunan sederhana yang menjadi tempat puluhan anak menggantungkan cita-cita. Dindingnya terbuat dari lembaran seng bekas, lantainya masih berupa tanah, sementara atapnya belum dilengkapi plafon.

Bangunan itu adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Samak. Sebuah sekolah yang memperlihatkan kenyataan bahwa perjuangan mendapatkan pendidikan yang layak di sejumlah wilayah pelosok Indonesia masih menghadapi tantangan besar.

KabarLainnya

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Mamuju. Namun, jarak geografis bukan satu-satunya persoalan. Kondisi fasilitas sekolah yang serba terbatas menjadi gambaran perjuangan para guru dan murid dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar setiap hari.

Di ruang kelas yang berdinding seng berkarat, anak-anak tetap datang membawa harapan. Mereka belajar di atas lantai tanah, duduk di kursi dan meja kayu sederhana, serta mengikuti pelajaran di tengah keterbatasan sarana pendidikan.

Ketika musim kemarau tiba, debu dapat beterbangan dari lantai tanah. Saat hujan deras mengguyur, suara air yang menghantam atap seng terdengar memenuhi ruangan. Bahkan, suara guru dari satu kelas dapat terdengar jelas hingga ke kelas lainnya karena pemisah ruangan hanya berupa lembaran kayu dan tripleks seadanya.

Kondisi tersebut menjadi potret nyata kesenjangan fasilitas pendidikan yang masih perlu mendapat perhatian serius.

Kunjungan Gibran, Membawa Perhatian ke Pelosok

Pada Senin (2/11/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat. SDN Samak masuk dalam agenda peninjauan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.30 WITA, di Lingkungan Samak, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Gibran di dua kabupaten, yakni Mamasa dan Mamuju.

Sebelumnya, Wapres mengunjungi SMAN 1 Mamasa untuk melihat kondisi pendidikan. Ia juga dijadwalkan meninjau pembangunan RSUD Kondosapata, menghadiri perayaan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, serta berdialog dengan petani di sentra pembibitan kakao.

Rangkaian agenda itu memperlihatkan cakupan perhatian pemerintah terhadap sejumlah sektor pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, keagamaan hingga pertanian.

Khusus SDN Samak, kondisi bangunan sekolah menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari angka partisipasi sekolah atau kurikulum yang diterapkan. Ketersediaan ruang belajar yang aman, layak, dan mendukung proses pembelajaran juga merupakan kebutuhan mendasar.

Kehadiran Wakil Presiden di sekolah pelosok seperti SDN Samak diharapkan dapat membawa persoalan fasilitas pendidikan daerah ke tingkat perhatian pemerintah pusat.

Semangat Belajar yang Tidak Padam

Di balik dinding seng yang mulai berkarat, ada cerita tentang pengabdian para guru yang tetap menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa.

Keterbatasan fasilitas tidak serta-merta menghentikan kegiatan belajar mengajar. Para guru tetap menyampaikan pelajaran, sementara anak-anak terus berusaha memahami materi di tengah kondisi ruang kelas yang jauh dari ideal.

Meja kayu yang mulai usang, lemari penyimpanan buku yang lapuk, serta fasilitas belajar yang terbatas menjadi bagian dari keseharian mereka.

Namun, sekolah tetap menjadi tempat anak-anak merawat impian. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, anggota TNI, polisi, insinyur, atau profesi lainnya. Cita-cita itu tumbuh tanpa harus menunggu bangunan sekolah berdinding beton.

Persoalannya, semangat anak-anak tersebut seharusnya mendapatkan dukungan fasilitas yang memadai.

Anak-anak di wilayah perkotaan maupun pelosok memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Karena itu, kondisi SDN Samak patut menjadi perhatian bersama agar keterbatasan infrastruktur tidak menjadi penghambat masa depan generasi muda.

Pembangunan Pendidikan Harus Menjangkau Akar Rumput

Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran ke SDN Samak juga membawa pesan penting mengenai pemerataan pembangunan. Negara harus hadir hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, termasuk sekolah-sekolah yang masih menggunakan bangunan darurat.

Perhatian terhadap sekolah seperti SDN Samak perlu ditindaklanjuti melalui pendataan kebutuhan, evaluasi kondisi bangunan, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pembangunan ruang kelas permanen, lantai yang layak, atap yang aman, fasilitas sanitasi, meja dan kursi, serta sarana pembelajaran merupakan kebutuhan yang perlu diperhatikan sesuai kondisi sekolah.

Langkah tersebut membutuhkan sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan instansi terkait.

Bagi masyarakat, kunjungan pejabat negara tentu bukan sekadar peristiwa seremonial. Harapan yang lebih besar adalah adanya tindak lanjut konkret sehingga persoalan yang ditemukan di lapangan dapat memperoleh penyelesaian.

Semangat pemerataan pembangunan juga sejalan dengan cita-cita Indonesia yang ingin memastikan tidak ada anak bangsa tertinggal hanya karena tempat mereka dilahirkan jauh dari pusat kota.

Setia di Garis Rakyat: Pendidikan Layak adalah Hak Semua Anak

Kisah SDN Samak mengingatkan bahwa pembangunan Indonesia sejatinya dimulai dari kehidupan masyarakat di akar rumput.

Kemajuan bangsa tidak hanya terlihat dari gedung-gedung tinggi, jalan tol, kawasan industri, maupun proyek strategis nasional. Kemajuan juga harus hadir dalam ruang kelas sederhana tempat anak-anak pelosok belajar mengeja, membaca, menulis, dan menghitung.

Kehadiran Gibran di Sulawesi Barat menjadi momentum untuk melihat lebih dekat realitas yang dihadapi masyarakat. Dari sekolah berdinding seng di Mamuju, ada pesan bahwa pemerataan pendidikan harus menjadi pekerjaan bersama dan tidak boleh berhenti pada janji.

Anak-anak SDN Samak tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya membutuhkan tempat belajar yang aman dan layak agar dapat mengejar cita-cita seperti anak-anak Indonesia lainnya.

Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh anak-anak yang bersekolah di gedung megah perkotaan. Masa depan bangsa juga tumbuh dari ruang kelas sederhana di pelosok negeri.***

Setia di Garis Rakyat.

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Kabar Selanjutnya

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran
Kabar Istana

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur
Kabar Istana

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026
Kabar Istana

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Kabar Selanjutnya
Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026

TRENDING

  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.