BANDUNG, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa esensi dari seorang pemimpin adalah selalu berada di tengah-tengah masyarakat tanpa mengenal momentum politik. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Barat yang digelar di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung, Sabtu siang (30/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie menyoroti agenda perjalanan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang berencana berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ke Cirebon. Menurutnya, tujuan utama dari safari tersebut sangat murni, yaitu untuk mendengar langsung aspirasi dan menyapa rakyat.
“Pak Jokowi itu pemimpin rakyat. Tujuan beliau keliling Indonesia adalah untuk mendengarkan dan menyapa rakyatnya,” ujar Budi Arie saat ditemui awak media di lokasi acara.
Budi Arie juga mengaku heran dan mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang justru merasa gusar atau heboh dengan aktivitas Jokowi yang aktif turun ke daerah-daerah. Pria kelahiran Jakarta, 20 April 1969 ini mengingatkan bahwa komitmen untuk hadir di tengah masyarakat tidak boleh dibatasi oleh siklus politik pemilu lima tahunan saja.
Menurut mantan Menkominfo ini, kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat harus menjadi bagian dari hidup setiap elemen bangsa, termasuk partai politik dan seluruh organisasi kemasyarakatan. Atas dasar itu pula, PROJO menyambut baik rencana safari Jokowi dan menyatakan siap mengawal serta bekerja sama dengan semua pihak.
“Kita selalu siap. Kita juga siap bekerja sama dengan semua elemen relawan, masyarakat, dan juga partai politik mana pun. Karena kita berpikir bahwa Pak Jokowi ini adalah pemimpin rakyat, pemimpin yang benar-benar berpikir untuk kesejahteraan rakyat,” kata Budi Arie Setiadi.
Tegaskan Sikap Politik: Setia Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Selain membahas agenda kepedulian terhadap rakyat, Budi Arie Setiadi juga mempertegas arah politik organisasi saat ini. Ia menyatakan bahwa PROJO memegang teguh sikap politik untuk mendukung penuh jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Posisi ini (mendukung Prabowo-Gibran) tidak boleh kita tinggalkan,” tegas Budi Arie dalam arahannya yang disambut antusias oleh para peserta Konferda.
Konsolidasi Nasional: Jaga Marwah dan Kekuatan Organisasi
Lebih lanjut, Budi Arie menjelaskan bahwa Konferda PROJO Jawa Barat ini merupakan bagian dari langkah taktis dalam rangka konsolidasi nasional organisasi. Agenda konsolidasi ini juga merupakan mandat resmi yang diamanatkan dalam Kongres Ketiga PROJO pada tahun 2025 lalu.
Bagi Budi Arie, kemampuan untuk melakukan konsolidasi yang berkelanjutan merupakan salah satu barometer utama dari marwah dan kekuatan sebuah organisasi. Ia pun mengapresiasi loyalitas dan eksistensi seluruh kader PROJO yang terus eksis di panggung politik tanah air.
“Menyapa rakyat harus tiap hari, begitu loh. Kita harus mendengarkan semua yang terjadi di masyarakat tiap hari. Bukan cuman mau 5 tahun sekali baru menyapa rakyat, baru mau nemui rakyat. Enggak bisa begitu dong,” tuturnya sebelum membuka acara.
“Di tengah segala keterbatasan, PROJO masih menjadi bagian penting dalam dinamika politik nasional. PROJO selalu mewarnai politik nasional, dari dunia maya hingga dunia nyata,” pungkas Budi Arie yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari seluruh peserta.
Konferda PROJO Jabar ini dihadiri oleh jajaran pengurus daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat guna menyolidkan barisan, merumuskan langkah strategis, sekaligus mengawal agenda-agenda kerakyatan ke depan.***











