JAKARTA, PROJO.or.id — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-12 PROJO digelar secara sederhana namun berlangsung meriah di Kantor DPP PROJO, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Suasana peringatan terlihat semarak dengan berjejer karangan bunga ucapan selamat Harlah ke-12 PROJO di sekitar kantor DPP PROJO. Sejumlah kader, simpatisan dari sejumlah daerah, serta perwakilan relawan Jokowi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran para pengurus daerah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperlihatkan eksistensi jaringan PROJO yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam momentum Harlah ke-12 ini, PROJO juga menggelar doa bersama untuk masyarakat yang terdampak bencana, khususnya saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Doa bersama dipimpin Ustaz Suharmi, Ketua PROJO Kota Bekasi. Para peserta mendoakan agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan, keselamatan, kesehatan, serta ketabahan dalam menghadapi situasi yang terjadi.
Freddy Alex Damanik: PROJO Harus Bertransformasi
Sekretaris Jenderal PROJO Freddy Alex Damanik mengatakan usia 12 tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk melakukan transformasi.
Menurut Freddy, transformasi tersebut harus tetap berlandaskan nilai keberanian, pengabdian kepada bangsa dan negara, nasionalisme, serta patriotisme.
“Mulai sekarang PROJO harus bertransformasi. Nilai keberanian, pengabdian kepada bangsa dan negara, nilai-nilai dari Pak Jokowi, nilai-nilai dari Pak Prabowo, nasionalisme, patriotisme, itulah yang terus kita bangun dan kita pegang di dalam perjuangan kita,” ujar Freddy.
Ia menegaskan transformasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi perjuangan PROJO, melainkan memperkuat organisasi agar mampu menjawab tantangan bangsa ke depan.
Utje Gustaaf Patty: Transformasi PROJO Sebuah Keniscayaan
Mantan Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Utje Gustaaf Patty, menilai transformasi PROJO merupakan sebuah keniscayaan.
Menurutnya, tidak banyak organisasi relawan yang mampu bertahan dan berkembang dalam waktu panjang seperti PROJO.
“Transformasi adalah sebuah keniscayaan. Tidak banyak entitas yang bisa bertahan seperti yang dilakukan oleh PROJO,” kata Utje.
Ia juga menilai PROJO saat ini menjadi salah satu entitas relawan terbesar yang masih memiliki jaringan dan pengaruh kuat.
“Salut, entitas relawan yang paling besar saat ini. Banyak beban jatuh ke PROJO. Tetap menjadi leader karena itu yang banyak diharapkan oleh teman-teman relawan,” ujarnya.
Utje berharap PROJO mampu mempertahankan posisi kepemimpinannya di tengah perubahan lanskap politik dan dinamika gerakan kerelawanan.
Sigit Widyawan: Leadership PROJO Teruji
Sementara itu, Sigit Widyawan yang turut hadir dalam peringatan HUT ke-12 PROJO mengapresiasi kepemimpinan organisasi di bawah Ketua Umum Budi Arie Setiadi.
Menurut Sigit, keberadaan PROJO hingga saat ini menunjukkan bahwa organisasi tersebut memiliki kepemimpinan yang teruji sekaligus basis organisasi yang mengakar.
“Bersama Budi Arie Setiadi, PROJO leadership-nya teruji ya. Jadi betul-betul mengakar dan terbukti eksis sampai dengan sekarang. Itu yang saya kenal, PROJO dari dulu sampai sekarang,” ungkap Sigit.
Ricky Tamba Ungkap Peran PROJO dalam Pilpres 2024
Jaringan aktivis 98 Ricky Tamba mengungkapkan pengalamannya ketika mulai berkomunikasi dengan PROJO menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Ia mengatakan, pada saat itu pihaknya melihat pentingnya dukungan jaringan relawan Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran.
“Saya teringat dua tahun atau tiga tahun yang lalu, pertama kali datang ke PROJO. Kita datang melobi PROJO lah. Karena kita sudah hitung-hitungan,” kata Ricky.
Menurut Ricky, pada saat itu dukungan relawan Jokowi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperbesar peluang kemenangan Prabowo.
“Waktu itu kalau Pak Prabowo maju tanpa bareng dukungan dari teman-teman relawan Jokowi, mungkin captive market-nya 40-45 persen. Jadi kalau mau menang satu putaran, maka harus gandeng Pak Jokowi dan keluarganya,” ujarnya.
Ricky menilai PROJO menjadi salah satu pintu penting dalam membangun komunikasi dengan jaringan Jokowi.
“Nah, cara mendekati Pak Jokowi selanjutnya lewat teman-teman dalam PROJO,” katanya.
Peringatan Harlah ke-12 tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PROJO untuk memperkuat konsolidasi internal, merawat jaringan relawan, serta menegaskan kembali komitmen organisasi terhadap nilai nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa dan negara.***









