JAKARTA, PROJO.or.id — Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hadir bersama dalam prosesi akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden (Kasespri) Prabowo, Rizky Irmansyah, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Dalam prosesi tersebut, Prabowo dan Jokowi dipercaya menjadi saksi akad nikah Rizky Irmansyah dengan Chika Yenalovi.
Berdasarkan foto yang beredar dari pihak panitia, Prabowo dan Jokowi tampak duduk berhadapan di meja akad. Keduanya terlihat mengenakan beskap berwarna biru dongker dan peci hitam.
Di antara keduanya, Rizky dan Chika tampak berpose sambil memperlihatkan buku nikah setelah prosesi ijab kabul berlangsung.
Kehadiran dua tokoh nasional tersebut memberikan makna tersendiri bagi pasangan pengantin. Prabowo merupakan sosok yang memiliki hubungan profesional panjang dengan Rizky, yang telah mendampingi Prabowo sebagai sekretaris pribadi selama lebih dari satu dekade.
Sementara kehadiran Jokowi turut menambah kekhidmatan acara, mengingat Jokowi merupakan Presiden RI yang memimpin Indonesia selama dua periode sebelum Prabowo melanjutkan kepemimpinan nasional.
Prosesi akad berlangsung dalam suasana haru dan sakral. Kehadiran Prabowo dan Jokowi tidak hanya menjadi perhatian karena keduanya merupakan pemimpin dan mantan pemimpin negara, tetapi juga karena keduanya secara langsung menjadi bagian dari momen penting dalam kehidupan pribadi Rizky dan Chika.
Pernikahan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan menteri. Kehadiran para tokoh negara menunjukkan kedekatan serta hubungan personal dan profesional yang terjalin di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo.
Bagi Rizky, kehadiran Prabowo dan Jokowi sebagai saksi akad menjadi sebuah kehormatan sekaligus kenangan penting dalam perjalanan hidupnya bersama Chika.
Momen kebersamaan Prabowo dan Jokowi dalam acara tersebut juga memperlihatkan suasana hangat di luar agenda kenegaraan, ketika keduanya hadir untuk memberikan dukungan kepada salah satu orang yang selama ini berada dekat dengan lingkaran kepemimpinan nasional.***











