JAKARTA, PROJO.or.id — PROJO menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker di sejumlah wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Lampung.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons langsung PROJO untuk membantu masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya terpantau mencapai sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra. Berdasarkan pemantauan BMKG melalui citra satelit Himawari-9 pada 7 September 2026, abu vulkanik terdeteksi pada lapisan atmosfer hingga ketinggian 50.000 kaki. Pada lapisan lebih rendah, sebaran abu mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Kondisi tersebut sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan. BMKG pada 7 September menyebut sebaran abu vulkanik berdampak langsung terhadap penutupan sementara delapan bandara di Jawa dan Sumatra sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan.
Pada Selasa (8/9/2026), BMKG menyatakan sejumlah bandara telah kembali beroperasi setelah pemeriksaan paper test menunjukkan hasil negatif terhadap abu vulkanik. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi ruang udara dan landasan aman.
PROJO Hadir di Tengah Masyarakat
Di tengah situasi tersebut, PROJO memilih mengambil langkah sederhana tetapi langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, yakni membagikan masker.
PROJO menilai perlindungan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Masker menjadi salah satu langkah praktis untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
“PROJO Peduli. Bergerak, berbagi, dan hadir bersama masyarakat.”
Aksi pembagian masker dilakukan di sejumlah titik di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Lampung yang menjadi bagian dari wilayah yang sebelumnya terdampak atau berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari semangat PROJO untuk memastikan keberadaan organisasi tidak hanya hadir dalam ruang politik, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan dan membutuhkan dukungan secara langsung.
View this post on Instagram
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan kacamata pelindung karena abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan Badan Geologi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta perubahan arah sebaran abu.
Badan Geologi sendiri masih menetapkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga dan meminta masyarakat maupun pemerintah daerah mengikuti perkembangan serta rekomendasi resmi terkait aktivitas gunung api tersebut.
PROJO mengajak masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kondisi abu vulkanik masih berpotensi terjadi.
Bagi PROJO, kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada pernyataan. Dalam situasi kebencanaan, kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
PROJO Peduli. Bergerak, berbagi, dan hadir bersama masyarakat.***













