JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki basis pemilih loyal (strong voter) yang kuat. Menurutnya, pengaruh politik Jokowi tidak hilang meskipun saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Budi Arie menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara di kanal YouTube Tutur TV. Ia meyakini dukungan dari masyarakat akar rumput (grassroot) terhadap Jokowi masih terjaga.
“Saya itu masih yakin strong voter Pak Jokowi masih tinggi,” kata Budi Arie.
Saat ditanya apakah arus dukungan akar rumput masih kuat, Budi menjawab tegas bahwa dukungan tersebut masih ada. Ia bahkan menyebut Jokowi sebagai sosok yang merepresentasikan rakyat dalam proses demokrasi Indonesia.
“Masih kuat. Karena Pak Jokowi ini rakyat. Kenapa Pak Jokowi susah disingkirkan dari panggung politik Indonesia? Demokrasi ada rakyat. Pak Jokowi rakyat. Rakyat Jokowi,” ujarnya.
Budi Arie kemudian menjelaskan bahwa kekuatan politik tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, kekuasaan formal, maupun kepemilikan sumber daya. Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting yang dapat terus melekat pada seorang tokoh.
“Gimana mau menghilangkan rakyat dalam proses demokrasi di Indonesia? Karena simbol rakyat itu ada di Pak Jokowi,” katanya.
Ia mengakui, Jokowi saat ini tidak lagi memiliki jabatan sebagai presiden. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menghapus rekam jejak dan hubungan politik yang telah dibangun bersama masyarakat selama bertahun-tahun.
Budi Arie mengingatkan kembali perjalanan Jokowi sebelum Pemilihan Presiden 2014. Saat itu, Jokowi dinilai belum memiliki dukungan logistik maupun akses media yang memadai. Namun, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam perjalanan politiknya.
“Ketika sebelum 2014, khususnya 2012, 2013, Pak Jokowi juga enggak punya apa-apa. Enggak punya logistik yang memadai, media enggak punya. Tapi karena di hati rakyat kan, dipercaya rakyat,” tutur Budi.
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi salah satu unsur mendasar dalam politik. Ia menilai hubungan Jokowi dengan masyarakat tidak semata-mata terbentuk karena jabatan yang pernah diembannya.
“Politik itu dipercaya rakyat. Pak Jokowi masih dipercaya,” tegasnya.
Dalam wawancara tersebut, Budi Arie juga menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang tidak melupakan latar belakang kehidupannya sebagai orang kampung dan orang desa.
Ia mengutip ungkapan yang menggambarkan identitas Jokowi tersebut.
“Aku masih seperti yang dulu. Masih orang kampung. Masih orang desa,” ujar Budi Arie.
Pernyataan itu memperlihatkan pandangan Budi Arie mengenai sumber pengaruh politik Jokowi. Baginya, dukungan masyarakat dan kepercayaan akar rumput merupakan faktor yang tetap relevan dalam demokrasi, terlepas dari apakah seorang tokoh sedang memegang jabatan pemerintahan atau tidak.
Bagi PROJO, demokrasi harus tetap menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Karena itu, dinamika politik nasional perlu memberi ruang bagi aspirasi masyarakat dan menghormati pilihan politik yang disampaikan melalui mekanisme demokrasi.***
PROJO – Setia di Garis Rakyat.










