• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
31 Oktober 2026
in Video
Waktu Baca: 3 menit
A A
0

JAKARTA, PROJO.or.id  – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak menyia-nyiakan momentum menuju Indonesia Emas 2045 dengan mempertahankan konflik dan pertikaian politik yang tidak produktif.

Menurut Budi Arie, Indonesia sedang berada dalam periode penting yang menentukan apakah bangsa ini mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara maju pada 2045.

Hal tersebut disampaikan Budi Arie dalam perbincangan di kanal YouTube Risty Cast. Ia menilai, Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua dekade untuk memaksimalkan peluang menjadi negara maju.

“Jangan sia-siakan waktu 20 tahun ini. Karena setiap negara, setiap bangsa di dunia itu cuma punya kesempatan 500 tahun sekali. Indonesia cuma punya 20 tahun. Jangan sia-siakan waktu yang kita miliki bangsa ini dengan pertikaian-pertikaian yang enggak perlu,” ujar Budi Arie.

KabarLainnya

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

Sekjen PROJO Freddy Damanik: Gibran Fokus Kerja untuk Rakyat, Jangan Terjebak Polemik Tak Berujung

Ia mengingatkan, perdebatan politik yang terus berkutat pada persoalan masa lalu, termasuk polemik ijazah dan persoalan personal antarelite, berpotensi mengalihkan perhatian bangsa dari agenda besar pembangunan.

Budi Arie menilai, tantangan Indonesia ke depan jauh lebih besar dibandingkan sekadar perdebatan politik yang tidak menghasilkan lompatan kemajuan.

Menurutnya, Indonesia harus mulai lebih serius membicarakan masa depan, seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, teknologi humanoid, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Kalau kita masih bertikai soal ijazah, soal hal-hal yang masa lalu, sakit hati, baper politik, kita kehilangan kesempatan menjadi negara maju di 2045,” katanya.

Persatuan Prabowo-Jokowi untuk Kepentingan Bangsa

Dalam perbincangan tersebut, Budi Arie juga menegaskan pentingnya persatuan antarelite politik nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ia menyebut PROJO memiliki pandangan bahwa persatuan nasional merupakan modal penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Budi Arie mengaku senang apabila para pemimpin dan tokoh politik nasional dapat menjaga hubungan baik dan bersatu demi kepentingan bangsa.

“Pak Prabowo, Pak Jokowi, Pak SBY, Bu Mega, siapapun elite-elite politik kita kalau bersatu saya senang. Karena rakyat suka rindu elite yang bersatu,” ujarnya.

Ia menegaskan, persatuan tidak semata-mata harus dimaknai sebagai kepentingan mempertahankan kekuasaan atau membangun kesepakatan politik.

Lebih dari itu, persatuan harus memiliki orientasi yang jelas, yakni kepentingan negara, bangsa, dan rakyat.

“Selama beliau-beliau ini melihat kita punya tanggung jawab sejarah, ini tinggal 20 tahun lagi, 2045. Warisan apa yang mau kita berikan kepada bangsa dan negara untuk anak cucu kita ke depan,” kata Budi Arie.

MBG dan Kopdes Merah Putih Perlu Perbaikan Tata Kelola

Selain berbicara mengenai persatuan politik dan Indonesia Emas 2045, Budi Arie turut menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki landasan konstitusional yang kuat karena berkaitan dengan amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dan tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan rakyat.

Namun, menurutnya, persoalan MBG terletak pada filosofi dan desain implementasinya.

Budi Arie menilai program sosial semestinya menggunakan ukuran keberhasilan berupa ketepatan sasaran, manfaat, dan dampak bagi masyarakat. Bukan semata-mata menggunakan pendekatan keuntungan seperti dalam kegiatan bisnis.

“Program sosial itu KPI-nya, ukurannya adalah tepat sasaran, bermanfaat, berdampak. Bukan yang lain KPI-nya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi manfaat program. Menurutnya, kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, terutama masyarakat miskin dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), harus menjadi prioritas.

Karena itu, Budi Arie berpandangan bahwa MBG tidak perlu dihentikan. Yang diperlukan adalah pembenahan desain operasional agar tujuan sosial program tersebut benar-benar tercapai.

Sementara mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Budi Arie mengingatkan agar prinsip dasar koperasi tidak ditinggalkan.

Ia menjelaskan, koperasi pada dasarnya merupakan gerakan ekonomi dan kumpulan orang yang bertumpu pada partisipasi anggota. Karena itu, pembangunan koperasi tidak boleh hanya mengandalkan pendekatan komando dari atas.

“Koperasi itu gerakan. Yang kedua, koperasi itu kumpulan orang. Jadi watak gerakannya ada dan basisnya adalah anggota. Nah, kalau ada basisnya anggota, ada partisipasi. Bukan komando,” jelasnya.

Menurut Budi Arie, masyarakat desa harus dilibatkan sejak awal dalam menentukan kebutuhan dan arah pengembangan koperasi. Sebab, masyarakat setempat merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan wilayahnya.

Ia mengingatkan, koperasi yang dibangun tanpa partisipasi masyarakat berisiko kehilangan rasa memiliki dari para anggotanya.

“Koperasi itu milik rakyat. Bukan rakyat jadi penonton. Kalau masalahnya rakyat jadi penonton, ya salah dong. Emangnya nonton konser,” ujarnya.

Loyalitas Politik Harus Berpihak kepada Rakyat

Dalam sesi tanya jawab mengenai sejumlah isu politik, Budi Arie juga menegaskan bahwa loyalitas politik memiliki batas dan harus tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ia menyatakan setuju dengan pandangan bahwa loyalitas politik tidak boleh mengalahkan kepentingan bangsa dan negara.

“Yang terpenting loyalitas kita untuk negara dan rakyat,” katanya.

Mengenai isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Budi Arie menyatakan tidak setuju. Ia menilai Gibran masih memiliki masa depan politik yang panjang dan mempertanyakan dasar dari wacana pemakzulan tersebut.

Ia juga memandang bahwa polemik mengenai ijazah Gibran merupakan bagian dari dinamika politik yang tidak semestinya menghabiskan energi bangsa.

Bagi Budi Arie, demokrasi tetap memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tetap menghindari hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

Menutup perbincangan, Budi Arie kembali mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih memperhatikan tantangan Indonesia menuju 2045.

Ia berharap energi politik nasional tidak habis untuk konflik elite, tetapi diarahkan pada agenda pembangunan yang membawa Indonesia naik kelas menjadi negara maju.

“Kalau kita ngomong Indonesia, yuk ke sana. Kita ingin bangsa kita ini maju, lebih dihormati, lebih naik kelas. Sudah, kita tujuannya ke sana,” pungkasnya.***

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Budi Arie: Isu Pemakzulan Terlalu Berisiko bagi Negara, Rakyat Sudah Memutuskan di Pemilu

Kabar Selanjutnya

Budi Arie Sebut Jokowi Sulit Disingkirkan dari Panggung Politik: Beliau Simbol Rakyat

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui
Video

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026
Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?
Video

Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

30 Oktober 2026
Sekjen PROJO Freddy Damanik: Gibran Fokus Kerja untuk Rakyat, Jangan Terjebak Polemik Tak Berujung
Video

Sekjen PROJO Freddy Damanik: Gibran Fokus Kerja untuk Rakyat, Jangan Terjebak Polemik Tak Berujung

15 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie Sebut Jokowi Sulit Disingkirkan dari Panggung Politik: Beliau Simbol Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie Sebut Jokowi Sulit Disingkirkan dari Panggung Politik: Beliau Simbol Rakyat

31 Oktober 2026
Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

31 Oktober 2026
Budi Arie: Isu Pemakzulan Terlalu Berisiko bagi Negara, Rakyat Sudah Memutuskan di Pemilu

Budi Arie: Isu Pemakzulan Terlalu Berisiko bagi Negara, Rakyat Sudah Memutuskan di Pemilu

31 Oktober 2026
Jokowi Hadiri Konsolidasi Relawan di Solo, Budi Arie: Perkuat Kebersamaan dan Semangat Sumpah Pemuda

Jokowi Hadiri Konsolidasi Relawan di Solo, Budi Arie: Perkuat Kebersamaan dan Semangat Sumpah Pemuda

31 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

30 Oktober 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

30 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Hadiri Konsolidasi Relawan di Solo, Budi Arie: Perkuat Kebersamaan dan Semangat Sumpah Pemuda

    Jokowi Hadiri Konsolidasi Relawan di Solo, Budi Arie: Perkuat Kebersamaan dan Semangat Sumpah Pemuda

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Budi Arie: Isu Pemakzulan Terlalu Berisiko bagi Negara, Rakyat Sudah Memutuskan di Pemilu

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Niat Makzulkan Wapres Gagal, Denny Ajak Prabowo Ikut Konspirasi?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Pimpin PSI, Arah Politik Relawan Akan Lebih Jelas

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie Sebut Jokowi Sulit Disingkirkan dari Panggung Politik: Beliau Simbol Rakyat

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie Ingatkan Elite Politik: Indonesia Hanya Punya 20 Tahun Menuju Negara Maju

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.