JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai kemungkinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapat membuat arah politik para pendukung dan relawan Jokowi semakin jelas.
Menurut Budi Arie, apabila Jokowi menerima tanggung jawab sebagai Ketua Umum PSI, hal tersebut berpotensi menjadi momentum konsolidasi bagi para pendukungnya yang selama ini memiliki kedekatan politik dengan mantan presiden tersebut.
Pandangan itu disampaikan Budi Arie saat menjadi narasumber dalam podcast Bang Don Zuper Opini yang dipandu jurnalis senior Don Bosco Selamun di Tutur TV.
“Ketika Pak Jokowi memutuskan menerima tanggung jawab sebagai Ketua Umum Partai, dalam hal ini PSI, tentu sikap para pendukung Pak Jokowi bisa lebih jelas. Ini bukan soal ego, ini urusan negara, bangsa sama rakyat,” kata Budi Arie.
Budi Arie menilai, kepemimpinan Jokowi di PSI bukan semata-mata persoalan jabatan atau kepentingan politik personal. Lebih dari itu, langkah tersebut dapat menjadi titik temu bagi para pendukung Jokowi untuk menentukan ruang perjuangan politik mereka.
Selama ini, Jokowi memiliki jaringan pendukung yang tersebar di berbagai daerah. Jika kemudian mengambil peran langsung dalam kepemimpinan PSI, arah dukungan politik jaringan tersebut dinilai akan lebih mudah terbaca.
Jokowi dan Peluang PSI Menjadi Partai Besar
Budi Arie juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang PSI apabila dipimpin Jokowi. Ia menilai PSI memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi partai dengan perolehan suara dua digit dalam pemilu mendatang.
“Politik ya, sekali lagi ya. Kadang-kadang nih banyak hal ajaib yang enggak mungkin bisa jadi mungkin. Politik ini kan seni kemungkinan. Bahwa kalau Pak Jokowi yang memimpin, maka PSI akan menjadi partai yang bisa memperoleh double digit,” ujarnya.
Meski demikian, Budi Arie mengingatkan bahwa pencapaian target elektoral tidak cukup hanya mengandalkan figur. Penguatan organisasi, kerja politik di daerah pemilihan, kualitas calon anggota legislatif, serta strategi kampanye tetap menjadi pekerjaan yang harus dilakukan.
Menurutnya, figur Jokowi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika politik PSI, tetapi penguatan partai tetap membutuhkan kerja organisasi yang berkelanjutan.
Politik Relawan dan Dinamika Pemilu 2029
Pernyataan Budi Arie juga memperlihatkan bahwa kemungkinan Jokowi memimpin PSI menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi konfigurasi politik menjelang Pemilu 2029.
Namun, arah politik para relawan dan pendukung Jokowi tidak serta-merta dapat disimpulkan hanya dari wacana tersebut. Keputusan Jokowi, perkembangan internal PSI, serta dinamika politik nasional masih akan menentukan langkah berikutnya.
Bagi Budi Arie, politik merupakan ruang kemungkinan yang terus bergerak. Karena itu, berbagai skenario politik menuju 2029 masih terbuka.
Ia menempatkan kemungkinan Jokowi memimpin PSI sebagai bagian dari dinamika tersebut, sekaligus sebagai momentum yang dapat memperjelas posisi politik para pendukungnya.
Budi Arie menegaskan bahwa orientasi utama perjuangan politik semestinya tetap berpijak pada kepentingan negara, bangsa, dan rakyat. ***

![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-350x250.jpeg)






![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-120x86.jpeg)

