• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Jokowi: Ijazah Saya Bisa Ditunjukkan, tapi Tuduhan Harus Dibuktikan

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
18 September 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
​”Saya Orang Kampung”: Cara Elegan Jokowi Menurunkan Nada di Tengah Riuh Klaim Politik

SOLO, PROJO.or.id — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai polemik ijazah yang selama ini dikaitkan dengan dirinya. Dalam wawancara khusus bersama tim Bocor Alus Politik Tempo, Jokowi menegaskan bahwa pihak yang menuduh ijazahnya palsu semestinya membuktikan tuduhan tersebut.

Wawancara tersebut dilakukan di kediaman pribadi Jokowi di Solo, Jawa Tengah, dalam dua tahap. Pertemuan pertama berlangsung pada 22 Juli 2026 dalam format off the record, sedangkan wawancara on the record dilakukan pada 11 Agustus 2026.

Dalam wawancara itu, Jokowi mengatakan dirinya tidak mempersoalkan apabila ijazahnya ingin dilihat. Namun, ia mempertanyakan dasar dan kewenangan pihak yang menuduh ijazah tersebut palsu.

“Ya, ditunjukkan itu gampang. Tapi menuduh itu yang harus membuktikan,” ujar Jokowi.

Menurut dia, persoalan pembuktian semestinya mengikuti mekanisme hukum. Pihak yang menyatakan sebuah dokumen palsu, kata Jokowi, harus memiliki dasar pembanding serta data primer yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Nanti di pengadilan dia harus membuktikan,” katanya.

Jokowi juga mempertanyakan dasar penelitian pihak-pihak yang menyimpulkan ijazahnya palsu.

“Belum pernah sudah mengatakan palsu, itu pembandingnya apa. Sebagai peneliti, data primer yang dimiliki apa. Dan kewenangannya dia apa,” ujar Jokowi.

 

View this post on Instagram

 

Demo dan Permintaan Ijazah Asli

Jokowi kemudian menceritakan pengalaman ketika sejumlah orang melakukan demonstrasi di depan kediamannya dan meminta melihat ijazah asli.

Ia mengatakan sempat meminta tiga orang dari kelompok tersebut masuk untuk menyampaikan langsung permintaan mereka.

“Kesini timnya. Demo di depan, saya suruh masuk tiga orang, juga meminta ijazah asli saya. Lu kewenangan Bapak Ibu apa? Meminta ijazah asli saya,” tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, persoalan tersebut berbeda apabila permintaan dokumen dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam rangka proses penyelidikan atau penyidikan.

“Kalau yang meminta polisi, sudah saya sampaikan setahun yang lalu,” katanya.

Jokowi menyebut proses hukum terkait persoalan tersebut masih berjalan.

“Dan sekarang masih di kepolisian, dan sekarang mungkin di kejaksaan,” ujar Jokowi.

KabarLainnya

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Menyinggung Teman Satu Angkatan

Jokowi juga mengaitkan polemik tersebut dengan teman-teman satu angkatannya saat menempuh pendidikan.

Ia menyebut terdapat 88 teman satu angkatan. Menurut Jokowi, apabila ijazahnya dinyatakan palsu, maka konsekuensi logis dari tuduhan tersebut juga menyentuh dokumen pendidikan teman-teman satu angkatannya.

“Dan juga ingat, ada 88 teman-teman saya, saya angkatan. Kalau ijazah itu palsu, berarti yang lain-lain juga palsu. Gimana sih?” kata Jokowi.

Ia menilai polemik tersebut menunjukkan adanya kecenderungan untuk melihat persoalan dari prasangka negatif.

“Logika berpikir kita ini karena itu, negative thinking. Selalu berpikiran negatif, berprasangka,” ujarnya.

Jokowi: Ini Urusan Politik

Dalam bagian lain wawancara, Jokowi mengaitkan polemik ijazah tersebut dengan dinamika politik.

“Padahal ini urusan politik ini, kalau saya boleh ngomong,” kata Jokowi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan Jokowi ketika menjelaskan pandangannya terhadap polemik ijazah yang terus bergulir.

Meski demikian, proses pembuktian mengenai keaslian dokumen dan pihak-pihak yang mengajukan tuduhan tetap menjadi ranah institusi yang berwenang.

Bagi Jokowi, tuduhan mengenai keaslian ijazah tidak semestinya dibangun hanya berdasarkan dugaan. Ia menekankan pentingnya data primer, metode pembandingan yang jelas, kewenangan pihak yang melakukan pemeriksaan, serta mekanisme pembuktian melalui proses hukum.

Polemik ijazah Jokowi sendiri telah berlangsung dalam waktu cukup panjang dan menjadi salah satu isu yang berulang dalam ruang publik. Pernyataan terbaru Jokowi kembali menempatkan persoalan tersebut pada dua ranah sekaligus: pembuktian hukum dan dinamika politik.***


Add as Preferred Source

Add as Preferred Source
Tags: JokowiKasus Fitnah Ijazah Jokowi
Share9Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Ditanya Jadi Cawapres Gibran, Budi Arie: Jangan Bikin Gosip, Saya Enggak Mimpi Itu

Kabar Selanjutnya

Gibran Capres atau Cawapres 2029? Budi Arie: Belanda Masih Jauh

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Gibran Capres atau Cawapres 2029? Budi Arie: Belanda Masih Jauh

Gibran Capres atau Cawapres 2029? Budi Arie: Belanda Masih Jauh

Cerita dari Palue: Ketika Seorang ‘Pensiunan’ Datang untuk Mendengarkan dan Merangkul Warga

Cerita dari Palue: Ketika Seorang ‘Pensiunan’ Datang untuk Mendengarkan dan Merangkul Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    535 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.