SOLO, PROJO.or.id – Suasana kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, Jawa Tengah, terasa hangat pada Rabu (28/10/2026) siang. Rombongan mahasiswa dan dosen Universitas Cenderawasih, Papua, datang untuk bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan Jokowi.
Kedatangan rombongan tersebut diwarnai nyanyian dan tarian khas Papua. Sebelum bertemu Jokowi, para mahasiswa dan dosen bernyanyi serta menari bersama dengan penuh semangat.
Lagu-lagu daerah Papua, seperti Sajojo dan Yamko Rambe Yamko, turut menggema ketika rombongan menyambut kedatangan Jokowi. Suasana semakin meriah dengan kehadiran para tamu yang mengenakan beragam pakaian bermotif khas Papua.
Pertemuan itu menjadi momen kebersamaan antara Jokowi dan rombongan dari Tanah Papua yang datang untuk mempererat tali silaturahmi.
Lagu dan Tarian Papua Warnai Pertemuan
Sebelum berkesempatan bertemu Jokowi, rombongan mahasiswa dan dosen Universitas Cenderawasih menunjukkan antusiasme melalui nyanyian dan tarian bersama.
Tradisi budaya yang mereka tampilkan menghadirkan suasana akrab di lingkungan kediaman Jokowi. Lagu dan tarian tersebut sekaligus menjadi ekspresi identitas budaya Papua yang dibawa ke Solo.
Setelah Jokowi hadir, rombongan menyambutnya dengan nyanyian lagu-lagu daerah. Mereka kemudian berkesempatan bersalaman dan mengabadikan momen pertemuan bersama mantan Presiden RI tersebut.
Kehangatan pertemuan itu memperlihatkan bagaimana seni dan budaya dapat menjadi jembatan untuk membangun kedekatan antarmasyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Dari Papua ke Solo, Persaudaraan Tetap Terjaga
Kunjungan mahasiswa dan dosen Universitas Cenderawasih ini menghadirkan gambaran tentang keberagaman Indonesia yang dipertemukan melalui silaturahmi.
Papua memiliki kekayaan bahasa, seni, musik, dan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas nasional. Ketika lagu-lagu Papua dinyanyikan di kediaman Jokowi di Solo, budaya daerah hadir sebagai ruang perjumpaan yang melampaui batas geografis.
Silaturahmi semacam ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan antardaerah tidak hanya dibangun melalui urusan pemerintahan, tetapi juga melalui perjumpaan langsung, penghormatan terhadap budaya, dan persaudaraan.
Bagi PROJO, semangat persatuan dan kebersamaan merupakan bagian penting dalam menjaga Indonesia yang majemuk. Perbedaan suku, bahasa, dan adat istiadat bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekayaan yang perlu dirawat bersama.
Dari Papua hingga Solo, semangat persaudaraan itu menemukan ekspresinya melalui lagu, tarian, dan pertemuan yang hangat.
Papua dan Solo, berbeda daerah, tetap satu Indonesia. Setia di Garis Rakyat.***









