JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi meyakini Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki kebijaksanaan untuk menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan bangsa serta rakyat di atas kepentingan pribadi.
Budi Arie menegaskan, hubungan Jokowi dan Prabowo tidak semestinya dilihat dari sudut pandang ego maupun kepentingan politik kelompok tertentu. Menurutnya, persatuan kedua tokoh tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan pemerintahan dan agenda pembangunan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat berbincang di kanal YouTube Tutur TV. Ia menjelaskan bahwa bersatunya Jokowi dan Prabowo terbukti membawa energi positif dalam kontestasi politik, khususnya pada Pilpres 2024.
Budi Arie mencontohkan sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi daerah kekalahan Prabowo dalam dua pemilu, tetapi berhasil dimenangkan ketika Prabowo dan Jokowi berada dalam satu barisan.
“Di Indonesia Timur dua kali pemilu Pak Prabowo kalah. Termasuk di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah. Begitu Pak Prabowo, Pak Jokowi bersatu, semuanya menang tuh,” ujar Budi Arie.
Ia menyebut kemenangan Prabowo di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga kawasan Indonesia Timur, termasuk Papua, Maluku, dan Sulawesi, sebagai gambaran perubahan kekuatan politik setelah kedua tokoh tersebut bersatu.
Menurut Budi Arie, penggabungan kekuatan Jokowi dan Prabowo justru melahirkan energi positif yang memperluas dukungan masyarakat.
“Penggabungan mereka berdua justru malah menumbuhkan menjadi energi positif. Jawa Tengah contohnya, Jawa Timur,” katanya.
Lebih jauh, Budi Arie mengingatkan bahwa persoalan ego pribadi tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menjaga hubungan baik kedua pemimpin tersebut.
Ia meyakini Jokowi dan Prabowo memiliki kebijaksanaan untuk memahami bahwa kepentingan negara, bangsa, dan rakyat harus ditempatkan di atas segala-galanya.
“Ini kan bukan soal ego. Dan saya yakin presiden-presiden kita ini Pak Jokowi dan Pak Prabowo, itu yang mempunyai wisdom. Ini kan bukan soal ego, ini urusannya negara, bangsa sama rakyat,” tegasnya.
Budi Arie juga mempertanyakan kepentingan apa lagi yang perlu dipertahankan melalui ego pribadi. Menurutnya, Jokowi telah menjalankan tugas sebagai presiden selama dua periode, sedangkan Prabowo kini telah memimpin pemerintahan sebagai Presiden RI.
“Pak Jokowi, dia udah jalanin berlintas sepuluh tahun. Pak Prabowo, dia udah jadi presiden kok. Ego apa lagi?” ujarnya.
Karena itu, Budi Arie menilai fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada pelaksanaan berbagai gagasan dan program pemerintahan Prabowo untuk kepentingan masyarakat.
” Sekarang kan tugas Pak Prabowo adalah bagaimana mengeksekusi pikiran dan idenya untuk rakyat. Masalahnya kan itu,” kata Budi Arie.
Pernyataan Budi Arie tersebut menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan persatuan antarpemimpin nasional. Baginya, kesinambungan hubungan Jokowi dan Prabowo bukan semata persoalan kedekatan politik, melainkan bagaimana kepentingan bangsa dan rakyat tetap menjadi prioritas dalam menjalankan pemerintahan.***











