MAMUJU, PROJO.or.id – Di tengah polemik persyaratan penyetaraan ijazah, putusan Mahkamah Agung (MA) terkait surat keterangan (suket) pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga munculnya dorongan pemakzulan, Gibran tetap menjalankan tugas pemerintahan.
Pada Senin (2/11/2026), Gibran melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat (Sulbar). Ia menyambangi Kabupaten Mamasa dan Mamuju untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta menyerap aspirasi masyarakat.
Kunjungan tersebut memperlihatkan agenda kerja Wakil Presiden tetap berjalan di tengah berbagai perdebatan politik dan hukum yang berkembang di ruang publik.
Di Kabupaten Mamasa, Gibran mengawali kunjungan dengan meninjau kondisi SMAN 1 Mamasa. Ia melihat langsung sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan dan berdialog dengan para siswa mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan.
Dalam kesempatan itu, para siswa menyampaikan aspirasi terkait perlengkapan sekolah, termasuk fasilitas kegiatan belajar mengajar dan musala.
Gibran juga menerima surat berisi daftar kebutuhan sekolah yang disampaikan perwakilan siswa. Ia meminta agar kondisi sekolah mendapatkan perhatian dan perbaikan.
Setelah itu, Gibran mengunjungi RSUD Kondosapata. Di rumah sakit tersebut, ia memeriksa sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, menyapa pasien, serta melihat perkembangan pembangunan gedung baru rumah sakit.
Gibran menekankan bahwa pembangunan rumah sakit tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian gedung. Kesiapan dokter, tenaga medis, peralatan kesehatan, dan kualitas pelayanan juga harus menjadi perhatian.
Pemerintah berharap masyarakat Mamasa nantinya dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai di daerah sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Mamasa, progres pembangunan RSUD Kondosapata telah mencapai sekitar 45 persen pada saat kunjungan tersebut.
View this post on Instagram
Naik Motor Trail Tembus Hujan, Temui Warga Mamuju
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Kabupaten Mamuju. Gibran menghadiri peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, berdialog dengan petani kakao, serta meninjau sejumlah lokasi yang berkaitan dengan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah peninjauan SDN Samak di Mamuju.
Untuk mencapai sekolah tersebut, Gibran harus menggunakan sepeda motor trail yang dikendarai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kendaraan roda dua dipilih karena lokasi sekolah berada di kawasan yang sulit dijangkau mobil.
Hujan deras mengguyur perjalanan menuju sekolah. Setelah turun dari sepeda motor, Gibran melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menyapa dan menyalami warga yang menunggunya.
Meski hujan, masyarakat tetap bertahan untuk bertemu langsung dengan Wakil Presiden. Gibran juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah warga yang menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran turut menaruh perhatian terhadap kondisi infrastruktur pendidikan dan kebutuhan masyarakat, termasuk program bedah rumah.
Menjalankan Amanah Pemerintahan
Kunjungan kerja di Sulawesi Barat menjadi bagian dari agenda Gibran dalam memantau pelaksanaan program pemerintah sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di tengah dinamika persoalan administrasi dan hukum yang menjadi perbincangan publik, agenda kunjungan tersebut juga menunjukkan bahwa pekerjaan pemerintahan tetap mencakup persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, mulai dari sekolah rusak, keterbatasan fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan petani dan warga di daerah.
Bagi masyarakat di wilayah seperti Mamasa dan Mamuju, perhatian terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Kunjungan Gibran tersebut menjadi momentum untuk membawa aspirasi daerah ke tingkat pemerintah pusat agar berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait.
Polemik hukum dan politik mengenai dokumen pendidikan Wakil Presiden masih menjadi bagian dari dinamika publik. Namun, pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat juga tetap menjadi agenda yang harus berjalan.***
Setia di Garis Rakyat.













