JAKARTA, PROJO.or.id – Dukungan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan perkara dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur terus berdatangan. Salah satunya datang dari rombongan relawan asal Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).
Josepina Sidabariba (42), salah seorang relawan yang hadir, tak kuasa menahan haru ketika menceritakan alasannya datang langsung ke PN Jakarta Timur. Dengan mata berkaca-kaca, ia menegaskan kehadirannya bersama rombongan merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk kecintaan dan dukungan kepada Jokowi.
Dalam wawancara dengan Tribun Jakarta, Josepina mengungkapkan rombongan relawan Depok berangkat menggunakan bus dan kendaraan lainnya. Mereka berkumpul sejak pagi sebelum memulai perjalanan menuju Jakarta Timur.
“Kami dari Depok. Tadi sekitar lima mobil besar. Dari Depok kita berangkat, kumpul di Limo sekitar pukul 06.00 WIB. Menunggu teman-teman hadir, kemudian berangkat sekitar pukul 07.30 WIB,” tutur Josepina.
Ia mengaku sudah lama menjadi pendukung Jokowi. Baginya, kehadiran di persidangan bukan sekadar ikut meramaikan suasana, melainkan bentuk sikap untuk membela sosok yang dinilainya telah memberikan kontribusi bagi Indonesia selama dua periode kepemimpinannya.
“Kalau saya pribadi, memang dari dulu pendukung Pak Jokowi. Kami adalah orang-orang yang sepakat menyatakan bahwa membuktikan dua periodenya Pak Jokowi itu tidak main-main. Banyak hal yang dikerjakan oleh Pak Jokowi,” ujarnya.
Josepina mengaku tidak menerima tudingan yang menyebut ijazah Jokowi palsu. Ia berharap proses hukum berjalan dengan baik dan Jokowi tetap kuat menghadapi polemik yang berkembang.
Tegaskan Datang Tanpa Bayaran
Dalam kesempatan tersebut, Josepina juga menegaskan kehadirannya bersama rombongan tidak didasari imbalan maupun bayaran dari pihak mana pun.
Menurutnya, dukungan tersebut murni lahir dari inisiatif dan keyakinan pribadi sebagai relawan.
“Kami inisiatif pribadi, bukan ada bayaran atau bukan ada iming-iming lain. Kami murni adalah pendukung Pak Jokowi. Kami cinta Pak Jokowi, kami sayang Pak Jokowi,” katanya dengan suara bergetar.
Sebagai seorang ibu, ia mengaku merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moral kepada Jokowi. Ia juga menyampaikan dukungan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Saya sebagai seorang ibu tidak terima Pak Jokowi dinyatakan bersalah. Saya mendukung penuh Pak Jokowi dan berharap Pak Jokowi tetap kuat. Begitu juga dukungan kami penuh untuk Pak Gibran,” ungkapnya.
Josepina menyebut kehadiran para perempuan dari Depok merupakan bentuk kasih sayang dan solidaritas kepada Jokowi.
“Ini bentuk cinta kasih kami, wanita-wanita Depok mendukung Pak Jokowi untuk tetap kuat dan maju. Kami rakyat Indonesia, pembela Pak Jokowi siap maju menyatakan Pak Jokowi adalah milik rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ketika ditanya mengenai isu lain yang berkembang terkait relawan dan pihak-pihak di sekitar Jokowi, Josepina memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. Ia menegaskan kedatangannya kali ini khusus untuk memberikan dukungan dalam persidangan.
“Untuk saat ini, saya no comment dulu untuk hal itu. Kami kemarin murni untuk dukungan, support untuk Pak Jokowi dalam sidang hari ini,” pungkasnya.
Kehadiran rombongan relawan Depok tersebut menjadi salah satu gambaran dukungan masyarakat yang datang langsung ke PN Jakarta Timur saat Jokowi memenuhi agenda persidangan sebagai saksi dalam perkara dugaan ijazah palsu.
Bagi Josepina dan rombongannya, perjalanan dari Depok menuju Jakarta Timur merupakan cara menyampaikan dukungan moral sekaligus menunjukkan bahwa polemik yang dihadapi Jokowi masih mengundang perhatian para pendukungnya.***












