JAKARTA, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PROJO memberikan respons tegas terhadap pernyataan Jusuf Kalla yang mengklaim peran besarnya di balik terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden.
PROJO menegaskan bahwa kemenangan kepemimpinan nasional merupakan murni hasil dari mandat dan kepercayaan rakyat Indonesia, bukan hasil kerja individu semata.
Sekretaris Jenderal PROJO, Freddy Alex Damanik, menyatakan bahwa meskipun pihaknya menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang berkontribusi dalam perjalanan demokrasi, narasi mengenai kemenangan Pilpres harus diletakkan pada konteks yang tepat.
“Kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa,” ujar Freddy dalam keterangan resminya, Minggu (19/4).
Fondasi Kepercayaan Publik
Freddy menjelaskan bahwa keberhasilan Jokowi dalam memikat hati pemilih tidak lepas dari rekam jejaknya. Kepemimpinan yang tumbuh dari bawah, kerja nyata di lapangan, serta kedekatan emosional dengan rakyat kecil merupakan faktor kunci yang membangun fondasi kepercayaan publik.
Ia juga menekankan bahwa kemenangan tersebut ditopang oleh pilar-pilar demokrasi yang solid, mulai dari mesin partai politik seperti PDI Perjuangan, militansi organisasi relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas.
Menjaga Narasi Kebangsaan
Lebih lanjut, PROJO mengajak semua pihak untuk menjaga iklim demokrasi dengan membangun narasi kebangsaan yang sehat. Freddy berharap agar proses demokrasi yang besar tidak disederhanakan menjadi sekadar klaim personal.
“Kami mengajak semua pihak untuk tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Freddy menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap kemenangan adalah milik rakyat. “Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” pungkasnya***











