• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Membaca Gestur Gibran Lewat Lensa Stoikisme di Sudut Jalan Dipati Ukur

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
23 April 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Membaca Gestur Gibran Lewat Lensa Stoikisme di Sudut Jalan Dipati Ukur

SUASANA sore di salah satu kedai kopi di bilangan Jalan Dipati Ukur, Bandung, tak pernah sepi. Di area outdoor, suara tawa dan obrolan mahasiswa dari berbagai kampus di sekitarnya berkelindan dengan deru kendaraan yang sesekali melintas.

Aroma kopi yang kuat menguar, bercampur dengan kehangatan udara Bandung yang mulai mendingin.

Di sudut kedai, di bawah pendar lampu gantung yang estetik, duduk tiga mahasiswa yang tampaknya sedang asyik mendiskusikan sesuatu di sela-sela tumpukan buku dan laptop mereka.

Mereka adalah Maya, satu-satunya wanita di meja itu, serta dua rekannya, Leo dan Aris. Di hadapan mereka, gelas-gelas kopi, baik panas maupun es, bersanding dengan camilan sore.

Leo, yang mengenakan kemeja kotak-kotak, tampak menggeser layar ponselnya. Wajahnya serius, tapi matanya berbinar.

“Gila ya, si Gibran. Bapaknya ‘diserang’ tipis-tipis sama Pak JK, dibilang jadi Presiden karena jasanya, dia malah jawab santai banget,” buka Leo, sambil menunjukkan berita terbaru dari Media.

Maya, yang sedang menyeruput es kopi susunya, sedikit memajukan duduknya untuk melihat layar ponsel Leo.

“Bukannya enggak bela, Yo. Justru itu ‘silat’ politik tingkat tinggi. Kalau dia baper, malah makin panas. Dia sebut JK mentor sama idola itu kan cara paling sopan buat bilang: ‘Iya Kek, makasih ya informasinya’.”

Aris, yang dari tadi diam sambil mencoret-coret bukunya, mengangkat wajah. Dia melihat foto Gibran yang sedang berada di Sorong, Papua, dalam layar ponsel Rian.

“Kalian ingat pembahasan kita soal Stoikisme minggu lalu?” tanya Aris tiba-tiba. Maya dan Leo menoleh serempak.

“Lihat deh,” lanjut Aris sambil menunjuk layar ponsel. “Salah satu prinsip utama Stoik itu adalah Dichotomy of Control. Kita harus bisa membedakan mana yang bisa kita kendalikan dan mana yang tidak. Gibran enggak bisa mengendalikan mulut Pak JK atau persepsi orang tentang bapaknya. Itu di luar kendalinya.”

Aris mengambil sendok kecil di samping gelas kopinya, lalu menggambar lingkaran imajiner di atas meja yang agak basah oleh embun gelas es.

“Yang bisa dia kendalikan cuma satu: reaksinya sendiri. Kalau dia marah, dia kalah. Tapi dengan memuji Pak JK sebagai ‘idola’, dia menerapkan Amor Fati—mencintai takdir atau situasi apa pun yang datang, lalu mengubahnya jadi sesuatu yang baik. Dia mengubah serangan jadi jembatan rasa hormat.”

Leo manggut-manggut, mulai tertarik. Maya pun tampak serius menyimak penjelasan Aris.

“Oalah, jadi maksudmu si Gibran ini lagi mempraktikkan ‘seni tidak peduli’ tapi dengan cara yang sangat sopan? Dia nggak membiarkan opini orang lain merusak ketenangan batinnya?” tanya Maya.

“Tepat,” jawab Aris. “Dalam Stoik, kehormatan seseorang itu tidak datang dari apa yang dikatakan orang lain tentang kita, tapi dari bagaimana kita menjaga karakter kita sendiri. Gibran tetap tenang, tetap bekerja di Papua, dan tidak terpancing drama. Itu namanya virtue atau kebajikan.”

Maya tersenyum tipis. “Tapi kalau gue jadi anaknya, jujur aja, agak panas telinga. Tapi ya itu, setelah denger penjelasan Aris, gue baru sadar kalau Gibran ini memang gayanya *stoic* banget. Lempeng, nggak mau buang energi buat hal yang nggak bisa dia ubah.”

“Itu poinnya,” tambah Leo. “Di politik, jawaban paling mematikan itu bukan balik nyubit, tapi cium tangan. Dengan bilang ‘beliau teladan kita semua’, Gibran otomatis mengunci perdebatan. JK mau bilang apa lagi kalau sudah dipuji begitu?”

Sore makin larut di Jalan Dipati Ukur. Suara bising kendaraan yang lewat di jalanan sempit itu seolah menjadi latar musik diskusi mereka.

Di meja kecil itu, berita politik yang berat di Jakarta dan Papua sana, mendadak jadi renyah dibahas bersama aroma kopi dan sedikit asupan filsafat kuno.

“Jadi menurut kalian, Pak Jokowi di rumah bakal bilang apa ke Gibran pas baca berita ini?” tanya Leo iseng.

“Palingan sambil minum jamu, beliau cuma bilang: ‘Yo wis, rapopo‘. Itu juga sudah Stoik banget, kan?” jawab Aris yang disambut tawa keduanya.

Mereka pun kembali fokus ke kopi masing-masing, sementara matahari Bandung perlahan tenggelam di balik atap-atap pemukiman padat di Jalan Dipati Ukur.***

Tags: Gibran Rakabuming RakaPak JK Mentor SayaWakil Presiden RI
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Gibran Rakabuming: Pak JK Itu Mentor dan Idola Saya!

Kabar Selanjutnya

Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo
Kabar Rakyat

Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

24 April 2026
“Gak Usah Ikut Ribet, Sing Penting Dapur Ngebul”: Jurus Emak Menepis Badai Provokasi Global
Kabar Rakyat

“Gak Usah Ikut Ribet, Sing Penting Dapur Ngebul”: Jurus Emak Menepis Badai Provokasi Global

1 April 2026
Secangkir Arabica Coffee dan Harapan di Tengah Badai Energi: Catatan dari Sudut Buah Batu Bandung
Kabar Rakyat

Secangkir Arabica Coffee dan Harapan di Tengah Badai Energi: Catatan dari Sudut Buah Batu Bandung

31 Maret 2026
Kabar Selanjutnya
Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Di Balik Fenomena “Termul”, Sekjen PROJO Ungkap Arahan Solo untuk Menjaga Kondusivitas Kawal Keberlanjutan Bangsa

    Di Balik Fenomena “Termul”, Sekjen PROJO Ungkap Arahan Solo untuk Menjaga Kondusivitas Kawal Keberlanjutan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Arie Pimpin Diskusi Dwi Mingguan DPP PROJO: Bahas PSN, Dampak Geopolitik, hingga Konsolidasi di 38 Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketum PROJO Budi Arie Cium Aroma Adu Domba di Balik Isu Ijazah Jokowi: Ada yang Cari Panggung!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Gestur Gibran Lewat Lensa Stoikisme di Sudut Jalan Dipati Ukur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekjen PROJO: Klaim Jusuf Kalla Tidak Mewakili Realitas Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Ketum PROJO Budi Arie Cium Aroma Adu Domba di Balik Isu Ijazah Jokowi: Ada yang Cari Panggung!
Kabar Nasional

Ketum PROJO Budi Arie Cium Aroma Adu Domba di Balik Isu Ijazah Jokowi: Ada yang Cari Panggung!

Oleh Tim Redaksi
24 April 2026
0

JAKARTA, PROJO.or.id – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, angkat bicara mengenai polemik ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo...

Selengkapnya
Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

Wujud Terpikat Kepedulian Jokowi, Warga Alor Jauh-jauh Datangi Kediaman Presiden ke-7 di Solo

24 April 2026
Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

Hentikan Adu Domba Tokoh Bangsa, Projo dan Pihak JK Sepakat Jaga Kondusivitas Nasional

24 April 2026
Membaca Gestur Gibran Lewat Lensa Stoikisme di Sudut Jalan Dipati Ukur

Membaca Gestur Gibran Lewat Lensa Stoikisme di Sudut Jalan Dipati Ukur

23 April 2026
Gibran Rakabuming: Pak JK Itu Mentor dan Idola Saya!

Gibran Rakabuming: Pak JK Itu Mentor dan Idola Saya!

23 April 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.