• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
15 Mei 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Djoni Suherman, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PROJO Jawa Barat

KABAR membaiknya kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tentu menjadi kebahagiaan bagi rakyat Indonesia. Rencana beliau kembali menyapa masyarakat di berbagai daerah mulai Juni 2026 menghadirkan semangat baru bagi banyak kalangan yang selama ini merindukan gaya kepemimpinan sederhana, merakyat, dan penuh kerja nyata.

Namun di tengah antusiasme tersebut, publik justru disuguhi dinamika yang kurang produktif. Muncul klaim-klaim politik yang seolah ingin memonopoli kedekatan dengan Jokowi.

Ada yang merasa paling berhak mengatur agenda beliau, ada pula yang mencoba membangun persepsi seolah Jokowi hanya berada dalam lingkaran kelompok tertentu.

Padahal sejak awal, Jokowi adalah milik rakyat.

Jokowi Tumbuh dari Rakyat, Bukan dari Elitisme Politik

Salah satu kekuatan utama Jokowi selama ini adalah kemampuannya menembus sekat politik formal. Beliau lahir dari bawah, tumbuh bersama rakyat kecil, dan membangun kepercayaan publik melalui kerja konkret, bukan retorika berlebihan.

Karena itu, sangat tidak tepat jika ada pihak yang mencoba membatasi ruang gerak atau kedekatan Jokowi hanya dalam bingkai kepentingan kelompok tertentu. Figur Jokowi terlalu besar untuk dikerdilkan menjadi sekadar simbol organisasi atau alat legitimasi politik.

Bagi PROJO, hubungan dengan Jokowi bukan hubungan musiman. PROJO lahir dari semangat perjuangan panjang yang telah berjalan sejak awal perjalanan politik beliau. Ikatan itu dibangun bukan karena kekuasaan, tetapi karena kesamaan visi tentang Indonesia yang maju, bekerja, dan berpihak pada rakyat.

Namun justru karena kedekatan historis itulah, PROJO memahami bahwa loyalitas sejati tidak perlu dipertontonkan secara berlebihan.

Meneladani Sikap Jokowi

Selama dua periode memimpin Indonesia, Jokowi memperlihatkan karakter kepemimpinan yang sangat khas.

Beliau tidak sibuk membalas serangan politik dengan kemarahan. Tidak larut dalam konflik verbal. Tidak membangun jarak dengan rakyat. Jokowi memilih menjawab kritik dengan kerja.

Saat dihina, beliau tetap tenang.

Saat difitnah, beliau tetap fokus bekerja.

Saat banyak pihak sibuk membangun pencitraan, beliau justru turun langsung memastikan pembangunan berjalan.

Inilah karakter yang seharusnya diwarisi oleh seluruh pendukung Jokowi, termasuk relawan, kader, maupun simpatisan. Politik kerja nyata jauh lebih penting daripada politik klaim kedekatan.

Karena sejatinya, rakyat tidak membutuhkan elite yang sibuk berebut panggung. Rakyat membutuhkan gerakan yang tetap bekerja, tetap hadir, dan tetap mengawal pembangunan.

Jangan Rusak Semangat Persatuan

Dukungan terhadap Jokowi seharusnya menjadi energi persatuan, bukan sumber kompetisi internal. Sangat ironis jika atas nama loyalitas justru muncul diksi arogan, saling menyerang, atau upaya merasa paling benar sendiri.

Budaya politik seperti itu bertolak belakang dengan semangat Jokowi yang selama ini dikenal sederhana, santun, dan inklusif.

Indonesia hari ini membutuhkan konsolidasi besar untuk menghadapi tantangan ekonomi global, transformasi digital, ketahanan pangan, hingga visi besar Indonesia Emas 2045. Energi bangsa tidak boleh habis hanya untuk memperdebatkan siapa yang paling dekat dengan Jokowi secara formal.

Yang lebih penting adalah siapa yang paling konsisten menjaga semangat pengabdian kepada rakyat.

Mengawal Keberlanjutan Indonesia

Hari ini estafet kepemimpinan nasional berada di tangan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tugas seluruh elemen bangsa adalah memastikan keberlanjutan pembangunan berjalan dengan baik.

PROJO memahami bahwa perjuangan tidak berhenti pada satu momentum politik. Pengabdian kepada rakyat harus terus berjalan, melintasi pergantian pemerintahan dan dinamika politik apa pun.

Karena itu, fokus utama saat ini bukanlah perang klaim atau perebutan simbol politik. Fokus utama adalah menjaga legacy pembangunan Jokowi tetap hidup melalui kerja nyata, solidaritas sosial, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang paling keras mengaku dekat dengan seorang pemimpin. Sejarah mencatat siapa yang paling tulus melanjutkan nilai perjuangannya.***

Djoni Suherman, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PROJO Jawa Barat

Tags: Djoni SuhermanKetua DPD Projo Jawa Barat
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang
Opini

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

15 Mei 2026
Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500
Opini

Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500

14 Mei 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?

12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

    Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Harapan Warga Bogor, Budiyanto Minta Petunjuk Jokowi Soal SK Kawasan Hutan 2014

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halaman Kantor PROJO Jadi Saksi Geliat Ekonomi Kreatif Pemuda Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Arie: Kritik yang Tidak Berdasar Justru Membuat Tokoh Semakin Bersinar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung
Opini

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Oleh Tim Redaksi
15 Mei 2026
0

KABAR membaiknya kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tentu menjadi kebahagiaan bagi rakyat Indonesia. Rencana beliau kembali menyapa masyarakat...

Selengkapnya
PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

15 Mei 2026
Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

Sekjen PROJO: Pak Jokowi Milik Rakyat, Bukan Objek Perebutan!

15 Mei 2026
Jokowi Hadiri Puncak Acara Musyawarah Rakyat di Istora

Jokowi Siap Sapa Rakyat Mulai Juni, PROJO: Kami Selalu Setia Mengawal Agenda Bapak!

15 Mei 2026
Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

15 Mei 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.