• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
14 Mei 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500

​GEJOLAK ekonomi global kembali menempatkan nilai tukar Rupiah pada posisi yang menantang. Saat ini, angka kurs telah menyentuh Rp17.500 per USD, sebuah angka yang secara otomatis mengubah peta permainan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air.

Namun, layaknya dua sisi mata uang, kondisi ini menciptakan garis pemisah yang jelas: ada yang terjepit dalam tekanan, namun ada pula yang justru menemukan momentum emas untuk melompat lebih tinggi.

​Grup Pemenang: Memanen Dollar di Tanah Lokal

​Bagi sebagian pelaku usaha, melemahnya nilai tukar adalah “angin segar” yang tak terduga. Mereka yang berada di zona aman ini umumnya memiliki karakteristik pendapatan berbasis valuta asing (USD) atau sangat kuat dalam penggunaan bahan baku lokal.

​Pahlawan Ekspor dan Wisata: Sektor perkebunan seperti kopi, kakao, dan rempah kini berada di atas angin karena harga jual dipatok USD sementara biaya produksi tetap dalam Rupiah.

Hal serupa dirasakan oleh pengrajin furniture kayu dan rotan, di mana barang mereka menjadi jauh lebih murah dan kompetitif di mata buyer internasional. Sektor pariwisata pun kebanjiran turis asing yang membawa Dollar, memberikan keuntungan lebih bagi homestay dan kuliner lokal.

​Penyedia Jasa Digital: Para freelancer desain, IT, hingga virtual assistant yang bekerja untuk klien luar negeri kini menikmati peningkatan pendapatan secara otomatis tanpa perlu menaikkan tarif jasa mereka.

​Substitusi Impor: Ketika barang impor menjadi mahal, konsumen cenderung beralih ke produk dalam negeri. Di sinilah fashion lokal dan industri makanan olahan seperti sambal dan keripik mendapatkan momentum untuk merebut pasar yang ditinggalkan produk luar.

​Grup yang Tertekan: Terjepit Biaya Produksi

​Di sisi lain, awan mendung menyelimuti pelaku UMKM yang ketergantungan impornya tinggi namun pasar penjualannya adalah pasar domestik dengan mata uang Rupiah.

​Manufaktur dan Retail: Sektor konveksi kini harus memutar otak karena sekitar 60-70% bahan baku seperti kain dan benang masih diimpor. Begitu pula dengan industri kuliner berbasis tepung terigu (gandum) dan susu yang marginhya kian menipis karena harga jual ke konsumen sulit dinaikkan secara drastis.

​Krisis Arus Kas: Para importir kecil dan pelaku usaha yang memiliki cicilan mesin dalam valuta asing merasakan beban modal yang membengkak sekitar 10-15%. Kondisi ini membuat napas cash flow mereka terasa sesak.

​Belajar dari Posisi Koperasi Kopi

​Sebagai contoh konkret, jika kita melihat posisi Koperasi Kopi, mereka berada di posisi yang sangat diuntungkan. Kurs Rp17.500 bisa menaikkan harga beli ke tingkat petani hingga Rp3.000 per kilogram. Biaya operasional seperti upah dan transportasi lokal tidak naik secepat kenaikan pendapatan mereka.

Strategi paling bijak dalam posisi ini adalah menunda pembelian aset impor, seperti mesin roasting luar negeri, dan mulai melirik teknologi lokal untuk mengamankan keuntungan.

​Navigasi Strategis ke Depan

​Meski kondisi terlihat fluktuatif, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ketahanan ekonomi kita tetap terjaga dengan cadangan devisa yang kuat sebesar USD 148,2 miliar. Namun, pelaku UMKM tidak boleh hanya berpangku tangan. Berikut adalah navigasi singkat untuk bertahan:

​Bagi yang Aman: Segera kunci kontrak ekspor jangka panjang dalam USD dan fokuslah pada peningkatan kapasitas produksi.

​Bagi yang Rawan: Lakukan efisiensi total dengan mencari substitusi bahan baku lokal, negosiasi ulang harga jual, dan tunda rencana impor barang modal.

​Bagi yang Campuran: Gunakan keuntungan dari divisi ekspor untuk menyubsidi operasional di divisi lokal agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.

​Gejolak ekonomi adalah ujian sekaligus peluang. Dengan strategi yang tepat, tantangan kurs ini justru bisa menjadi pendorong bagi UMKM kita untuk lebih mandiri dan berdaya saing global.***

​Jarot Trisunu, Ketua Bidang UMKM dan Koperasi DPP PROJO

Tags: Jarot TrisunuKetua Bidang UMKM dan Koperasi DPP ProjoNilai Tukar RupiahUMKM dan Koperasi
ShareSend
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Ajak Kawal Demokrasi Sehat, Budi Arie Setiadi: Fokus pada Kritik Substantif

Kabar Selanjutnya

Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung
Opini

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

15 Mei 2026
PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang
Opini

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

15 Mei 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?

12 Mei 2026
Kabar Selanjutnya
Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

Jokowi Hadiri Puncak Acara Musyawarah Rakyat di Istora

Jokowi Siap Sapa Rakyat Mulai Juni, PROJO: Kami Selalu Setia Mengawal Agenda Bapak!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Social Media PROJO

TRENDING

  • Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

    Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Harapan Warga Bogor, Budiyanto Minta Petunjuk Jokowi Soal SK Kawasan Hutan 2014

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halaman Kantor PROJO Jadi Saksi Geliat Ekonomi Kreatif Pemuda Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oase di Tengah Badai: Membaca Peluang UMKM Saat Rupiah Menyentuh Rp17.500

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Arie: Kritik yang Tidak Berdasar Justru Membuat Tokoh Semakin Bersinar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terkini

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung
Opini

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Oleh Tim Redaksi
15 Mei 2026
0

KABAR membaiknya kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tentu menjadi kebahagiaan bagi rakyat Indonesia. Rencana beliau kembali menyapa masyarakat...

Selengkapnya
PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

15 Mei 2026
Projo Tolak Restorative Justice Rismon Sianipar, Freddy Damanik: Ini Kejahatan Serius, Bukan Sekadar Konflik Pribadi!

Sekjen PROJO: Pak Jokowi Milik Rakyat, Bukan Objek Perebutan!

15 Mei 2026
Jokowi Hadiri Puncak Acara Musyawarah Rakyat di Istora

Jokowi Siap Sapa Rakyat Mulai Juni, PROJO: Kami Selalu Setia Mengawal Agenda Bapak!

15 Mei 2026
Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

Transformasi Jadi Gerakan Rakyat, DPD PROJO Sulsel Siap Gelar Konferda di Makassar

15 Mei 2026

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.