• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
15 Mei 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
PSI, Jokowi, dan Politik “Numpang Tenar” : Ketika Partai Kehilangan Kompas, Lalu Menyandar Pada Bayang-bayang

ADA MOMEN politik yang lucu, ada yang ironis, dan ada pula yang terlalu nekat sampai publik hanya bisa tertawa sambil geleng kepala.

Ketika di hadapan PROJO, Jokowi menyampaikan dirinya sudah pulih 99% dan siap kembali berkeliling Indonesia, publik menangkap itu sebagai sinyal kebangkitan figur nasional yang memang sejak awal lahir dari relawan, dari kerja politik akar rumput, dari loyalitas panjang yang dibangun jauh sebelum kekuasaan datang.

Namun belum juga gema pernyataan itu reda, tiba-tiba muncul manuver dari elite PSI yang seolah ingin menjadi “EO politik” bagi Jokowi untuk mengatur jadwal, mengklaim agenda, bahkan memunculkan kesan seakan Jokowi adalah milik PSI.

Di titik inilah politik berubah menjadi panggung komedi.

Karena publik tentu masih ingat: PROJO berdiri dan mengawal Jokowi ketika banyak elite masih menghitung untung-rugi. Sementara PSI, meski hari ini mencoba memosisikan diri dekat dengan Jokowi, tetap menghadapi realitas pahit bahwa kedekatan simbolik tidak otomatis berarti kepemilikan politik.

Masalah PSI hari ini tampaknya bukan sekadar ingin dekat dengan Jokowi. Masalahnya adalah terlihat terlalu bernafsu menjadikan Jokowi sebagai “identitas pengganti” di tengah problem mendasar partai: arah ideologi yang kabur, konsolidasi internal yang rapuh, dan kebutuhan besar akan figur sentral.

Pernyataan kader PSI soal mereka yang mengatur Jokowi justru dibaca banyak pihak sebagai overclaim, terlalu percaya diri untuk partai yang pada Pemilu 2024 tetap gagal menembus parliamentary threshold nasional sekitar 2,8%, meski mendulang sejumlah kursi DPRD.

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Pengen banget dianggap partainya Jokowi? Boleh saja. Tapi politik bukan soal keinginan sepihak. Politik adalah legitimasi, rekam jejak, dan konsistensi.

Di sinilah PROJO terlihat lebih matang. Meski belum menjadi partai, daya tahannya justru lahir dari konsistensi garis dukungan dan kedekatan organik dengan basis Jokowi.

Sementara PSI justru menghadapi paradoks: ingin tampil sebagai rumah besar Jokowisme, tetapi masih berkutat dengan konflik internal, friksi kepengurusan daerah, serta transisi dari partai kader progresif menjadi kendaraan politik keluarga dan figur.

Rebranding PSI sebagai “Partai Super Tbk” dan penguatan Kaesang memang memberi perhatian besar, tetapi juga menambah persepsi bahwa PSI makin bergantung pada efek nama besar keluarga Jokowi ketimbang kekuatan struktur ideologis mandiri.

Analisa Politik PSI ke Depan:

1. PSI berpotensi besar, tapi rawan jadi partai personalistik

Dengan Kaesang dan orbit Jokowi, PSI punya akses perhatian media luar biasa. Tetapi jika seluruh energi hanya bertumpu pada simbol Jokowi, PSI bisa terjebak menjadi “partai bayangan”, bukan partai dengan fondasi kuat.

2. Konflik internal daerah bisa jadi bom waktu

Banyak laporan soal gesekan pengurus lama, baru, dan calon pengurus menunjukkan konsolidasi vertikal belum solid. Jika pusat sibuk branding nasional tapi daerah retak, PSI bisa kuat di media namun rapuh di TPS.

3. Overclaim terhadap Jokowi justru bisa menjadi bumerang

Publik Indonesia cukup peka membedakan antara mendukung tokoh dan “menjual” tokoh. Jika PSI dianggap terlalu agresif memonopoli Jokowi, resistensi dari relawan lama, PROJO, dan simpatisan non-partai justru bisa membesar.

4. 2029 adalah ujian eksistensial

PSI tak cukup hanya viral. Mereka harus membuktikan bisa lolos threshold parlemen nasional. Jika tidak, PSI akan terus dilihat sebagai partai “rame di panggung, minim di kotak suara.”

Kesimpulan serunya sederhana:
Kalau PROJO ibarat kawan lama yang ikut berjuang sejak dari gang sempit hingga Istana, maka PSI jangan sampai terlihat seperti penumpang baru yang baru naik di gerbong eksekutif lalu mendadak merasa paling punya tiket.
Jokowi adalah figur nasional, bukan merchandise politik yang bisa diklaim sepihak.

Dan dalam politik, terlalu bersemangat mengaku “kami yang paling dekat” sering kali justru menegaskan satu hal: mungkin memang sedang takut dianggap tidak cukup relevan tanpa menempel pada nama besar.***

Karl Sibarani, Ketua Bidang Sosial Budaya DPP Projo

Share12Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Sekjen PROJO: Pak Jokowi Milik Rakyat, Bukan Objek Perebutan!

Kabar Selanjutnya

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Opini

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

17 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Meneladani Jokowi: Saatnya Fokus pada Kerja Nyata, Bukan Berebut Panggung

Jokowi Hadiri Puncak Acara Musyawarah Rakyat di Istora

Bukan Partai Politik, PROJO Dinilai Berhasil Bangun Model Baru Partisipasi Publik dengan Pengaruh Besar Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

24 Agustus 2026
Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

Ketua Umum PROJO Budi Arie Soroti Hubungan Jokowi-Prabowo hingga Evaluasi Program MBG

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

12 Tahun PROJO, Budi Arie: Jokowi-Prabowo Akur, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

24 Agustus 2026
12 Tahun PROJO, Budi Arie : Kami Dukung Jokowi Hadapi Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

24 Agustus 2026
HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

24 Agustus 2026

TRENDING

  • Mengawal HUT ke-12 PROJO: Cerita Yati Nurhayati dan Harapan Persaudaraan Tanpa Batas

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • HUT ke-12 PROJO, Budi Arie Tegaskan Dukungan untuk Prabowo-Gibran dan Perang terhadap Korupsi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • HUT ke-12 PROJO: Momentum Transformasi dan Konsolidasi Relawan Jokowi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie: Kesulitan Rakyat Harus Disampaikan Apa Adanya

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Ketua Umum PROJO Budi Arie: MBG Penting untuk SDM, Tata Kelola Harus Diperbaiki agar Tetap Kredibel

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 12 Tahun PROJO, Budi Arie : Stop Adu Domba Hubungan Jokowi dan Prabowo, Persatuan Nasional Harus Dijaga

    16 shares
    Share 6 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.