JAKARTA, PROJO.or.id – Rencana Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk kembali turun ke masyarakat dan melakukan safari keliling Indonesia menuai beragam tanggapan.
Menanggapi polemik yang mulai mengaitkan aksi tersebut dengan agenda politik elektoral 2029, Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Alex Damanik, memberikan klarifikasi tegas.
Dalam dialog di kanal YouTube CNN Indonesia yang bertajuk “Jokowi Siap Keliling Indonesia, Untuk Apa?”, Fredy meminta semua pihak untuk bersikap adil dan tidak memelintir esensi dari rencana blusukan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Karakter Natural dan Hak sebagai Tokoh Nasional
Freddy menegaskan bahwa kedekatan dengan rakyat adalah karakter natural yang sudah melekat pada diri Jokowi sejak dulu.
Oleh karena itu, ketika kondisi kesehatan beliau sudah pulih dan memutuskan untuk menyapa warga kembali, hal tersebut tidak boleh langsung dimaknai secara sempit sebagai langkah politik 2029.
”Jangan dimaknai hanya sebagai politik elektoral. Harus fair juga bahwa beliau mempunyai hak yang sama dengan tokoh-tokoh lainnya ketika turun ke masyarakat, membangun narasi persahabatan, memberikan motivasi, dan menyerap aspirasi,” ujar Freddy.
Ia juga menambahkan bahwa jarak menuju kontestasi politik 2029 masih terlampau jauh. Meski tidak menampik bahwa Jokowi memiliki modal sosial yang sangat besar dan sah-sah saja jika modal tersebut digunakan di masa depan, fokus hari ini murni untuk kepentingan bangsa dan negara.
Fokus Mengawal Keberlanjutan Indonesia Maju
Menanggapi analisis Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, yang berspekulasi bahwa safari ini merupakan langkah ‘cek ombak’ (testing the water) atau upaya memperkuat posisi sebagai king maker, Freddy secara langsung membantah hal tersebut.
Fredy menjelaskan bahwa frasa “mengawal kebijakan” yang dibawa oleh relawan dan Jokowi bukanlah sebuah manuver kekuasaan, melainkan sebuah dukungan moral dan komunikasi kebangsaan.
Menurutnya, esensi utama dari blusukan ini adalah memberikan motivasi kepada relawan, kepala daerah, dan masyarakat untuk terus mengawal keberlanjutan program strategis nasional, seperti:
- Hilirisasi industri dan kedaulatan pangan.
- Pembangunan Infrastruktur dan IKN.
- Menjaga stabilitas nasional demi Indonesia Maju.
”Pengaruh gagasan dan modal sosial dalam politik modern itu lebih kuat dari jabatan sekalipun. Politik tidak harus selalu dimaknai sebagai kekuasaan dan jabatan. Kedekatan emosional dengan masyarakat itu lebih dari segalanya,” jelas Freddy.
Komitmen Bersama Relawan
Mengenai keterlibatan relawan dalam safari yang rencananya akan dimulai dari Cirebon, Jawa Barat pada bulan Juli mendatang, Freddy menyebutkan bahwa para relawan secara organik akan menyambut dan mendampingi kunjungan-kunjungan tersebut.
PROJO memastikan akan terus berada di garda terdepan untuk menjaga agar gagasan, visi, dan kerja nyata yang telah diletakkan oleh Pak Jokowi dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya, tanpa terjebak dalam pusaran spekulasi politik dini.***









