• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Ketahanan Pangan melalui Optimalisasi Sumber Daya Laut

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
13 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 2 menit
A A
0

Jarot Trisunuwarso, Kabid bidang UMKM dan KOPERASI DPP PROJO

INDONESIA sering membicarakan ketahanan pangan dengan membayangkan hamparan sawah hijau, panen padi, atau stok beras nasional.

Padahal, jika melihat peta, lebih dari 70 persen wilayah Indonesia adalah laut. Ironisnya, sumber pangan terbesar yang kita miliki justru belum dimanfaatkan secara optimal.

Data menunjukkan potensi perikanan Indonesia sangat besar. Dengan wilayah laut yang mencapai jutaan kilometer persegi, kemampuan produksi perikanan tangkap dan budidaya sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan capaian saat ini.

Produksi yang ada baru memanfaatkan sebagian dari kapasitas yang tersedia. Artinya, terdapat celah besar antara potensi dan realisasi yang seharusnya bisa menjadi jawaban atas tantangan ketahanan pangan nasional.

KabarLainnya

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

Di tengah ancaman perubahan iklim, penyusutan lahan pertanian, dan pertumbuhan jumlah penduduk, laut seharusnya menjadi salah satu pilar utama strategi pangan Indonesia.

Sayangnya, selama ini pengelolaan sektor kelautan masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tingginya kehilangan hasil pascapanen akibat minimnya fasilitas rantai dingin, dominasi kapal kecil dengan jangkauan terbatas, hingga praktik penangkapan ikan yang kurang memperhatikan keberlanjutan sumber daya.

Masalah lainnya adalah pola konsumsi masyarakat. Konsumsi ikan masyarakat Indonesia memang terus meningkat, tetapi masih tertinggal dibandingkan negara-negara maritim maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Padahal, ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang kaya omega-3 dan berbagai mikronutrien penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, paradigma pengelolaan laut perlu berubah. Laut tidak boleh lagi dipandang sebagai tambang yang bisa dieksploitasi tanpa batas. Laut harus diperlakukan sebagai ekosistem hidup yang membutuhkan keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian.

Transformasi menuju ekonomi kelautan yang regeneratif menjadi kebutuhan mendesak. Pemanfaatan teknologi penangkapan yang lebih cerdas, sistem pemantauan berbasis data, budidaya terintegrasi yang ramah lingkungan, hingga penguatan industri pengolahan hasil laut harus menjadi prioritas.

Dengan cara ini, nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya berasal dari volume tangkapan, tetapi juga dari produk bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Lebih jauh lagi, laut Indonesia menyimpan potensi besar dalam mendukung agenda lingkungan global. Mangrove, lamun, dan rumput laut mampu menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan banyak ekosistem daratan. Jika dikelola dengan baik, kekuatan ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru melalui mekanisme perdagangan karbon.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ketahanan pangan tidak boleh semata-mata dilihat dari berapa banyak ikan yang diekspor atau berapa besar produksi yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah apakah sumber daya laut tetap lestari, apakah masyarakat mendapatkan akses protein yang cukup dan terjangkau, serta apakah generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan laut yang sama.

Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu lumbung protein dunia. Namun peluang itu hanya akan menjadi kenyataan jika pengelolaan laut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan berbasis ilmu pengetahuan.

Laut bukan warisan yang bebas dihabiskan, melainkan aset yang harus dijaga.

Seperti menabung di bank, bangsa ini harus belajar mengambil hasilnya tanpa menggerus modal utamanya. Sebab ketika laut tetap sehat, ketahanan pangan akan tumbuh lebih kuat, ekonomi pesisir bergerak lebih maju, dan masa depan Indonesia menjadi lebih terjamin.***

Jarot trisunuwarso, Kabid UMKM dan KOPERASI DPP PROJO

Add as Preferred Source
Tags: Jarot trisunuwarsoKabid UMKM dan KOPERASI DPP PROJO
Share12Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Demi Ketahanan Energi Nasional, PROJO Kepri Dorong Evaluasi Ekspor Gas Bumi ke Singapura

Kabar Selanjutnya

Penguatan Peran Satgas Daerah dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis agar Tetap Berjalan Sesuai Amanat Presiden

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Ketika Lapas Menjadi Resort, Hukuman Menjadi Liburan
Opini

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

28 Oktober 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

19 Oktober 2026
Semua Orang Bicara Jokowi: Antara Benci, Cinta, dan Cari Panggung
Opini

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

19 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Penguatan Peran Satgas Daerah dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis agar Tetap Berjalan Sesuai Amanat Presiden

Penguatan Peran Satgas Daerah dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis agar Tetap Berjalan Sesuai Amanat Presiden

Juni Bulannya Para Presiden: Kebetulan Unik dalam Sejarah Pemimpin Indonesia

Juni Bulannya Para Presiden: Kebetulan Unik dalam Sejarah Pemimpin Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    536 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • [Tangkal Hoax] Flyer Undangan Bahas Pemberhentian Wapres Gibran Catut Nama Yusril

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pertimbangan Tanpa Amar: Putusan MK Nomor 01/2026 Sesat Yuridis (Legal Fallacy)

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.