JAKARTA, PROJO.or.id – Budi Arie Setiadi, menegaskan demokrasi harus menjadi jalan untuk menjaga harapan rakyat sekaligus memastikan aspirasi masyarakat mendapat ruang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal itu disampaikan Budi Arie dalam program Satu Meja Kompas TV yang membahas dinamika demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat, serta rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
Menurut Budi Arie, demonstrasi merupakan bagian penting dari demokrasi. Penyampaian pendapat, aspirasi, maupun tuntutan masyarakat merupakan bentuk partisipasi publik yang harus dihormati.
“Demokrasi itu intisarinya kan kedaulatan rakyat. Dan kedaulatan rakyat itu mensyaratkan adanya partisipasi publik, ya. Dan partisipasi publik bentuknya apa pun, menyampaikan pendapat, termasuk demonstrasi, itu kan bentuk dari partisipasi publik terhadap jalannya pemerintahan,” kata Budi Arie.
Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijaga. Yang perlu dicegah adalah tindakan anarkis, perusakan, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
“Kalau demonstrasinya menurut saya di seluruh negara demokrasi di dunia, yang namanya demonstrasi menyatakan pendapat itu kan dijamin dalam undang-undang,” ujarnya.
Harapan Rakyat Jangan Sampai Hilang
Budi Arie mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki tanggung jawab besar karena berdiri di atas harapan masyarakat yang tinggi.
Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu memastikan program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat dapat dieksekusi secara terukur, terarah, dan memberikan manfaat nyata.
“Pemerintahan ini kan berdiri dari harapan yang begitu besar dari rakyat. Sehingga ekspektasi masyarakat juga tinggi terhadap deliverable pemerintahan ini,” katanya.
Budi Arie menilai kritik dan otokritik dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perbaikan pemerintahan.
Ia mengingatkan agar dinamika masyarakat tidak dibiarkan berkembang menjadi kekecewaan yang semakin luas karena tidak mendapatkan respons yang memadai.
“Dalam demokrasi itu yang enggak boleh hilang apa? Harapan rakyat. Jangan sampai harapan rakyat hilang,” tegasnya.
Menurut Budi Arie, ketika harapan masyarakat hilang, persoalan yang muncul dapat berkembang di luar konsepsi demokrasi. Karena itu, semua pihak perlu mengedepankan solusi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik.
Demokrasi Harus Tetap Konstitusional
Dalam forum tersebut, Budi Arie juga kembali memberikan konteks terkait pernyataannya mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat.
Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan pendapat dan analisis pribadinya berdasarkan dinamika yang berkembang di masyarakat, bukan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun sikap organisasi PROJO.
Budi Arie mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman mengenai perubahan jadwal pemilu dalam sejarah politiknya, yakni dari Pemilu 1997 menuju Pemilu 1999.
Namun, ia menekankan bahwa setiap perubahan politik harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan konstitusi.
“Fondasinya adalah demokrasi dan konstitusi,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan cara-cara non-demokratis untuk melakukan perubahan politik.
“Jangan sampai demokrasi ini setback dengan cara-cara non-demokratis,” kata Budi Arie.
Menurut dia, perbedaan pendapat tidak semestinya membuat satu kelompok menganggap kelompok lainnya sebagai musuh.
“Jangan setiap perbedaan pendapat dianggap musuh. Kita rayakan di era demokrasi ini,” tuturnya.
Tolak Upaya Membenturkan Jokowi dan Prabowo
Budi Arie juga menyoroti narasi yang berkembang mengenai hubungan Presiden Prabowo dengan Jokowi.
Ia menilai terdapat pihak-pihak yang berusaha membenturkan kedua tokoh tersebut melalui berbagai narasi politik.
“Berbagai skenario lah, termasuk narasi-narasi yang ingin membenturkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang menurut hemat kami sangat tidak produktif,” ujarnya.
Menurut Budi Arie, Indonesia justru membutuhkan persatuan nasional. Perbedaan pandangan politik harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi, bukan alasan untuk memecah persatuan.
Ia juga menegaskan posisi PROJO yang tetap memiliki keterkaitan dengan Jokowi sebagai organisasi yang sejak awal menjadi bagian dari gerakan pendukung Jokowi.
Demokrasi Indonesia Butuh Penguatan
Sebagai aktivis ’98, Budi Arie mengatakan demokrasi Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dirawat.
Ia menilai kritik, aspirasi, dan partisipasi masyarakat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi.
“Demonstrasi itu bagian penting yang dihormati haknya dalam iklim demokrasi. Menyampaikan pendapat, menyampaikan aspirasi, menyampaikan tuntutan itu harus kita hormati,” katanya.
Budi Arie menyebut demokrasi Indonesia yang telah berjalan selama 28 tahun membutuhkan penguatan agar semakin matang.
“28 tahun demokrasi Indonesia ini perlu vitamin, perlu suplemen untuk terus meningkatkan gizi demokrasi kita,” ujarnya.
Ia berharap demokrasi tetap menjadi ruang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga harapan masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
“Demokrasi ini yang akan membawa bangsa Indonesia ke arah kemajuan, khususnya menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Budi Arie.***










