• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Jauh Sebelum Menjadi Presiden, Jokowi Adalah Pengusaha Mebel yang Merintis Usaha dari Nol

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
5 November 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
Jauh Sebelum Menjadi Presiden, Jokowi Adalah Pengusaha Mebel yang Merintis Usaha dari Nol

JAKARTA, PROJO.or.id  – Sebuah jawaban singkat dari Joko Widodo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), kembali mengingatkan publik pada perjalanan panjang kehidupannya sebelum memasuki panggung politik nasional.

Ketika majelis hakim menanyakan pekerjaannya dalam pemeriksaan identitas sebagai saksi perkara dugaan fitnah ijazah dengan terdakwa Roy Suryo, Presiden ke-7 RI itu menjawab lugas.

“Wiraswasta, Yang Mulia,” kata Jokowi.

Jawaban tersebut bukan sekadar keterangan pekerjaan. Ada perjalanan panjang di balik identitas seorang wiraswasta yang pernah membangun usaha dari sebuah bengkel mebel sederhana di Kota Solo, Jawa Tengah.

Jauh sebelum dikenal sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia selama dua periode, Jokowi lebih dahulu menjalani kehidupan sebagai pengusaha furnitur.

Dunia usaha menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Dari mengolah kayu, mengurus produksi, mencari pelanggan, menghadapi kerugian, hingga menembus pasar ekspor, Jokowi melewati proses panjang yang membentuk pengalaman profesionalnya.

Berawal dari Pengalaman Bekerja

Perjalanan Jokowi sebagai pengusaha tidak langsung dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada pada 1985.

Ia terlebih dahulu bekerja di PT Kraft Aceh. Namun, pengalaman bekerja di perusahaan tersebut hanya berlangsung sekitar dua tahun.

Jokowi kemudian memutuskan kembali ke Solo pada 1987. Ia ingin mencoba peruntungan di bidang usaha perkayuan dan furnitur, sektor yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Sebelum benar-benar membangun perusahaan sendiri, Jokowi sempat bekerja bersama pamannya, Miyono, yang memiliki usaha perkayuan.

Di sana, ia tidak mendapatkan perlakuan khusus meskipun bekerja bersama keluarga sendiri.

Jokowi menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari menggergaji, menyerut kayu, mengecat, hingga mengangkut barang ke dalam kontainer.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai proses produksi mebel dari tingkat paling dasar.

Setelah sekitar setahun bekerja di bagian produksi, ia mulai menangani pekerjaan perkantoran, termasuk desain, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya manusia.

“Semua dinikmati. Saya belajar banyak,” kata Jokowi dalam kisah perjalanan hidupnya yang dihimpun dalam buku Jokowi: Memimpin Kota, Menyentuh Jakarta karya Alberthiene Endah.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi bekal ketika ia memutuskan membangun usaha sendiri.

CV Rakabu dan Modal Awal Rp30 Juta

Pada 21 Februari 1988, Jokowi mendirikan usaha mebel bernama CV Rakabu di kawasan Kadipiro, Solo.

Modal awalnya berasal dari tabungan pribadi dan pinjaman bank sekitar Rp30 juta.

Tidak ada kemewahan dalam usaha yang baru dirintis tersebut. Bengkel sederhana itu hanya memiliki tiga karyawan yang bersama-sama mengerjakan proses produksi.

Jokowi bahkan tidak jarang membawa pekerjaan ke rumah. Serbuk gergaji dan aktivitas produksi menjadi bagian dari keseharian keluarganya.

Tantangan terbesar bukan hanya bagaimana menghasilkan furnitur berkualitas, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk kepada calon pembeli.

Rakabu saat itu masih merupakan pemain kecil yang belum dikenal pasar.

Jokowi memilih mendatangi langsung rumah-rumah yang sedang dibangun untuk menawarkan produk mebelnya. Strategi jemput bola tersebut menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pelanggan.

Tidak semua upayanya berhasil. Namun, ia terus mencoba hingga perlahan-lahan mendapatkan kepercayaan konsumen.

Pernah Bangkrut karena Tertipu

Perjalanan bisnis Jokowi tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu pengalaman paling berat terjadi sekitar 1990 ketika ia mulai mencoba memperluas pasar ke Jakarta.

Saat itu, Rakabu memperoleh pesanan furnitur senilai Rp60 juta. Nilai tersebut merupakan pesanan terbesar yang diterimanya sejak perusahaan berdiri.

Jokowi pun kembali ke Solo untuk mengerjakan pesanan tersebut.

KabarLainnya

Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan

Menangis Saat Dukung Jokowi di PN Jaktim, Relawan Depok: Kami Cinta dan Sayang Pak Jokowi

Jokowi: Isu Ijazah Palsu Bukan Sekadar Serangan Pribadi, Reputasi Ikut Terdampak

Namun, ketika seluruh barang selesai diproduksi dan dikirim, pemesan justru menghilang. Jokowi kehilangan uang dalam jumlah besar dan usahanya terpuruk.

Kejadian itu membuat bisnis yang dibangun dengan susah payah menghadapi kebangkrutan.

Dalam buku Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi karya Fransisca Ria Susanti dan Kristin, ibunda Jokowi, Sudjiatmi, mengisahkan bagaimana putranya mengalami masa sulit setelah peristiwa tersebut.

Jokowi bahkan sempat menganggur dan melakukan berbagai pekerjaan serabutan selama berbulan-bulan.

Di tengah situasi itu, dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan untuk kembali bangkit.

Sudjiatmi membantu dengan mengeluarkan tabungan dan memberikan dukungan modal melalui pinjaman bank sekitar Rp30 juta.

Dari pengalaman pahit tersebut, Jokowi belajar mengenai pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.

Salah satu prinsip yang kemudian diterapkan adalah meminta uang muka sebelum memulai produksi pesanan.

Bangkit, Ekspansi, dan Menembus Pasar Ekspor

Setelah melewati masa sulit, usaha Rakabu perlahan kembali berkembang.

Jokowi juga memperoleh dukungan permodalan dari Perusahaan Gas Negara (PGN) sekitar Rp500 juta. Tambahan modal tersebut membuka kesempatan bagi Rakabu untuk memperbesar kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Sejak awal 1990-an, Jokowi mulai aktif menjajaki pasar luar negeri. Ia melakukan perjalanan antara Solo, Jakarta, dan Singapura untuk menawarkan produk furnitur.

Pasar ekspor kemudian menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnisnya.

Pesanan dalam jumlah besar, termasuk dari Singapura, membuat aktivitas produksi Rakabu semakin meningkat.

Pada periode 1994-1996, bisnis mebel tersebut berkembang pesat. Jokowi disebut telah memiliki delapan pabrik dengan ratusan karyawan.

Pasarnya juga semakin luas, menjangkau Australia, Amerika, Timur Tengah, dan sejumlah negara Asia.

Menariknya, ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi 1997-1998, bisnis Rakabu justru mampu mempertahankan aktivitas usahanya dan memperluas jangkauan pasar.

Pengalaman menghadapi berbagai situasi ekonomi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Jokowi sebagai pengusaha.

Dari Pengusaha Mebel Menjadi Pemimpin Nasional

Perjalanan Jokowi kemudian memasuki babak baru ketika ia memutuskan terjun ke dunia politik.

Pengalaman sebagai pengusaha menjadi bagian dari latar belakang kehidupannya sebelum dipercaya memimpin Kota Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012, dan akhirnya terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2014.

Selama dua periode kepemimpinannya sebagai kepala negara, Jokowi menjadi salah satu figur yang paling dikenal dalam perjalanan politik Indonesia.

Namun, perjalanan tersebut tidak menghapus akar kehidupannya sebagai pengusaha yang memulai usaha dari skala kecil.

Perusahaan yang dahulu dirintis dengan nama CV Rakabu kemudian berkembang menjadi PT Rakabu Sejahtra, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan ekspor furnitur.

Dalam profil perusahaannya di LinkedIn, Rakabu menyebut visi untuk menjadi perusahaan profesional dan tepercaya dengan mengutamakan kerja sama bersama para klien.

Perusahaan tersebut juga mencantumkan misi mengembangkan produk dan pasar demi kepuasan pelanggan serta mendorong kredibilitas mitra bisnis.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2023, kekayaan Jokowi tercatat sekitar Rp82 miliar.

Kini, ketika tidak lagi menjabat sebagai Presiden, jawaban Jokowi di hadapan majelis hakim mengenai pekerjaannya sebagai wiraswasta seolah membawa ingatan publik kembali ke masa ketika ia masih berkutat dengan kayu, mesin gergaji, dan pesanan furnitur.

Sebuah perjalanan yang dimulai dari bengkel sederhana di Kadipiro, melewati kegagalan dan kebangkitan, hingga mengantarkannya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia.

Di balik jabatan dan popularitas yang pernah disandangnya, Jokowi tetap memiliki cerita panjang tentang dunia usaha: tentang keberanian memulai, kesediaan belajar dari bawah, menghadapi risiko, dan membangun kembali usaha setelah mengalami kegagalan.***

Add as Preferred Source
Share6Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Jokowi di Hadapan Roy Suryo: Belum Lihat Ijazah Asli Kok Bilang Palsu?

Kabar Selanjutnya

Demi Dukung Jokowi, 400 Emak-emak dari Jakarta Barat Carter Odong-odong ke PN Jakarta Timur

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan
Kabar Rakyat

Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan

5 November 2026
Menangis Saat Dukung Jokowi di PN Jaktim, Relawan Depok: Kami Cinta dan Sayang Pak Jokowi
Kabar Rakyat

Menangis Saat Dukung Jokowi di PN Jaktim, Relawan Depok: Kami Cinta dan Sayang Pak Jokowi

5 November 2026
Di Hadapan Hakim, Jokowi Tegaskan Tudingan Ijazah Palsu Merusak Kehormatan Keluarga
Kabar Rakyat

Jokowi: Isu Ijazah Palsu Bukan Sekadar Serangan Pribadi, Reputasi Ikut Terdampak

5 November 2026
Kabar Selanjutnya
Demi Dukung Jokowi, 400 Emak-emak dari Jakarta Barat Carter Odong-odong ke PN Jakarta Timur

Demi Dukung Jokowi, 400 Emak-emak dari Jakarta Barat Carter Odong-odong ke PN Jakarta Timur

Di Hadapan Hakim, Jokowi Tegaskan Tudingan Ijazah Palsu Merusak Kehormatan Keluarga

Di Hadapan Hakim, Jokowi Tegaskan Tudingan Ijazah Palsu Merusak Kehormatan Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tangis Haru Yuan, Ketua PROJO Kota Bogor, Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan: Kami Tidak Akan Tinggalkan Pak Jokowi

Tangis Haru Yuan, Ketua PROJO Kota Bogor, Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan: Kami Tidak Akan Tinggalkan Pak Jokowi

5 November 2026
Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan

Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan

5 November 2026
Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 di PN Jaktim, PROJO Jabar : Jangan Ada  Drama Politik Lanjutan

Jokowi Tunjukkan Ijazah SD hingga S1 di PN Jaktim, PROJO Jabar : Jangan Ada  Drama Politik Lanjutan

5 November 2026
Menangis Saat Dukung Jokowi di PN Jaktim, Relawan Depok: Kami Cinta dan Sayang Pak Jokowi

Menangis Saat Dukung Jokowi di PN Jaktim, Relawan Depok: Kami Cinta dan Sayang Pak Jokowi

5 November 2026
Budi Arie Bakar Semangat Ribuan Pendukung Jokowi di PN Jaktim: Panas Boleh, Hati Tetap Dingin!

Budi Arie Bakar Semangat Ribuan Pendukung Jokowi di PN Jaktim: Panas Boleh, Hati Tetap Dingin!

5 November 2026
Di Hadapan Hakim, Jokowi Tegaskan Tudingan Ijazah Palsu Merusak Kehormatan Keluarga

Jokowi: Isu Ijazah Palsu Bukan Sekadar Serangan Pribadi, Reputasi Ikut Terdampak

5 November 2026

TRENDING

  • Jokowi di Hadapan Roy Suryo: Belum Lihat Ijazah Asli Kok Bilang Palsu?

    Jokowi di Hadapan Roy Suryo: Belum Lihat Ijazah Asli Kok Bilang Palsu?

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Hadapan Roy Suryo, Gestur Terdakwa Jadi Sorotan di Ruang Sidang

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Tangis Haru Yuan, Ketua PROJO Kota Bogor, Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan: Kami Tidak Akan Tinggalkan Pak Jokowi

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Budi Arie Bakar Semangat Ribuan Pendukung Jokowi di PN Jaktim: Panas Boleh, Hati Tetap Dingin!

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    594 shares
    Share 238 Tweet 149
  • PROJO Hadiri Sidang Jokowi, Berharap Polemik Ijazah Segera Berakhir

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Jokowi Sapa Ribuan Relawan di PN Jakarta Timur, Pendukung dari Berbagai Daerah Beri Dukungan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.