SOLO, PROJO.or.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjelaskan ucapannya yang sempat ramai diperbincangkan saat mengunjungi penyintas gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat itu, Jokowi mengatakan dirinya sudah tidak memiliki kewenangan sebagai presiden karena telah pensiun. Pernyataan tersebut disampaikan setelah warga menyampaikan persoalan kebutuhan air bersih kepada dirinya.
Jokowi menegaskan, ucapan tersebut merupakan penjelasan mengenai posisi dirinya saat ini sebagai mantan kepala negara yang tidak lagi memiliki kewenangan pemerintahan.
“Ya, memang saya pensiunan. Saya tidak punya kewenangan,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, ketika masyarakat menyampaikan berbagai permintaan, dirinya hanya dapat merespons sesuai kapasitas yang dimiliki. Karena itu, ia memilih datang langsung untuk melihat kondisi warga sekaligus membawa bantuan.
Kunjungan tersebut, kata Jokowi, bukan sekadar perjalanan biasa. Ia bahkan memilih bermalam di tenda pengungsian bersama warga yang terdampak gempa.
“Saya ke sana hanya nginep,” kata Jokowi.
Selain datang dan mendengarkan keluhan warga, Jokowi juga membawa bantuan untuk mendukung pemulihan masyarakat Palue. Bantuan tersebut antara lain 4.000 sak semen, 3.000 lembar seng, dan 100 unit tandon air berkapasitas 1.300 liter. Bantuan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk diteruskan kepada masyarakat.
“Tidak Perlu Disebutkan”
Jokowi mengatakan dirinya tidak bermaksud menjadikan bantuan tersebut sebagai sesuatu yang perlu ditonjolkan.
Ia menilai yang lebih penting adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Tidak saya sebutkan bantuan. Kenapa? Ya karena untuk kemanusiaan,” ujarnya.
Palue menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi kebutuhan pemulihan setelah gempa yang terjadi pada Agustus 2026. Dalam kunjungannya, Jokowi melihat langsung kondisi warga dan sejumlah bangunan yang rusak. Ia juga berdialog dengan masyarakat mengenai kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal dan air bersih.
Ditanya Soal Nuansa Politik
Jokowi juga menanggapi pertanyaan mengenai kunjungannya ke NTT yang dikaitkan dengan aktivitas politik.
Ia menegaskan kunjungan tersebut dilakukan dalam konteks kemanusiaan.
“Enggak mau pakai bendera apa-apa. Karena kemanusiaan saja,” kata Jokowi.
Jokowi datang ke Palue pada 16 September 2026 dan bermalam di lokasi pengungsian. Kunjungan dilanjutkan pada 17 September sebelum ia meninggalkan pulau tersebut. Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah pihak dan bertemu langsung dengan warga terdampak gempa.
Bagi Jokowi, status sebagai pensiunan presiden berarti tidak lagi memiliki kewenangan pemerintahan. Namun, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk datang, mendengar keluhan masyarakat, dan memberikan bantuan secara personal.
“Kalau ada permintaan-permintaan dari masyarakat, saya sampaikan apa adanya,” ujar Jokowi.
Kunjungan tersebut berlangsung ketika proses pemulihan masyarakat Palue masih berjalan. Karena itu, selain bantuan pribadi, Jokowi juga meminta persoalan yang membutuhkan kewenangan pemerintah tetap ditangani pemerintah daerah dan pemerintah pusat sesuai tugas masing-masing.***










