• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Ina Liem Soroti Administrasi Pendidikan

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
6 Oktober 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 2 menit
A A
0
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Ina Liem Soroti Administrasi Pendidikan

JAKARTA, PROJO.or.id — Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Putusan tersebut kemudian mendapat perhatian dari konsultan pendidikan Ina Liem, yang menilai perkara ini membuka persoalan lebih luas mengenai administrasi pendidikan di Indonesia.

Melalui akun Instagram pribadinya, @inaliem18, Ina mengatakan persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan satu dokumen pendidikan. Menurutnya, kasus ini perlu dilihat dari bagaimana negara mencatat dan membaca perjalanan pendidikan seseorang, khususnya mereka yang menempuh pendidikan melalui jalur internasional.

“Buat saya, kasus ini justru membuka persoalan yang lebih besar,” ujar Ina.

Ia mempertanyakan bagaimana administrasi pendidikan Indonesia menangani perjalanan pendidikan yang melibatkan jenjang dan institusi berbeda.

Menurut Ina, ketika administrasi pendidikan Gibran dilakukan, pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi ditangani dalam ranah yang berbeda. Padahal, menurutnya, Gibran menempuh pathway, yakni jalur yang menjadi penghubung dari pendidikan menengah menuju pendidikan tinggi.

“Dokumen UTS Insearch masuk ke urusan pendidikan menengah. Dokumen berikutnya di MDIS masuk ke urusan pendidikan tinggi. Satu perjalanan pendidikan terpecah menjadi dua kotak birokrasi,” kata Ina.

KabarLainnya

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Ina juga menyinggung keberadaan Advanced Diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang merupakan kelanjutan dari jalur pendidikan tersebut. Menurut dia, dokumen itu relevan untuk dilihat dalam konteks penyetaraan pendidikan.

Namun, ia menyebut dokumen tersebut berada dalam ranah pendidikan tinggi. Karena itu, menurut Ina, rangkaian pendidikan yang menjadi penghubung antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi berpotensi tidak terbaca secara utuh.

“Jadi perjalanan pendidikannya tersambung. Administrasi kita yang terputus-putus,” ujarnya.

Ina kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan pengalaman masyarakat dalam mengurus administrasi. Ia mencontohkan persoalan perbedaan data, kesalahan nama, hingga antarinstansi yang saling mengarahkan warga ke lembaga lain.

“Siapa sih di Indonesia yang belum pernah mengalami keruwetan ngurus dokumen, nama salah, data beda, instansi A bilang tanya instansi B, instansi B bilang bukan kewenangannya,” kata Ina.

Menurutnya, kasus tersebut dapat menjadi bahan evaluasi mengenai bagaimana sistem administrasi negara mengintegrasikan dokumen pendidikan, terutama bagi warga negara yang menempuh pendidikan melalui jalur internasional.

Pertanyaan yang diajukan Ina pun tidak hanya menyangkut satu dokumen atau satu orang.

“Jadi yang bermasalah perjalanan pendidikannya atau cara birokrasi kita mencatat dan membacanya?” ujar Ina.

Pernyataan Ina tersebut membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai kepastian mekanisme penyetaraan pendidikan luar negeri dan bagaimana negara memastikan seluruh perjalanan pendidikan seseorang dapat diverifikasi secara utuh ketika dokumennya berada dalam kewenangan lembaga yang berbeda.***

Add as Preferred Source
Share12Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Tegaskan Tak Bisa Diskualifikasi Wapres yang Sudah Dilantik

Kabar Selanjutnya

Polemik Pendidikan Gibran dan Jaminan Hak Politik WNI Lulusan Luar Negeri: Menata Kepastian Sebelum Pencalonan

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Polemik Pendidikan Gibran dan Jaminan Hak Politik WNI Lulusan Luar Negeri: Menata Kepastian Sebelum Pencalonan

Polemik Pendidikan Gibran dan Jaminan Hak Politik WNI Lulusan Luar Negeri: Menata Kepastian Sebelum Pencalonan

Pertemuan Prabowo-Jokowi di Kertanegara Berlangsung Tertutup

Pertemuan Prabowo-Jokowi di Kertanegara Berlangsung Tertutup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    536 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.