• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

PROJO Pertanyakan Penundaan Sidang Dokter Tifa Selama 2 Minggu: Hakim Seolah Terjebak Strategi Penguluran Waktu

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
13 Agustus 2026
in Kabar Nasional
Waktu Baca: 2 menit
A A
0

Freddy Alex Damanik Sekretaris Jenderal DPP PROJO

JAKARTA, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas PROJO melayangkan kritik keras terhadap keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang menunda sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa hingga dua pekan ke depan.

Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Alex Damanik, menilai durasi penundaan selama 2 minggu tersebut sangat janggal dan menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.

“Secara hukum acara, kalau sidang ditunda karena terdakwa tidak hadir, itu hal yang wajar. Tapi yang menjadi aneh adalah kenapa harus ditunda sampai dua minggu? Jeda waktu sejauh itu seolah-olah memperlihatkan Majelis Hakim terjebak atau ikut dalam permainan strategi mereka untuk mengulur-ulur waktu persidangan,” tegas Freddy Alex Damanik dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Celah Strategi Buying Time yang Merugikan Wibawa Hukum

Freddy menyoroti fakta bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan pemanggilan secara patut sejak 30 Juli 2026, ditambah adanya komitmen awal dari pihak terdakwa untuk kooperatif hadir. Namun, ketidakhadiran Dokter Tifa pada sidang 13 Agustus 2026 justru direspons hakim dengan memberikan ruang waktu penundaan yang terbilang longgar hingga 27 Agustus 2026.

Menurut PROJO, pemberian jeda dua minggu ini berpotensi dimanfaatkan oleh terdakwa sebagai taktik hukum untuk menunda proses pemeriksaan perkara pokok.

“Pertanyaannya sederhana: sampai kapan pengadilan harus memberikan toleransi? Jangan sampai tindakan hakim memberi waktu dua minggu ini memberi kesan bahwa terdakwa memperoleh keistimewaan. Pengadilan tidak boleh terlihat tidak berdaya menghadapi taktik ketidakhadiran terdakwa,” lanjutnya.

Mendesak Penerapan KUHAP Baru dan Upaya Paksa

Freddy mengingatkan bahwa regulasi hukum acara terbaru, yaitu Pasal 200 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2025, menempatkan Penuntut Umum sebagai pelaksana pemanggilan sah atas perintah pengadilan. Ketika pemanggilan patut sudah dijalankan JPU, hakim seharusnya bersikap tegas dan terukur dalam menentukan tindakan berikutnya.

PROJO pun mendesak agar pada persidangan mendatang, Majelis Hakim tidak lagi memberikan toleransi penundaan jika terdakwa kembali mangkir.

KabarLainnya

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

“Sesuai Pasal 203 KUHAP, apabila terdakwa telah dipanggil secara sah untuk kedua kalinya dan tetap tidak hadir tanpa alasan sah, hakim memiliki kewenangan tegas untuk memerintahkan terdakwa dihadirkan secara paksa. Jangan ada lagi pola ‘tunda 2 minggu, panggil lagi, tunda lagi’,” papar Freddy.

Minta Opsi Penahanan atau Wajib Lapor

Guna menjamin kepastian hukum dan mencegah persidangan dijadikan ‘ruang negosiasi’, PROJO meminta Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengambil tindakan hukum yang lebih terukur pada sidang 27 Agustus 2026.

“Kami meminta Majelis Hakim mempertimbangkan penahanan terhadap dr. Tifa apabila terbukti ada itikad buruk mengulur persidangan. Jika penahanan belum memenuhi syarat objektif, setidaknya putuskan tindakan pengawasan seperti kewajiban wajib lapor setiap minggu kepada JPU agar terdakwa tidak lagi meremehkan panggilan pengadilan,” tegasnya.

Negara Hukum Tidak Boleh Kalah

Menutup pernyataannya, Freddy menegaskan bahwa langkah kritis ini diambil demi menjaga wibawa institusi peradilan di Indonesia agar tidak tebang pilih dalam menangani perkara.

“Persoalan ini bukan tentang pro atau kontra figur politik, ini tentang wibawa hukum. Jangan biarkan ruang sidang berubah menjadi tempat terdakwa menentukan sendiri kapan ia mau hadir. Kalau merasa benar, datang ke persidangan. Kalau merasa dakwaan salah, bantah di persidangan. Kalau merasa tidak bersalah, buktikan di persidangan. Negara hukum tidak boleh kalah oleh ketidakhadiran seorang terdakwa,” pungkas Freddy Damanik.***

Add as Preferred Source
Share9Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Sekjen PROJO Tegaskan Ketidakhadiran dr. Tifa di PN Jaktim Siasat Hindari Sidang: Jika Mangkir Lagi, Harus Dipanggil Paksa!

Kabar Selanjutnya

Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Jadi Simbol Keberlanjutan dan Keharmonisan Tokoh Bangsa

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum
Kabar Nasional

PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

2 November 2026
Budi Arie: Jika Jokowi Menerima Tanggung Jawab Pimpin PSI, Double Digit Bisa Terlampaui
Kabar Nasional

Budi Arie Yakin Jokowi-Prabowo Punya Kebijaksanaan Jaga Persatuan demi Bangsa

1 November 2026
PROJO Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Kenang Peran Jokowi Menetapkan 22 Oktober
Kabar Nasional

PROJO Turun ke PN Jakarta Timur, Budi Arie: Kami Pasti Datang Beri Dukungan Moral

1 November 2026
Kabar Selanjutnya
Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Jadi Simbol Keberlanjutan dan Keharmonisan Tokoh Bangsa

Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Jadi Simbol Keberlanjutan dan Keharmonisan Tokoh Bangsa

Momen Hangat Sidang Tahunan MPR: Acungan Jempol Presiden Ke-7 Jokowi Ungkap Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Momen Hangat Sidang Tahunan MPR: Acungan Jempol Presiden Ke-7 Jokowi Ungkap Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

3 November 2026
Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

Dari Balik Dinding Seng SDN Samak Mamuju, Kunjungan Gibran Membawa Harapan bagi Pendidikan Anak Pelosok

3 November 2026
Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

3 November 2026
Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

3 November 2026

Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

3 November 2026
Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Tak Kuat : Ini Bagian dari Dinamika Demokrasi

Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

2 November 2026

TRENDING

  • Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    Jokowi dan Gibran Terus Diserang, Pendukung yang Selama Ini Diam Mulai Angkat Suara

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Putusan Kilat Mahkamah Agung, Antara Peradilan Cepat Atau Algojo Kekuasaan

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    578 shares
    Share 231 Tweet 145
  • Di Tengah Riuh Polemik Jakarta, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan Wapres Gibran

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Dua Pantun Gibran di Tanah Kalumpang: Merawat Perdamaian, Toleransi, dan Warisan Leluhur

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Di Tengah Polemik Suket dan Dorongan Pemakzulan, Gibran Tetap Turun ke Daerah Serap Aspirasi Warga Sulbar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PROJO: Putusan MA dan MK Tak Bisa Dijadikan Dasar Pemakzulan Gibran, Freddy Damanik: Beda Rezim Hukum

    23 shares
    Share 9 Tweet 6

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.