TANGERANG SELATAN, PROJO.or.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PROJO Tangerang Selatan menyambut baik dan mengapresiasi hasil laporan riset HAVARA Institute periode Mei–Agustus 2026 yang mencatat Digital Public Satisfaction Index (DPSI) Kota Tangerang Selatan berada di kategori tinggi sebesar 70%.
Ketua DPC PROJO Tangerang Selatan, Musrifah, S.E., menyatakan bahwa capaian porsi sentimen positif yang mencapai 60% menunjukkan bahwa kinerja pasangan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan telah dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat.
“Hasil riset berbasis Social Listening dan OSINT dari HAVARA Institute ini menjadi gambaran objektif dinamika persepsi publik. Kami mengapresiasi capaian DPSI sebesar 70% ini. Angka ini membuktikan bahwa roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Benyamin dan Pak Pilar tetap solid dan tanggap melayani warga,” ujar Musrifah, S.E.
Musrifah menyoroti harmoni pembagian peran di antara kedua pimpinan daerah tersebut. Menurutnya, figur Benyamin Davnie (DPSI ±71%) sebagai teknokrat dan administrator birokrasi yang sukses mempertahankan Opini WTP ke-14 berturut-turut, sangat padu dengan karakter Pilar Saga Ichsan (DPSI ±69%) yang responsif di lapangan.
“Pembagian peran ini sangat pas. Pak Benyamin menjaga akuntabilitas tata kelola pemerintahan, sementara Pak Pilar aktif turun ke lapangan merespons keluhan warga serta merangkul anak muda. Tingginya kepuasan publik di sektor kesehatan seperti program DBD Zero Death (95,5%) dan Mal Pelayanan Publik (88,3%) menjadi bukti efektivitas sinergi tersebut,” jelasnya.
Catatan Evaluasi dan Isu Krusial Warga
Meskipun indeks kepuasan tergolong tinggi, Musrifah menegaskan pentingnya menindaklanjuti catatan dan penurunan tren indeks pada bulan Agustus (67%) yang dipicu oleh isu keluhan infrastruktur.
PROJO Tangsel mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk segera merealisasikan rekomendasi strategis dari HAVARA Institute, khususnya dalam penanganan 3 persoalan utama:
-
Pengelolaan Sampah: Percepatan penanganan titik sampah liar dan optimalisasi TPA Cipeucang.
-
Penanganan Banjir & Drainase: Pembentukan task-force serta percepatan pengerjaan drainase di titik rawan banjir menjelang musim hujan.
-
Kemacetan Lalu Lintas: Penataan titik penyempitan jalan dan manajemen lalu lintas di area konstruksi.
“Kritik dan keluhan warga di media sosial adalah bentuk kepedulian. Kami dari PROJO Tangsel siap mendukung Pemkot untuk terus berbenah, mempercepat penanganan masalah sampah dan banjir, agar kepuasan serta kesejahteraan masyarakat Tangsel semakin meningkat,” tutup Musrifah.***












