KONAWE, Mevin.ID — Pemandangan antrean panjang kendaraan pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular hingga ke bahu jalan di kawasan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Kelurahan Ambekairi, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kian meresahkan warga dan pengguna jalan.
Antrean yang memakan sebagian badan jalan utama tersebut membuat ruas jalan menjadi sempit dan memicu kekhawatiran akan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
Lihat postingan ini di Instagram
PROJO Konawe Minta Pertamina dan Pemda Ambil Sikap
Menanggapi kondisi yang kian memprihatinkan ini, Abiding Slamet , SH, Ketua DPC PROJO Kabupaten Konawe mendesak pihak-pihak terkait—khususnya PT Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kabupaten Konawe—untuk segera turun tangan menertibkan serta mengidentifikasi penyebab utama terjadinya kemacetan kronis akibat pengisian BBM tersebut.
“Penyebab antrean harus segera diidentifikasi bersama Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Persoalan seperti ini tidak boleh terus berulang karena sangat mengganggu dan membebani aktivitas harian masyarakat,” tegas Abiding Slamet , SH Ketua DPC PROJO Konawe.
Ia menambahkan, antrean panjang berlarut-larut tanpa solusi konkret hanya akan memicu kerugian ekonomi dan immaterial bagi warga yang mengandalkan moda transportasi untuk bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.
Ruas Jalan Sempit dan Rawan Kecelakaan
Keluhan serupa dilontarkan oleh sejumlah warga dan pengguna jalan yang saban hari melintasi kawasan SPBU Ambekairi. Penumpukan kendaraan roda empat yang parkir memanjang di badan jalan dinilai sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Banyak masyarakat yang mengeluh karena antrean mobil di area SPBU Konawe meluber sampai ke jalan raya. Ruas jalan jadi sempit sekali dan sangat rawan kecelakaan,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Senada dengan hal itu, pengguna jalan lain yang kebetulan melintas di lokasi tersebut juga mengeluhkan kesemrawutan yang terjadi.
“Kemarin saya lewat di situ, banyak sekali mobil lalu-lalang dan parkir di pinggir jalan hanya untuk antre BBM. Jalanan jadi makin sempit dan menghambat lalu lintas,” tuturnya.
Mendorong Penataan Lalu Lintas dan Distribusi BBM
Masyarakat berharap otoritas terkait beserta aparat kepolisian segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan rekayasa atau penataan lalu lintas. Selain itu, pihak Pertamina juga didesak untuk membenahi sistem penataan dan distribusi BBM di SPBU kawasan tersebut agar arus lalu lintas kembali normal dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Ambekairi maupun perwakilan instansi terkait masih terus diupayakan untuk dimintai konfirmasi resmi.***







![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-120x86.jpeg)




![[SIARAN PERS] PROJO Sampaikan Pesan Jokowi terkait Kasus Roy-Tifa](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-24-at-20.27.09-350x250.jpeg)