SEBUAH rumah di kota Solo menjelma menjadi destinasi konten, titik nostalgia dan symbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. Fenomena organic yang hanya lahir dari figure yang benar-benar meraktyat.
Tidak banyak mantan pemimpin yang rumah pribadinya spontan berubah menjadi tujuan kunjungan generasi muda. Namun itulah yang terjadi di Jl. Kutai Utara, Kel. Sumber, Kec. Banjarsari, Solo – Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Tanpa iklan, tanpa agenda, tanpa panitia: anak-anak muda datang begitu saja, membuat konten, berjoget dan berfoto di depan pagar kayu yang sederhana itu.
Fenomena ini bukan sesuatu yang bisa direkayasa. Ia lahir dari ingatan kolektif tentang seorang pemimpin yang selalu hadir di Tengah rakyat seperti blusukan ke pasar, makan di warung pinggir jalan, menggendong bayi dikampung terpencil.
Ketika masa jabatan berakhir dan Jokowi Kembali kerumahnya disolo oleh sebab itu rakyat terutama Gen Z ikut “pulang” menemuinya.
“Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya. Jl Kutai Utara Solo. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget. ‘Mas Bahlil Ganteng’”. Ujar Joko Widodo.
View this post on Instagram
Legecy seorang pemimpin biasanya diukur dari monumen, undang-undang, atau prasasti. Jokowi memiliki semua itu. Tapi ada satu ukuran lebih jujur yaitu apakah rakyat tanpa diminta masih mau datang kerumah setelah kekuasaan berakhir?
Jabawanya itu terlihat nyata di Jl Kutai Utara. Yang datang adalah anak-anak muda yang membawa kamera ponsel, Playlist Tiktok dan kenangan tentang presiden yang blusukan tanpa protocol berlebihan.
Dalam dunia pariwisata, ada istilah “genius loci” yang artinya roh suatu tempat yang membuat orang ingin datang. Jl Kutai Utara memiliki itu. Bukan karena arsitekturnya megah, bukan karena Lokasi strategis. Tapi karena rumah seorang presiden yang memilih tetap tinggal disana, diantara tetangganya, dikota asalnya.
Yang membuat fenomena ini luar biasa adalah sifat organiknya. Gelombang demi gelombang konten muncul secara spontan dari Yoga bareng Jokowi, Joget Viral, hingga kunjungan konten creator.
Itu semua bermuara pada satu titik yaitu rumah itu, pagar itu, kenangan itu. Setiap gelombang viral membawa lapisan baru. Pertama datang karena penasaran, Kedua karena ingin membuat konten dan Ketiga karena ingin Nostalgia.
Gen Z adalah generasi yang tumbuh Bersama era Jokowi. Banyak dari mereka yang pertama kali melek politik justruk di masa pemerintahannya.
Bagi meraka, Jokowi bukan sekedar presiden yang di baca dalam buku sejara namun ia lah presiden yang mereka lihat menyapa Masyarakat dengan dekat, makan di warung dan membalas komentar netizen di medsos.
“Memandang fenomena ini sebagai modal sosal yang berharga sehingga terbukti bahwa kepimpinan yang autentik dan dekat dengan rakyat dapat menghasilkan ikatan jangka Panjang yang melampaui batas jabatan dan batas generasi”.***
Andi Muhammad Akram, Ketua Umum PROJO Gen Z













