SOLO, PROJO.or.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memberikan respons santai namun tegas terkait isu bergabungnya ia ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk rumor mengenai pemberian jaket partai dan posisi sebagai Dewan Pembina.
Ditemui di kediaman pribadinya di Solo, Jokowi meluruskan bahwa setiap pergerakan di internal partai memiliki aturan main yang harus dihormati. Ia menekankan bahwa bergabung ke dalam partai politik bukanlah sekadar seremoni mengenakan seragam.
Mekanisme Partai dan Hubungan dengan Masyarakat
Menanggapi pernyataan politisi Ahmad Ali yang menyebut dirinya akan segera memakai jaket PSI, Jokowi mengingatkan pentingnya prosedur internal.
”Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung,” ujar Jokowi (19/6).
Ia pun memastikan bahwa kehadirannya dalam agenda-agenda PSI ke depan bukan didasari oleh ambisi jabatan, melainkan sebagai bentuk pemenuhan undangan dari masyarakat dan kader partai. “Yang paling penting undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI, nanti akan saya hadiri semuanya,” tambahnya.
View this post on Instagram
Fokus sebagai Motivator
Saat disinggung mengenai kapasitas dirinya saat hadir di acara PSI—apakah sebagai Dewan Pembina atau posisi struktural lainnya—Jokowi dengan lugas memosisikan dirinya dalam peran yang lebih inspiratif.
”Ya, sebagai apa? Sebagai motivator,” tegas Jokowi.
Peran sebagai motivator ini sejalan dengan upayanya dalam memberikan dorongan moral dan semangat bagi kader PSI agar terus bergerak maju dan konsisten pada garis perjuangan partai.
Komitmen Strategis untuk Kemenangan
Tak sekadar hadir, Jokowi juga menegaskan bahwa dukungan yang ia berikan bagi PSI adalah totalitas. Ia merujuk pada komitmen yang pernah ia sampaikan dalam forum resmi partai, yakni saat Kongres dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi kembali menegaskan tekadnya untuk memberikan kontribusi penuh bagi kemenangan PSI. “Seperti yang sudah saya sampaikan di Kongres dan Rakernas, saya akan bekerja mati-matian untuk PSI,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh kader dan simpatisan PSI di tanah air bahwa mereka mendapatkan dukungan penuh dari sosok yang memiliki basis massa luas, yang kini siap berdiri di garda terdepan sebagai motivator utama perjuangan partai.***












