BANDAR LAMPUNG, PROJO.or.id – Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Fredy Alex Damanik, membantah keras opini yang menyebut para relawan setia Joko Widodo (Jokowi) merasa dinomor-duakan atau ditinggalkan pasca-keputusan Presiden ke-7 RI tersebut tampil menggunakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam safari politiknya di Lampung.
Pernyataan ini disampaikan Fredy untuk meluruskan pandangan sinis para pengamat politik yang menilai fokus Jokowi telah bergeser demi menyelamatkan masa depan partai yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep. Menurut Fredy, hubungan antara Jokowi dan relawan tetap berada di tempat tertinggi yang tidak terpisahkan.
“Sama sekali tidak ada istilah dinomor-duakan. Nyatanya, begitu Pak Jokowi landing di Lampung, semua tokoh relawan hadir menyambut. Baik pengurus daerah maupun yang sengaja datang dari Jakarta, semua berkumpul menyambut beliau. Jadi tidak ada yang merasa ditinggalkan,” ujar Fredy dalam dialog di Prime Time News Metro TV.
Fleksibilitas Relawan: Bebas Masuk ke Mana Saja
Fredy membedakan pola pergerakan antara partai politik formal dan organ relawan. Partai seperti PSI bergerak dalam koridor politik formal dan elektoral sektoral, sedangkan relawan memiliki ruang gerak yang jauh lebih luas dan dinamis di tingkat akar rumput (grassroot).
Sinergi Lintas Sektor: Fredy mengungkapkan bahwa banyak kader dan pengurus PROJO di berbagai daerah yang secara individu juga berbaju partai politik formal, baik di PSI, Golkar, Gerindra, maupun Nasdem.
Fleksibilitas Gerakan: “Organ relawan itu fleksibilitasnya jauh lebih tinggi. Konteksnya memang lebih sering bergerak lincah pada saat momentum besar seperti Pilpres. Relawan bisa masuk ke mana saja untuk saling bersinergi dalam meraih suara,” jelasnya.
Oleh karena itu, Fredy menegaskan tidak ada kecemburuan dari pihak relawan ketika Jokowi meluangkan waktu khusus untuk menghadiri agenda formal seperti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI.
Fokus Utama Relawan: Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran
Fredy menggarisbawahi bahwa kunjungan Jokowi ke Lampung telah membagi porsi agenda dengan sangat adil. Jika forum partai digunakan Jokowi untuk membakar semangat kader PSI, maka forum bersama relawan diarahkan pada satu visi besar yang lebih strategis.
“Kalau forum formal partai, tentu tujuannya memberikan motivasi agar kader bahu-membahu membesarkan partai. Tapi kalau bersama relawan, Pak Jokowi memberikan semangat agar semua relawan tetap solid di garis massa untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran,” tegas Fredy.
Bagi PROJO, lanjut Fredy, agenda utama relawan hari ini melampaui urusan elektoral kepartaian, melainkan memastikan keberlanjutan program-program kerakyatan di bawah pemerintahan yang baru berjalan saat ini.***











