JAKARTA, PROJO.or.id – Semangat kerakyatan kembali membara seiring kabar pulihnya kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Sosok yang dikenal dunia dengan gaya blusukannya yang ikonik ini dinyatakan telah pulih 99 persen dan bersiap untuk kembali berkeliling Indonesia menyapa masyarakat mulai Juni 2026 mendatang.
Sekretaris Jenderal PROJO, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa rencana besar ini disampaikan langsung oleh Bapak Jokowi saat bertemu dengan para relawan pada 1 Mei 2026 lalu.
”Pak Jokowi menyampaikan bahwa kesehatannya sudah pulih 99 persen. Rencananya bulan depan (Juni), beliau akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Tentu, Pak Jokowi akan didampingi relawannya dalam setiap kunjungan ke daerah,” tegas Freddy di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Hubungan Historis: PROJO Ada Sebelum Jokowi Presiden
Menanggapi dinamika klaim dari pihak lain mengenai pengaturan agenda Bapak Jokowi, Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, memberikan catatan penting mengenai sejarah panjang organisasi ini. Ia menegaskan bahwa PROJO sudah lahir dan bergerak jauh sebelum Bapak Jokowi menjabat sebagai Presiden.
Sebagai organisasi relawan tertua dan paling setia, hubungan antara Jokowi dan PROJO bukanlah hubungan politik sesaat atau transaksional, melainkan ikatan ideologis yang masih terus terjaga dengan sangat erat sampai saat ini.
Kehadiran PROJO adalah untuk memastikan visi besar Jokowi bagi rakyat tetap tegak, melampaui kepentingan sektoral partai politik mana pun.
Menepis Klaim PSI: Fokus pada Hasil, Bukan Berebut Panggung
Sebelumnya, muncul pernyataan dari Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, yang mengklaim pihaknya paling berwenang mengatur jadwal perjalanan Jokowi. Menanggapi hal tersebut, PROJO memilih untuk bersikap tenang namun tegas.
Sekjen PROJO, Freddy Alex Damanik, mengingatkan agar semua pihak meneladani karakter rendah hati yang selalu dicontohkan oleh sang tokoh.
”Jokowi berkali-kali mengajarkan pentingnya kerja nyata dibanding ribut di media. Fokus pada hasil, bukan sibuk berdebat sesama pendukung. Fokus membangun, bukan terus menerus memecah belah sesama pendukung dan merasa paling hebat!” ujar Freddy.
Freddy menambahkan bahwa selama bertahun-tahun Jokowi telah memberi contoh nyata bagaimana menghadapi serangan politik, fitnah, hingga caci maki dengan ketenangan luar biasa.
”Jokowi sangatlah tenang menghadapi serangan politik. Difitnah, dihina, bahkan dicaci selama bertahun-tahun, tetapi tetap memilih menjawab dengan kerja dan pembuktian, bukan dengan perdebatan, apalagi kebencian,” lanjutnya.
Sentilan untuk Pendukung: Teladani Sikapnya, Bukan Cuma Namanya
Freddy juga menyindir pihak-pihak yang gemar mengklaim diri paling “tegak lurus” kepada Jokowi, namun menunjukkan sikap yang arogan dan bertolak belakang dengan karakter asli Jokowi di lapangan.
”Banyak sekarang ini yang mengaku paling tegak lurus kepada Jokowi. Tapi sering kali yang ditampilkan justru sikap yang bertolak belakang dengan apa yang selama ini dicontohkan Jokowi sendiri. Kalau benar merasa berada di barisan Jokowi, maka yang harus diteladani bukan cuma nama dan popularitasnya, tetapi juga cara berpikir, cara berbicara, dan cara bersikapnya kepada kawan satu barisan, maupun lawan politik!” pungkas Freddy.
Agenda Juni: Menanti “Turun Gunung” Sang Maestro Blusukan
Bagi PROJO, fokus utama saat ini tetaplah mempersiapkan penyambutan Bapak Jokowi di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan sejarah panjang mendampingi Jokowi sejak masa awal perjuangan di Solo hingga memimpin nasional, PROJO di seluruh tingkatan menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi setiap langkah kaki Bapak Jokowi di lapangan mulai Juni mendatang.
Kesiapan PROJO ini adalah wujud loyalitas tanpa batas kepada sosok yang telah membawa perubahan besar bagi bangsa. Mengawal Jokowi berarti menjaga mandat rakyat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.***











