• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO
No Result
View All Result

Dari Desa untuk Meja Kita: Saatnya Pulang ke Koperasi Kopdes Merah Putih

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
2 Juni 2026
in Opini
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Dari Desa untuk Meja Kita: Saatnya Pulang ke Koperasi Kopdes Merah Putih

PAGI ITU Bu Siti di Pasar Beringharjo lagi-lagi menarik napas panjang. Harga telur naik lagi. Anaknya minta dibekalin telur ceplok, tapi dompet bicara lain.

Di waktu yang sama, 50 km dari pasar, Pak Karto di Klaten baru panen telur ayamnya 10 peti. Tapi mukanya nggak sumringah. “Lha mau gimana Mbak, kalau nggak dijual ke pengepul, busuk di kandang,” katanya pelan.

Dua cerita ini terjadi setiap hari. Di hulu, petani panennya banyak. Di hilir, ibu-ibu di pasar geleng kepala lihat harga. Di tengahnya, ada jarak yang panjang. Jarak itulah yang bikin pangan jadi mahal.

Lama-lama saya mikir: kuncinya bukan cuma tanam lebih banyak. Tapi siapa yang “nahan” hasil panen itu, sebelum sampai ke meja kita?

Jawabannya sederhana, tapi sering kita lupa sebuah nama: Koperasi.

Koperasi Itu Rumahnya Petani

Coba bayangin Koperasi kayak rumah besar di desa. Di situ petani kumpul. Ada gudangnya buat nyimpen gabah, ada kulkasnya buat nyimpen cabai biar nggak layu, ada mesin gilingnya biar nggak nunggu tengkulak. Ada cold storage untuk nyimpen produk agrikultur mangga, ikan, dll

Kalau panen raya tiba, petani tidak terburu-buru menjjual murah. Masukkan aja ke “rumah” Koperasi. Tunggu 2 minggu, harga normal, baru jual. Untungnya balik ke anggota.

Kalau pakan ayam mahal karena impor, Koperasi bikin unit kecil-kecilan buat olah limbah pasar jadi maggot. Proteinnya sama, harganya separuh. Anak ayam kenyang, telur tetap Rp25 ribu.

Sederhana ya? Tapi justru yang sederhana ini yang bikin rantai pangan jadi pendek. Dari sawah, ke Koperasi, langsung ke warung. Nggak mampir 5-6 tangan.

Bukan Soal Nostalgia, Tapi Soal Perut

Saya tahu, kalau dengar kata “Koperasi”, yang kebayang kadang rapat, SHU dibagi setahun sekali, berkasnya tebal. Kesannya jadul.

Padahal Koperasi hari ini beda. Ada Koperasi yang pakai aplikasi HP buat catat stok. Ada Koperasi yang jualannya online, kirim beras ke kota pakai kurir. Ada Koperasi anak muda yang bikin brand “Beras Koperasi Desa X” dan laku keras.

Data dari Kementerian Koperasi bilang, Koperasi yang aktif kelola pangan itu 40% lebih tahan saat harga komoditas global goyang. Karena mereka nggak kerja sendirian. Mereka kerja bareng.

Yang Kita Butuh Cuma 3 Hal

Biar Koperasi beneran jadi “dapur” ketahanan pangan kita, sebenarnya nggak muluk-muluk:

Pertama, kasih Koperasi tempat. Gudang kosong, tanah nganggur milik negara kalau bisa dipakai Koperasi buat simpen hasil panen. Biar petani nggak panik saat panen.

Kedua, kasih Koperasi alat. Mesin giling padi, cold storage kecil, mesin pengering. Modalnya nggak besar. Tapi dampaknya: petani nggak rugi saat panen melimpah.

Ketiga, kasih Koperasi pasar. Dapur Makan Bergizi Gratis, rumah sakit, sekolah… kalau 30% belanjanya dari Koperasi lokal, itu udah cukup bikin Koperasi hidup dan petani tenang.

KabarLainnya

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

Mulai dari Kita yang Beli

Ketahanan pangan itu bukan cuma tugas pemerintah. Tugas kita juga.

Mulai minggu depan, coba deh mampir ke Koperasi atau “Toko Tani” di desa/kota kita. Beli sekilo beras, sebutir telur. Tanya, “Ini dari petani mana, Bu?”

Percaya deh, rasanya beda. Karena tiap kita beli di Koperasi, artinya kita bilang ke petani: “Pak, Bu, kerja kerasnya dihargai. Nggak usah buru-buru jual murah.”

Mungkin perubahan besar nggak datang besok. Tapi kalau 10 juta keluarga Indonesia mulai “pulang” belanja ke Koperasi, harga pangan akan lebih tenang. Petani lebih sejahtera. Dan anak-anak kita tetap bisa sarapan telur ceplok tanpa bikin Bu Siti menarik napas panjang.

Koperasi mungkin bukan kata yang keren. Tapi buat urusan perut, Koperasi itu penting banget.

Yuk, kita kuatin bareng-bareng. Karena pangan yang kuat, mulainya dari Koperasi yang kuat. Dan Koperasi yang kuat, mulainya dari kita yang mau dukung.

Itulah yang sedang dibuat tulisan besar oleh pak Prabowo tentang Koperasi Desa Merah Putih, yang orang-orang Baru tersadar Kopdes Merah Putih Sudah Berdiri Operasional 1061 buah, menuju 30.000 buah di Agustus 2026. Bangun Dari Mimpi, yuk kita dukung****

Jarot Trisunuwarso, Ketua Bidang  Koperasi dan UMKM DPP PROJO.

Share19Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Pasca Konferda Jabar, Pengurus DPP PROJO Bertolak ke Makassar untuk Konferda Sulsel

Kabar Selanjutnya

Sahabat Bakso Indonesia Temui Jokowi Di Solo, Adukan Keluhan UMKM Hingga Serbuan 4.000 Retail Fnb Asing

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris
Opini

Dua Belas Tahun Menjaga Api—Ketika Relawan Tidak Pulang Setelah Pemilu & Membangun Demokrasi Partisipatoris

21 Agustus 2026
Jokowi dan Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Terus Mengabdi dan Setia di Garis Rakyat
Opini

PROJO, MUSRA, dan Politik dari Bawah: Menjahit Aspirasi Menjadi Kekuatan Nasional

20 Agustus 2026
Opini

Di Bawah Naungan Merah Putih: Ketika Gestur Politik Mengalahkan Ribuan Kata

17 Agustus 2026
Kabar Selanjutnya
Sahabat Bakso Indonesia Temui Jokowi Di Solo, Adukan Keluhan UMKM Hingga Serbuan 4.000 Retail Fnb Asing

Sahabat Bakso Indonesia Temui Jokowi Di Solo, Adukan Keluhan UMKM Hingga Serbuan 4.000 Retail Fnb Asing

Hadapi Ketidakpastian Global, PROJO Tegaskan Lawatan Luar Negeri Presiden Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Hadapi Ketidakpastian Global, PROJO Tegaskan Lawatan Luar Negeri Presiden Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Klarifikasi Isu Video Bocor: PROJO Tegaskan Solid Pertahankan Pemerintahan dan Bantah Keretakan Jokowi-Prabowo

Klarifikasi Isu Video Bocor: PROJO Tegaskan Solid Pertahankan Pemerintahan dan Bantah Keretakan Jokowi-Prabowo

26 Agustus 2026
PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

25 Agustus 2026
Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

25 Agustus 2026
Potongan Video Budi Arie Dinilai Tak Gambarkan Konteks Utuh Diskusi Relawan, PROJO Muda: Waspada Narasi yang Memecah Prabowo-Jokowi

Potongan Video Budi Arie Dinilai Tak Gambarkan Konteks Utuh Diskusi Relawan, PROJO Muda: Waspada Narasi yang Memecah Prabowo-Jokowi

25 Agustus 2026

PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

25 Agustus 2026

[ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

25 Agustus 2026

TRENDING

  • [ Siaran Pers ] PROJO Ajak Publik Sikapi Video Budi Arie Secara Utuh dan Proporsional

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Satgas P2MI PROJO: Potongan Video Diskusi Relawan Tak Boleh Jadi Alat Pecah Prabowo-Jokowi

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Potongan Video Budi Arie Dinilai Tak Gambarkan Konteks Utuh Diskusi Relawan, PROJO Muda: Waspada Narasi yang Memecah Prabowo-Jokowi

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • PROJO: Maulid Nabi 1448 H Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Berbangsa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PASBATA Prabowo: Pernyataan Budi Arie soal Dinamika Politik Harus Dibaca Secara Utuh

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Sekjen PROJO: Pahami Utuh Video Budi Arie, Jangan Terjebak Tafsir dari Potongan Pernyataan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.