SOLO, PROJO.or.id – Jajaran pengurus DPP Sahabat Bakso Indonesia—organisasi perkumpulan pedagang bakso seluruh Indonesia—menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, pada Senin (01/06/2026).
Pertemuan ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah menyampaikan langsung jeritan hati para pelaku UMKM kuliner di akar rumput.
Ketua Umum Sahabat Bakso Indonesia, Bambang Hariyanto, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya berdialog langsung dan mendapatkan arahan strategis dari Jokowi mengenai situasi ekonomi yang tengah dihadapi para pedagang.
“Hari ini tadi ketemu langsung Bapak Jokowi dan langsung dapat arahan. Saya menyampaikan keluhan-keluhan tentang para pelaku UMKM di lapangan. Beliau baru tahu kalau hari ini ternyata di lapangan terjadi seperti ini. Ya, kondisinya harga-harga naik khususnya adanya geopolitik Timur Tengah ya, dunia ini yang menyebabkan dolar sampai meroket,” ungkap Bambang usai pertemuan.
View this post on Instagram
Prihatin Lonjakan Harga, Jokowi Instruksikan Percepatan NIB dan Sertifikasi Halal
Mendengar laporan tersebut, Bambang menyebut Jokowi menyatakan keprihatinannya atas melambungnya harga berbagai kebutuhan pokok di pasar, termasuk harga daging sapi yang menjadi bahan baku utama para pedagang bakso.
Sebagai langkah konkret dan solusi cepat untuk memperkuat daya saing para pedagang, Jokowi langsung memberikan instruksi khusus kepada pengurus organisasi.
Instruksi Jokowi: Membantu para pedagang bakso dan pelaku UMKM di lapangan dalam pengurusan legalitas usaha.
Fokus Utama: Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta Sertifikat Halal secara murah, mudah, dan cepat.
Soroti Serbuan 4.000 Bisnis FnB Asal Cina
Selain faktor eksternal seperti geopolitik global dan penguatan dolar, Bambang Hariyanto juga menyoroti tantangan berat lainnya yang datang dari dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat ada sekitar 4.000 pelaku usaha kuliner (Food and Beverage/FnB) dari Cina yang menjamur di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran gurita bisnis kuliner asing ini dinilai menjadi kompetitor berat bagi eksistensi pedagang lokal dan kuliner tradisional.
“Ini adalah lawan kita. Mudah-mudahan dengan Pak Jokowi yang memberikan semangat, para pelaku UMKM tradisional ini tetap semangat. Insyaallah nanti akan diproteksi dengan regulasi yang ada,” tegas Bambang optimis.
Pertemuan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi jutaan pedagang bakso dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk tetap bertahan dan naik kelas, di tengah himpitan ekonomi global dan ketatnya persaingan pasar modern.***













