JAKARTA, PROJO.or.id – Pertemuan hangat antara putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo (Didit Hediprasetyo), dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah, memantik perhatian publik. Pertemuan yang berlangsung selama 40 menit di tengah momentum Muharaman tersebut dinilai membawa pesan penting bagi stabilitas politik nasional.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Populer (DPP) PROJO, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa kehadiran Didit Prabowo di Solo merupakan bukti nyata bahwa komunikasi dan hubungan personal antara lingkaran Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo tetap terjaga dengan sangat baik.
Simbol Persahabatan dan Jembatan Komunikasi
Menurut Freddy, kendati Didit Prabowo bukan merupakan pejabat publik ataupun pengurus partai politik, kehadirannya membawa pesan personal yang sangat kuat dari Presiden Prabowo.
“Kami melihat ini memang menunjukkan bahwa hubungan personal dan komunikasi antara lingkungan Presiden Prabowo dan Pak Jokowi tetap terjaga dengan baik. Itu yang utama, dan menjadi sinyal positif tentunya bagi stabilitas pemerintahan serta konsolidasi nasional,” ujar Freddy dalam sebuah dialog ruang publik, Kamis lalu.
Freddy menambahkan bahwa di tengah upaya sebagian pihak yang terus membangun narasi negatif dan mencoba membenturkan jarak antara Pak Jokowi dan Presiden Prabowo, pertemuan ini justru memperlihatkan kekompakan. Pesan yang dibawa bersifat personal, cair, dan tidak birokratis.
“Pak Jokowi, walau tidak lagi menjabat sebagai presiden, beliau masih menjadi salah satu tokoh nasional yang memiliki pengaruh sosial dan politik yang besar. Republik ini butuh konsolidasi. Pertemuan ini menunjukkan kepada masyarakat, setidaknya kepada pendukung Pak Jokowi, bahwa hubungan kedua tokoh ini masih sangat baik, dan itu sangat penting untuk persatuan nasional,” tambah Sekjen DPP PROJO tersebut.
Solusi Substantif dan Teknokratik yang Dinanti Publik
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, melihat pertemuan simbolik ini terjadi di saat yang krusial, bersamaan dengan langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang aktif merespons aspirasi mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Burhanuddin menilai, pasca-pertemuan simbolik di tingkat elit ini, tantangan sesungguhnya bagi pemerintah adalah mengeksekusinya menjadi solusi teknokratik yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi domestik.
“Pertemuan Mas Didit dengan Pak Jokowi itu baru tataran simbolik. Secara substantif adalah bagaimana pertemuan tersebut bisa menggerakkan pemerintah untuk lebih responsif terhadap tuntutan publik dan mahasiswa,” kata Burhanuddin.
Ia mencontohkan langkah tanggap pemerintah yang mulai melakukan evaluasi total, audit, hingga moratorium terkait tata kelola program MBG sebagai sinyal positif bahwa pemerintah mau mendengar. “Dibutuhkan kolaborasi antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo untuk mengeksekusi hasil-hasil pertemuan simbolik menjadi solusi teknokratik nyata yang menyentuh persoalan ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Pemerintah Mulai Mendengar dan Melakukan Perbaikan
Merespons pandangan tersebut, Freddy Alex Damanik menegaskan bahwa PROJO optimis dan tetap menaruh kepercayaan penuh pada jalannya pemerintahan saat ini. PROJO menilai pemerintah sudah mulai mendengar keluhan masyarakat dan langsung melakukan langkah-langkah perbaikan secara konkret di lapangan.
“Kami dengan Pak Jokowi beberapa kali mendiskusikan situasi ini, misalnya tentang program MBG. Pak Jokowi dulu berdiskusi dengan kami, memang harusnya prioritas itu di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dan hari ini kita lihat hal itu sudah mulai berjalan dan dievaluasi agar lebih tepat sasaran,” ungkap Freddy.
Lebih lanjut, Freddy menyatakan pengalaman panjang Pak Jokowi dalam menakhodai bangsa melewati masa-masa sulit seperti pandemi COVID-19 menjadi aset berharga. Masukan-masukan serta gagasan dari Pak Jokowi di Solo—baik yang datang dari keluhan para kepala desa terkait Koperasi Desa Merah Putih maupun program kerakyatan lainnya—akan terus disalurkan melalui kanal-kanal komunikasi yang ada demi mendukung penuh kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami PROJO masih sangat percaya kepada pemerintahan ini karena sudah mulai mendengar dan memperbaiki situasi-situasi yang ada. Pengalaman Pak Jokowi sangat penting untuk membantu pemerintah saat ini menjawab dan mengatasi persoalan bangsa,” pungkas Freddy Damanik.***










