SOLO, PROJO.or.id – Sebuah unggahan video dari akun TikTok @ahmadroyyan22 mendadak jadi sorotan hangat netizen. Dengan penuh keberanian dan kesadaran diri, pemuda ini menempuh perjalanan langsung ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung karena pernah menjadi bagian dari barisan pembenci di media sosial.
Dalam video unggahannya, pemilik akun tersebut tampak sangat lega setelah berhasil menemui Pak Jokowi. Sambil menunjukkan baju pemberian dari mantan Wali Kota Solo tersebut, ia mengungkapkan rasa syukur dan penyesalannya yang mendalam karena di masa lalu sempat termakan doktrin politik yang tidak sehat di jagat maya.
“Hai Done guys, kita habis minta maaf sama Pak Jokowi ya. Kita dulu termasuk orang-orang yang terdoktrin suka memfitnah dan mencaci maki Pak Jokowi. Sudah Done, saya enggak… enggak boleh video guys, terbatas dokumentasinya ya. Kita dapat baju Pak Jokowi,” ucapnya langsung dalam video testimoninya yang viral.
@ahmadroyyan22Lupa up hari minggu kemarin Kalian yg dulu suka maki2 beliau minta maaf lu pada!!! Gk bisa masuk surga nanti lu ♬ suara asli – Roy | Gelombang Narasi – Roy | Gelombang Narasi
Fenomena Korban Doktrin Hoaks Medsos
Pengakuan jujur dari netizen ini seolah membuka mata publik mengenai potret riil dunia digital kita. Di luar sana, ada banyak sekali masyarakat yang memiliki nasib serupa. Mereka awalnya tidak memiliki kebencian personal, namun karena setiap hari terpapar (terdoktrin) oleh narasi hoaks, ujaran kebencian, dan konten manipulatif di media sosial, mereka akhirnya ikut-ikutan mencaci maki tanpa tahu fakta yang sebenarnya.
Beruntung, akun @ahmadroyyan22 berhasil keluar dari pusaran doktrin negatif tersebut. Langkahnya datang langsung ke Solo menjadi bukti kedewasaan berpikir dan keberanian luar biasa yang patut dicontoh oleh netizen lain yang mungkin pernah melakukan kesalahan serupa.
Kelapangan Hati Sang Pemimpin
Meskipun dokumentasi di dalam kediaman sangat terbatas karena aturan protokol, sambutan hangat dari Pak Jokowi yang memaafkan serta memberikan buah tangan berupa kaos hitam menjadi simbol yang sangat kuat. Ini adalah bukti nyata betapa luasnya kelapangan hati seorang Jokowi yang tidak pernah menyimpan dendam kepada rakyatnya, meski bertahun-tahun dihujani fitnah.
Bagi PROJO, fenomena ini menjadi pengingat penting akan beberapa hal:
- Pentingnya Literasi Digital: Jangan mudah menelan mentah-mentah konten medsos agar tidak menjadi korban doktrin kebencian.
- Keberanian Memperbaiki Diri: Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah tindakan ksatria yang mempertegang rasa persatuan bangsa.
- Fokus Menyebar Kebaikan: Mencontoh keteladanan Pak Jokowi yang selalu membalas caci maki dengan senyuman dan kerja nyata.
Kisah dari akun @ahmadroyyan22 ini diharapkan bisa menginspirasi netizen Indonesia lainnya agar lebih bijak, menyudahi polarisasi, dan bersama-sama merajut kembali silaturahmi demi Indonesia yang lebih damai dan sejuk di ruang digital.***













