SOLO, PROJO.or.id – Gelombang dukungan dan solidaritas dari rekan-rekan seperjuangan masa kuliah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kian solid. Menjelang agenda persidangan penting terkait tudingan ijazah palsu, delapan orang alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan teman seangkatan Jokowi berkumpul di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (20/7/2026).
Pertemuan tersebut dipersiapkan secara matang sebagai bentuk koordinasi strategis. Rekan-rekan kuliah Jokowi ini menyatakan kekompakan mereka untuk hadir dan bertindak sebagai saksi hidup dalam persidangan pembuktian yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta.
Salah satu rekan alumni yang ikut hadir dalam pertemuan di Solo tersebut adalah Mulyono. Pria yang namanya belakangan ramai diperbincangkan publik terkait masa kuliah sang mantan presiden ini, tampak hadir bersama rekan seangkatan lainnya untuk memberikan dukungan penuh dari segi fakta sejarah perkuliahan mereka.
Di hadapan awak media, Jokowi mengonfirmasi langsung pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa para alumni Fakultas Kehutanan UGM sengaja berkumpul untuk menyelaraskan kesiapan menjelang panggilan sidang.
“Ya teman kuliah (Fakultas Kehutanan UGM), mempersiapkan diri, rekan-rekan saya seangkatan,” kata Jokowi di Solo, Senin (20/7).
Ketika ditegaskan kembali mengenai status rekan-rekannya yang akan maju di meja hijau, Jokowi mengiyakan bahwa mereka semua siap memberikan kesaksian otentik mengenai status kelulusannya dari kampus legendaris di Yogyakarta tersebut.
“Ya betul (saksi sidang ijazah palsu UGM PN Jakarta),” tegas Jokowi singkat.
Bukti Autentik Siap Dibuka di Persidangan
Kasus tudingan ijazah palsu yang menempatkan dr. Tifa sebagai terdakwa ini kini memasuki babak krusial. Sebagai bentuk transparansi publik dan penghormatan pada supremasi hukum, Jokowi dijadwalkan hadir langsung saat persidangan memasuki agenda pembuktian.
Melalui kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan, pihak Jokowi menegaskan bahwa mereka tidak akan setengah-setengah dalam mematahkan narasi bohong yang selama ini beredar.
Pada persidangan di PN Jakarta nanti, Jokowi dipastikan akan membawa serta seluruh dokumen rekam jejak akademis aslinya. Dokumen yang disiapkan meliputi ijazah Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) serta ijazah UGM yang sebelumnya telah disita oleh Polri sebagai bagian dari kelengkapan barang bukti penegakan hukum.
Kehadiran serempak rekan-rekan seangkatan UGM ini menjadi sinyal kuat bahwa kesaksian hidup dari mereka yang berada di lokasi dan waktu yang sama semasa kuliah, akan menjadi kunci utama dalam meruntuhkan segala bentuk fitnah ijazah palsu di hadapan hukum.***












