JAKARTA, PROJO.or.id — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PROJO, Budi Arie Setiadi, menilai peta politik nasional menuju Pemilu 2029 masih sangat cair dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie saat merespons pertanyaan mengenai peluang kembalinya duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres mendatang. Menurutnya, konstelasi politik saat ini masih dinamis dan belum ada kepastian definitif.
“Semuanya masih mungkin menurut saya. Kalau saya bilang, kartunya masih dikocok, belum dibagi,” ujar Budi Arie dalam perbincangan di kanal siniar Henri Satrio Official dan Rujak Politik Channel.
Pernyataan ini turut melengkapi diskursus politik setelah sebelumnya Budi Arie sempat menjadi sorotan publik terkait isu kemungkinan percepatan pemilu. Ia menegaskan bahwa dinamika politik nasional tidak dapat disederhanakan ke dalam pembacaan yang kaku atau hitam-putih, mengingat rentang waktu menuju tahun 2029 masih panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Arie juga menepis anggapan yang menyebutkan bahwa keberadaannya di dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membawa misi khusus untuk mengawal kepentingan politik Gibran Rakabuming Raka seorang diri. Ia menegaskan bahwa Prabowo dan Gibran adalah pasangan pemimpin yang lahir dari mandat rakyat dalam satu kesatuan paket Pemilu 2024.
“Pak Prabowo dan Mas Gibran ini dipilih dalam satu paket,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia menilai keliru jika posisi politiknya di pemerintahan diinterpretasikan secara sempit sebagai penjaga kepentingan salah satu pihak saja. Fokus utama yang harus dikedepankan adalah pengawalan terhadap stabilitas dan keberhasilan jalannya pemerintahan secara utuh.
“Menjaga pemerintahan Prabowo-Gibran,” imbuhnya.
Menutup pandangannya, Budi Arie mengingatkan masyarakat agar senantiasa kritis dan tidak mudah terjebak pada narasi-narasi pihak luar yang berupaya mempertentangkan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden. Ia memastikan bahwa kepemimpinan nasional saat ini tetap solid sebagai satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan amanah rakyat hasil Pemilu 2024.***












