SOLO, PROJO.or.id – Kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Sumber, Solo, kembali didatangi warga yang ingin bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan sosok yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode tersebut.
Seperti biasanya, warga dari berbagai daerah datang untuk sekadar menyapa, bersalaman, dan melepas kerinduan kepada Jokowi. Momen pertemuan tersebut kerap diwarnai suasana haru, terutama bagi warga yang sudah lama ingin bertemu secara langsung.
Salah satu momen emosional terjadi ketika seorang perempuan yang pernah bekerja di Taiwan bertemu Jokowi di kediamannya. Perempuan tersebut tak kuasa menahan tangis hingga menangis tersedu-sedu di hadapan mantan Presiden RI itu.
View this post on Instagram
Dalam pengakuannya, perempuan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya dahulu sempat meragukan Jokowi ketika masih berada di Taiwan. Namun, setelah bertemu langsung, pandangannya berubah dan ia mengaku merasa bahagia sekaligus terharu.
“Saat di Taiwan, sempat meragukan Bapak. Ternyata sekarang Bapak baik banget. Sehat selalu ya, Pak Jokowi? Senang banget, Pak. Enggak bisa ngomong,” ungkapnya sambil menangis.
Ketika ditanya mengapa justru menangis saat merasa bahagia, perempuan itu mengaku perasaannya bercampur aduk. Ada kegembiraan karena akhirnya bisa bertemu langsung, sekaligus kesedihan melihat berbagai perlakuan dan kritik yang menurutnya selama ini ditujukan kepada Jokowi.
“Antara kegembiraan, sedih karena Bapak kuat sekali. Selalu dihina, selalu dipojokkan. Saya yang enggak bisa mengungkapkan. Kenapa ada orang-orang seperti itu? Padahal Bapak itu baik sekali,” tuturnya.
Momen tersebut memperlihatkan sisi emosional pertemuan antara Jokowi dan warga yang datang ke kediamannya. Bagi sebagian masyarakat, kesempatan bertemu langsung menjadi pengalaman tersendiri setelah selama ini hanya mengenal Jokowi melalui pemberitaan maupun berbagai kegiatan kenegaraan.
Kediaman Jokowi di Sumber, Solo, memang kerap menjadi tempat warga datang untuk bersilaturahmi. Mereka ingin menyampaikan salam, berbincang sejenak, sekaligus mengungkapkan perasaan dan pengalaman masing-masing kepada mantan kepala negara tersebut.
Pertemuan sederhana itu menjadi gambaran kedekatan personal yang dirasakan sebagian warga terhadap Jokowi, bahkan setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.***
Setia di Garis Rakyat.











