• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Anatomi Narasi “Pecah Kongsi” Prabowo–Jokowi: Siapa yang Diuntungkan?

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
5 Oktober 2026
in Opini
Waktu Baca: 4 menit
A A
0
Anatomi Narasi “Pecah Kongsi” Prabowo–Jokowi: Siapa yang Diuntungkan?

Isu “pecah kongsi” antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tak pernah benar-benar surut dan akan terus diproduksi. Termasuk narasi yang dibuat saat Jokowi, SBY menghadiri peringatan HUT TNI saat sesi foto bersama. Bahkan ketika bukti konflik terbuka belum terlihat, narasi ini terus hidup dan berputar.

Mengapa? Karena hubungan Prabowo–Jokowi bukan sekadar hubungan dua tokoh. Di dalamnya bertemu kepentingan politik, jaringan kekuasaan, dan kalkulasi menuju 2029.

Lapisan-Lapisan yang Menjelaskan Narasi “Pecah”

Pertama, jika Prabowo–Jokowi benar-benar pecah, peta kekuasaan berubah total. Prabowo adalah presiden aktif, sementara Jokowi masih memiliki jejaring politik dan pengaruh yang terbentuk selama dua periode pemerintahannya.

Sejumlah analisis menyebut keduanya masih saling membutuhkan: Prabowo membutuhkan jejaring Jokowi, dan Jokowi membutuhkan ruang politik. Memisahkan keduanya secara politik akan mengubah konfigurasi kekuatan secara signifikan.

Kedua, ada kepentingan untuk memutus narasi “Prabowo menang karena Jokowi”. Dalam Pilpres 2024, Jokowi memberikan dukungan politik kepada Prabowo-Gibran, dan Gibran kemudian menjadi wapres.

Narasi yang berkembang adalah Jokowi adalah bagian penting dari jalan Prabowo menuju Istana. Jika hubungan keduanya retak, narasinya bisa dibalik: Prabowo adalah pemimpin yang berdiri sendiri dan tidak lagi membutuhkan Jokowi.

Ketiga, faktor Gibran membuat isu ini jauh lebih sensitif menjelang 2029. Prabowo bukan hanya presiden yang pernah didukung Jokowi—Gibran adalah wapresnya. Artinya, hubungan Prabowo–Jokowi otomatis memiliki dimensi yang jauh lebih kompleks.

Pengamat UNS Agus Riewanto menilai belum ada konflik terbuka hingga Juni 2026, tetapi melihat potensi perbedaan kepentingan menjelang 2029, terutama soal siapa yang akan menjadi calon wakil presiden Prabowo apabila ia kembali maju.

Keempat, setiap kedekatan Prabowo dengan tokoh lain dibaca sebagai “Jokowi ditinggalkan”. Contohnya ketika Prabowo terlihat dekat dengan Megawati Soekarnoputri.

Pada Harlah Pancasila Juni 2026, Prabowo dan Megawati terlihat berinteraksi hangat, sementara Jokowi tidak hadir. Padahal, kedekatan Prabowo dengan tokoh lain tidak otomatis berarti permusuhan dengan Jokowi. Seorang presiden bisa membangun komunikasi dengan banyak kelompok sekaligus.

KabarLainnya

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

Kelima, narasi “pecah” juga punya nilai politik bagi pihak yang berada di luar jaringan keduanya. Jika Prabowo dan Jokowi tetap memiliki komunikasi yang baik, terbentuk konfigurasi yang relatif sulit diabaikan: Prabowo sebagai presiden + Jokowi sebagai mantan presiden dengan jaringan politik + Gibran sebagai wapres.

Sebaliknya, jika hubungan itu berhasil dipersepsikan retak, ruang politik menjadi lebih terbuka bagi aktor lain untuk membangun koalisi dan menawarkan konfigurasi baru menjelang 2029.

Karena itu, isu keretakan sendiri bisa menjadi instrumen politik, terlepas dari apakah keretakan faktual benar-benar terjadi.

Fakta yang Berlawanan dengan Narasi “Pecah”

Namun, ada fakta yang justru berlawanan dengan narasi “pecah”. Pada Agustus 2026, Jokowi dan Prabowo terlihat duduk berdampingan dalam rangkaian HUT ke-81 RI, dengan Gibran berada di sisi lainnya.

Presiden Prabowo terlihat berada di tengah, diapit Joko Widodo di satu sisi dan Gibran di sisi lainnya, menyaksikan atraksi manuver pesawat dalam suasana penuh keceriaan.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai momen tersebut menunjukkan hubungan baik keduanya. “Sangat wajar apabila beliau duduk sejajar dengan Presiden dan Wakil Presiden dalam upacara kenegaraan tersebut,” kata Bahtra, seraya menambahkan bahwa Prabowo selalu menjaga hubungan baik dengan para pemimpin bangsa terdahulu.

Jokowi sendiri pada Agustus mengatakan hubungan Prabowo-Gibran “baik-baik saja” dan tidak ada masalah. Bahkan Mensesneg Prasetyo Hadi pada Juni menyatakan komunikasi Prabowo dan Jokowi tetap berjalan baik.

Reshuffle Kabinet dan Isu yang Menguat

Isu keretakan kembali mencuat seiring reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo pada Oktober 2026. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah adanya keretakan atau isu Prabowo-Jokowi pecah kongsi seiring reshuffle tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai sangat tidak masuk akal jika ada harapan bahwa Prabowo akan memutus hubungan dengan orang-orang Jokowi.

Menurutnya, Prabowo tidak memiliki karakter untuk membuang orang, terutama mereka yang dianggap berjasa besar dalam membantunya menjadi Presiden RI.

Penunjukan Pratikno sebagai Ketua Wantimpres dinilai sebagai pesan politik kuat untuk menepis isu kerenggangan. “Pak Pratikno adalah representasi dari Pak Jokowi. Beliau sangat kuat selama sepuluh tahun mendampingi Pak Jokowi. Sepertinya Pak Prabowo tidak ingin memberi kesan bahwa setelah reshuffle, hubungan dengan Pak Jokowi mendingin,” ujar Burhanuddin.

Membedakan Perbedaan Kepentingan dari Perpecahan

Analis politik Hendri Satrio berpendapat bahwa Jokowi sedang membangun jalur politik baru tetapi tidak pisah jalan dengan Prabowo. “Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo?”

‘Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” kata Hendri. Ia menduga Jokowi merasa ruang politiknya makin terbatas dan ingin dilihat sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dianggap remeh.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai posisi Gibran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hubungan keduanya. “Lebih pada manuver Jokowi yang terkesan mendorong Gibran untuk maju dan potensial melawan Prabowo di 2029,” ujarnya.

Siapa yang Diuntungkan Jika Publik Percaya Mereka Sudah Pecah?

Yang menarik bukan sekadar “apakah Prabowo dan Jokowi akan pecah?”, tetapi: siapa yang diuntungkan jika publik percaya mereka sudah pecah?

Secara struktural, pihak-pihak yang akan memperoleh ruang politik lebih besar jika jaringan Prabowo–Jokowi melemah memiliki insentif untuk memperkuat narasi tersebut.

Sebaliknya, pihak yang berkepentingan mempertahankan stabilitas koalisi akan punya insentif membantahnya. Itulah sebabnya isu ini terus berputar.

Analisis mengenai adanya perbedaan kepentingan memang muncul. Tetapi sejauh informasi yang tersedia, belum ada bukti publik yang cukup untuk menyimpulkan telah terjadi perpecahan terbuka Prabowo–Jokowi. “Ada perbedaan kepentingan” tidak sama dengan “sudah pecah.”

Karena pada akhirnya, yang paling menentukan bukan apakah mereka benar-benar pecah, melainkan siapa yang paling diuntungkan oleh persepsi publik bahwa mereka telah pecah.***

Add as Preferred Source
Share10Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Momen Kebersamaan SBY, Jokowi, Prabowo dan Gibran di HUT ke-81 TNI

Kabar Selanjutnya

Narasi “Prabowo Tinggalkan Jokowi” Muncul Lagi, Kali Ini Gara-gara Tak Salaman

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Ketika Lapas Menjadi Resort, Hukuman Menjadi Liburan
Opini

Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

28 Oktober 2026
Dolar Tembus Rp17.500: Mengapa Rupiah Terus Tertekan Meski Angka Ekonomi Masih Terlihat Bagus?
Opini

IHSG Rontok, Kepercayaan Jangan Ikut Ambruk

19 Oktober 2026
Semua Orang Bicara Jokowi: Antara Benci, Cinta, dan Cari Panggung
Opini

Jokowi, Sun Tzu, dan Seni Membaca Medan Politik

19 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Narasi “Prabowo Tinggalkan Jokowi” Muncul Lagi, Kali Ini Gara-gara Tak Salaman

Narasi “Prabowo Tinggalkan Jokowi” Muncul Lagi, Kali Ini Gara-gara Tak Salaman

Dari Tribun GBK, Jokowi Jadi Saksi Garuda Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

Dari Tribun GBK, Jokowi Jadi Saksi Garuda Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    535 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.