NUSANTARA, PROJO.or.id – Progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menunjukkan pesona luar biasa di mata internasional. Mengusung konsep kota masa depan yang selaras dengan alam, IKN tidak hanya memikat masyarakat domestik, tetapi juga sukses memanen sanjungan dari warga dunia hingga menyabet penghargaan bergengsi dari negara tetangga, Malaysia.
Salah satu mahakarya yang sukses mencuri perhatian adalah Plaza Seremoni IKN. Ruang publik inklusif ini baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa sejak awal, pembangunan Nusantara memang dirancang dengan mengutamakan keseimbangan antara estetika dan alam.
”Kami memiliki tiga pilar dalam pembangunan Nusantara, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan,” ujar Basuki.
Ruang Publik Hijau dan Penerapan Prinsip Ekologis
Plaza Seremoni dirancang lebih dari sekadar tempat upacara kenegaraan. Area ini dibangun sebagai ruang komunal ramah lingkungan yang memanfaatkan kontur alami lahan dan sistem tata air eksisting demi menjaga keseimbangan ekosistem setempat.
Sejumlah fasilitas publik modern dan inklusif turut melengkapi kawasan ini, di antaranya:
- Amfiteater terbuka
- Jalur khusus pejalan kaki dan pesepeda
- Area hijau dan ruang komunal
- Galeri UMKM untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan
Warga Dunia hingga Jenderal Malaysia Berdecak Kagum
Keberhasilan Indonesia membangun kota modern berbasis lingkungan ini diakui langsung oleh delegasi internasional yang berkunjung. Salah satunya adalah Choi Jung-won, Kepala Divisi Dukungan Konstruksi Luar Negeri Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) Korea Selatan.
”Pagi ini ketika saya tiba di Nusantara, saya sangat takjub. Saya sangat terkesan dengan pembangunannya yang dirancang ramah lingkungan, khususnya pemandangan indah yang membentang mulai dari Istana Kepresidenan hingga kompleks gedung pemerintahan. Saya rasa Nusantara adalah masa depan Indonesia,” ungkap Choi.
Sanjungan senada juga datang dari perwira tinggi militer negara tetangga. Panglima 5 Divisyen Tentara Darat Malaysia, Mayor Jenderal Datuk Shamshor bin Haji Jaafar, mengaku terkesima saat melihat langsung kondisi IKN yang selama ini hanya ia ketahui lewat media sosial.
”Satu kata yang paling tepat menggambarkan ini adalah ‘sangat cantik’. Kami dapati IKN adalah kota futuristik yang betul-betul hebat. Malah kami mengobrol di kendaraan tadi, kalau IKN sudah jadi, kami ingin membawa keluarga dan saudara datang ke sini. IKN terus maju, selamat, maju, dan jaya!” tutur Mayjen Datuk Shamshor penuh kagum.
Prestasi dan pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata bahwa visi besar Pemerintahan dalam membangun IKN bukan sekadar memindahkan pusat pemerintahan, melainkan melahirkan sebuah legasi peradaban baru Indonesia yang dikagumi oleh dunia.***


















