• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Kirim Artikel
  • Projo Store
  • Donasi
  • Laporkan !
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Istana
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Jurnalis Warga
    • Bergabung Anggota
    • Kirim Laporkan
    • Donasi
    • Berlangganan Informasi
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
No Result
View All Result
PROJO.or.id
No Result
View All Result

Bawa Petai ke Rumah Jokowi, Petani Pati Datang ke Solo Ucapkan Terima Kasih atas Perhutanan Sosial

Tim Redaksi Oleh Tim Redaksi
30 September 2026
in Kabar Rakyat
Waktu Baca: 3 menit
A A
0
Bawa Petai ke Rumah Jokowi, Petani Pati Datang ke Solo Ucapkan Terima Kasih atas Perhutanan Sosial

SOLO, PROJO.or.id — Beberapa ikat petai mungkin terlihat sederhana. Namun bagi rombongan petani dari Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, petai yang mereka bawa ke Solo, Selasa (29/9/2026) sore, memiliki cerita panjang.

Petai itu dibawa sebagai hasil bumi sekaligus ungkapan terima kasih kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo atas program perhutanan sosial yang mereka rasakan manfaatnya.

Rombongan tersebut dipimpin Kepala Desa Godo, Suwondo. Bersama sejumlah petani perhutanan sosial, mereka datang bersilaturahmi ke kediaman Jokowi di Solo.

Mereka tidak datang dengan tangan kosong.

Beberapa ikat petai hasil bumi dari Pati dibawa sebagai tanda syukur.

“Alhamdulillah kami membawa hasil bumi kami dari program perhutanan sosial. Kami ingin mengucapkan terima kasih dan syukur Alhamdulillah program tersebut dapat berhasil dan membawa kesejahteraan bagi warga kami,” kata Suwondo.

Bagi para petani tersebut, petai bukan sekadar hasil kebun.

Petai menjadi simbol bahwa kebijakan yang pernah dibuat di tingkat pemerintah bisa dirasakan sampai ke tingkat desa.

Dari hutan, menjadi sumber penghidupan

Suwondo mengatakan petai yang dibawa ke Solo merupakan salah satu hasil dari kegiatan petani dalam skema perhutanan sosial.

KabarLainnya

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Tidak hanya petai. Menurut dia, warga juga mengembangkan berbagai komoditas lain, seperti matoa, alpukat, durian, mangga, dan hasil pertanian lainnya.

“Sebetulnya tidak hanya petai yang kami hasilkan. Termasuk matoa, alpukat, durian, mangga dan lain sebagainya,” ujarnya.

Program perhutanan sosial sendiri memberikan akses pengelolaan hutan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan dengan tujuan antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Dalam dokumen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, program tersebut disebut sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Hingga akhir 2021, pemerintah mencatat sekitar 4,90 juta hektare area telah dikelola dalam skema perhutanan sosial, melibatkan lebih dari 1 juta kepala keluarga.

Kebijakan tersebut juga tercatat menyentuh masyarakat Pati.

Pada 2019, misalnya, Jokowi pernah menerima perwakilan masyarakat perhutanan sosial, termasuk dari Kabupaten Pati. Salah satu perwakilan dari Pati ketika itu menyampaikan kepada Jokowi bahwa kelompoknya telah memperoleh izin IPHPS pada 2018.

Pada Januari 2023, pemerintah juga menyampaikan hasil penelitian mengenai dampak perhutanan sosial di Pati. Peneliti San Afri Awang menyebut pendapatan petani dalam penelitiannya meningkat rata-rata dari sekitar Rp1 juta menjadi Rp3 juta per bulan setelah memperoleh akses melalui program tersebut.

Dulu merantau, kini bisa bertahan di desa

Bagi Suwondo dan para petani Godo, ukuran keberhasilan program tidak hanya dilihat dari angka luas lahan atau jumlah izin.

Mereka melihatnya dari perubahan kehidupan warga.

Menurut Suwondo, sekitar lima hingga enam tahun lalu banyak warga di desanya memilih pergi merantau karena keterbatasan penghasilan.

Kini, kata dia, sebagian warga bisa memperoleh penghidupan dari pengelolaan lahan dan hasil bumi di sekitar tempat tinggal mereka.

“Yang paling berdampak, lima-enam tahun yang lalu warga kami itu banyak yang perantauan. Sekarang cukup di rumah. Alhamdulillah kesejahteraannya sudah lebih daripada cukup dengan program tersebut,” ujarnya.

Cerita itu pula yang ingin mereka sampaikan kepada Jokowi.

Bukan sekadar membawa petai, tetapi membawa cerita tentang bagaimana hasil kebijakan kehutanan dirasakan oleh masyarakat di tingkat paling bawah.

Lima ikat petai untuk Jokowi

Suwondo mengatakan rombongan sebelumnya membawa sekitar lima ikat petai. Sebagian hasil bumi tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang ikut dalam rombongan.

Sebagian lainnya disiapkan untuk diberikan kepada Jokowi.

Bagi petani, pemberian hasil bumi tersebut menjadi bentuk sederhana untuk mengungkapkan rasa terima kasih.

“Ini karena program Pak Jokowi, waktu itu program perhutanan sosial. Alhamdulillah, ini terima kasih kami, tanda syukur kepada beliau bahwa program ini berdampak sekali untuk kesejahteraan masyarakat kami,” kata Suwondo.

Pertemuan itu memperlihatkan sisi lain dari sebuah kebijakan publik.

Di atas kertas, perhutanan sosial berbicara tentang akses kelola hutan, kelembagaan, pemberdayaan, dan kesejahteraan.

Tetapi di Desa Godo, manfaatnya diceritakan melalui sesuatu yang jauh lebih sederhana: petai yang dipetik dari tanah yang mereka kelola dan dibawa sampai ke rumah Jokowi di Solo.

Hasil bumi itu menjadi pesan dari petani kepada mantan presiden yang dahulu menjalankan kebijakan tersebut:

ketika sebuah kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya, rakyat bisa datang sendiri membawa hasilnya untuk mengucapkan terima kasih.***


Add as Preferred Source

Add as Preferred Source
Tags: Petani Pagi Bawa Petai ke Jokowi
Share7Send
Ikuti WhatsApp Channel PROJO.or.id follow
Kabar Sebelumnya

Nyaris Gagal Bertemu Jokowi, Emak-emak Lampung Malah Dapat Kejutan di Gang Kutai

Kabar Selanjutnya

Gibran Minta Maaf kepada Orang Tua Korban MBG, Saat Pejabat Memilih Hadir Ketimbang Berjarak

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Penulis & Editor

KabarTerkait

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan
Kabar Rakyat

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Kabar Selanjutnya
Gibran Minta Maaf kepada Orang Tua Korban MBG, Saat Pejabat Memilih Hadir Ketimbang Berjarak

Gibran Minta Maaf kepada Orang Tua Korban MBG, Saat Pejabat Memilih Hadir Ketimbang Berjarak

Pengusaha Wedding Jakarta Sowan ke Jokowi, Ucapkan Terima Kasih atas Kebijakan Saat Pandemi

Pengusaha Wedding Jakarta Sowan ke Jokowi, Ucapkan Terima Kasih atas Kebijakan Saat Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

29 Oktober 2026
Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

29 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

28 Oktober 2026
Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

Rombongan Mahasiswa dan Dosen Universitas Cenderawasih Sambangi Jokowi di Solo, Lagu Papua Warnai Silaturahmi

28 Oktober 2026

TRENDING

  • Jokowi Tanggapi Wacana Pemakzulan Gibran: Itu Hak Konstitusional DPR

    Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang Roy Suryo, Ajudan: Insyaallah Bapak Pasti Hadir

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Dari Meja Hijau ke Lingkar Politik: Perjalanan Freddy Alex Damanik

    535 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jokowi Tekankan Evaluasi Berdasarkan Manfaat bagi Masyarakat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Tanggapi Survei Elektabilitas Cawapres: Itu Potret Sesaat, Jangan Buru-buru Menyimpulkan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jokowi Hormati Proses Hukum, Siap Hadir Jika Dipanggil ke Persidangan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Antrean Tamu Mengular di Kediaman Jokowi, Dua Warga Malaysia Terharu Disalami Presiden ke-7 RI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Refleksi Sumpah Pemuda : Kaum Muda di Era Modern

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

Menulis, alat perjuangan utama untuk membentuk sejarah. Daftar jadi Jurnalis Warga atau sebagai penulis di PROJO.or.id

daftar

Setia di Garis Rakyat

Projo Network

  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Sitemap
  • Redaksi
  • Jurnalis Warga
  • KITA
  • Laporkan !
© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved. WebNesia
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Kabar Nasional
    • Kabar Daerah
    • Kabar Rakyat
  • Opini & Sosok
    • Opini
    • Sosok
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Siaran Pers
  • Aksi
    • Bergabung Anggota
    • Daftar Penulis
    • Kirim Laporkan
    • Berlangganan Informasi
    • Donasi
  • Tentang Kami
    • Sejarah PROJO
    • Profil PROJO
    • Struktur Organisasi
  • Jurnalis Warga
  • Redaksi
  • Kontak Kami

© 2026 PROJO - Setia di Garis Rakyat - All Right Reserved.