MAKASSAR, PROJO.or.id – Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan posisi strategis Projo sebagai ormas yang setia di garis rakyat. Projo berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan, namun tetap kritis terhadap eksekusi program yang dinilai menghadapi kendala di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Budi Arie saat membuka secara resmi Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Sulawesi Selatan di Makassar Golden Hotel, Sabtu (6/6/2026). Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, jajaran elite DPP Projo, serta istri Ketua Umum, Zara Murzandina.
Budi Arie menjelaskan, pelaksanaan Konferda dengan tema “Konsolidasi Total Menuju PROJO yang Solid dan Terorganisir” ini merupakan langkah penting agar organisasi memiliki ritme yang sama dalam menyikapi kebijakan nasional. Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat yang menggelar Konferda, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Riau.
“Tahun ini semua provinsi harus melakukan konsolidasi agar PROJO bisa menyikapi berbagai hal yang harus kita sikapi secara lebih cerdas dan lebih cermat. Tentu sebagai organisasi yang setia di garis rakyat, kita sepakat bahwa seluruh arah perjuangan kita hanya untuk rakyat,” tegas Budi Arie.
Soroti Makanan Bergizi Gratis Hingga Koperasi Merah Putih
Dalam pidatonya, Budi Arie menekankan bahwa PROJO tidak akan ragu untuk bersuara lantang jika ada program pemerintah yang tidak berjalan efektif di masyarakat. Menurutnya, program yang bermanfaat bagi rakyat wajib dilanjutkan, namun yang mandek harus berani dievaluasi.
Secara khusus, ia menyoroti pelaksanaan beberapa program unggulan pemerintah saat ini yang dinilainya masih menghadapi berbagai kendala operasional di lapangan, seperti:
-
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)
-
Program Koperasi Merah Putih
Budi Arie menggarisbawahi bahwa sikap kritis PROJO bukanlah bentuk penolakan terhadap visi pemerintah, melainkan demi memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan rakyat.
“Kritik yang disampaikan PROJO bukan ditujukan kepada gagasan programnya, melainkan pada bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kita ingin semua berjalan optimal,” jelasnya.
Organisasi Solid, PROJO Incar ‘Kuatrik’ Kemenangan di Pilpres 2029
Di sisi lain, Budi Arie mengingatkan bahwa posisi tawar PROJO yang kuat dalam mengawal pemerintahan tidak lepas dari rekam jejak politik organisasi. Projo tercatat sudah tiga kali berturut-turut berada di barisan pemenang Pilpres, mulai dari dua periode Presiden Jokowi (2014–2024) hingga kemenangan Prabowo-Gibran (2024–2029).
“Faktanya adalah PROJO ormas yang tiga kali berturut-turut memenangkan pilpres di Republik Indonesia. Ini fakta loh, bukan ngarang-ngarang. Jadi ibaratnya PROJO ini jimat. Kemana arah PROJO bergerak, pasti direstui oleh rakyat dan alam semesta,” seloroh Budi Arie optimis.
Dengan modal organisasi yang semakin solid dan terstruktur pasca-Konferda ini, Budi Arie yakin PROJO akan kembali mencetak kemenangan keempat (kuatrik) pada Pilpres 2029 demi mengawal transisi menuju Indonesia Emas 2045.
Booster Semangat untuk Kader Sulawesi Selatan
Sementara itu, Ketua DPD PROJO Sulawesi Selatan, Herwin Nini Ala, mengaku sangat bangga atas kehadiran langsung jajaran komando pusat. Prosesi pembukaan Konferda ini sendiri ditandai secara simbolis lewat pemukulan gendang oleh Budi Arie Setiadi.
“Kehadiran Bapak Budi Arie Setiadi menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus menambah semangat para kader PROJO di Sulawesi Selatan,” kata Herwin.
Herwin juga menceritakan nilai historis Makassar Golden Hotel sebagai tempat berkumpulnya para aktivis pergerakan di Makassar sejak dulu. Ia menegaskan, di usia PROJO Sulsel yang telah menginjak 10 tahun, seluruh kader di Sulawesi Selatan dipastikan tetap satu komando, solid, dan siap mengawal arah perjuangan organisasi demi kesejahteraan rakyat.***




![[TANGKAL HOAX] Fitnah Keji Targetkan Jokowi Terkait Program MBG, Total Rekayasa!](https://projo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/HOAKS-DADANG-1-75x75.webp)






